Arsip Kategori: Cerita

Miracles happen everyday

Kawan, kembali lagi saya ingin mengawali menulis setelah sekian lama vacuum dalam menulis blog. Saya memilih blog di wordress ini karena hanya satu blog ini yang tetap setia menyediakan untuk saya boleh menulis tanpa syarat dan alasan apapun untuk kembali.

Lately, banyak sekali kejadian dalam hidup saya yang menurut saya luar biasa. Dalam 2 tahun terakhir, saya mengalami metaformosa kehidupan seperti sebuah perjalanan roller coaster yang bergerak naik, turun, belok ke kanan dan kekiri dengan sangat cepat. Berbagai macam perasaan dan pemikiran bercampur aduk tanpa mampu untuk memilah dan memilih kejadian demi kejadian.

Kisah ini berawal dari berakhirnya karir saya sebagai seorang karyawan dimana saya sudah bekerja selama 11 tahun lamanya. “This is My GIANT STEP to travel the world”. Selama itu saya berada didalam sebuah rutinitas yang tak ada hentinya. Kenyamananpun menghinggapi kami hingga lupa bahwa dunia ini tak seharusnya bergerak semulus itu. Kenyamanan dapat membutakan mata siapa saja yang terjebak didalamnya dan memunculkan sebuah monster yang sangat menakutkan hingga akhirnya kita harus tunduk dan patuh kepadanya. Kealpaan akan rizki itu datangnya bukan dari manusia baik diakui atau tidak pasti akan menghinggapi anda.

Kawan, pada saat menjadi seorang karyawan kita bisa saja bilang “Alhamdulillah hari ini kita masih diberi rizki oleh Tuhan dan bisa makan”, akan tetapi pada hakekatnya, tenang saja toh akhir bulan rekening kita akan bertambah lagi karena ada setoran dari perusahaan. Itu yang terjadi pada saya selama 11 tahun selama menjadi seorang employee. Semoga kalian tidak terjebak seperti yang saya alami dulu, karena jika demikian segera luruskan niat dan kembalilah ke jalan yang benar. Saya tidak akan menyarankan anda untuk menjadi seorang pebisnis atau apapun karena itu pilihan, akan tetapi kebiasaan yang terjadi secara rutin dapat mengikis keyakinan kita akan kebergantungan kita kepada Tuhan hingga kita tidak mampu mendengar dan melihat keajaiban yang ditunjukkan Tuhan kepada kita setiap hari.

“Miracles happen everyday” and you’ll never realized. Dan parahnya bisa jadi kita lupa sejarahnya kita dulu seperti apa, hingga pada saat menduduki sebuah jabatan di perusahaan bisa memerintah anak buah seenaknya. Setiap detik Tuhan memberikan kasih dan sayang-Nya setiap hari, yes .. every single day even though every second.. dan apakah kita benar – benar menyadarinya dan mampu memaknainya dengan baik atau tidak. Untuk memahami makna memang diperlukan proses yang panjang, mulai mendengar, melihat, membaca, mengucapkan, mengerti, memahami, melakukannya, hingga memaknainya. Sebenarnya itulah yang harus kita lakukan sebagai seorang manusia agar dapat dekat penciptanya. 

Sebuah perasaan yang muncul secara alami dan tanpa paksaan harus selalu diasah sehingga senantiasa tajam dan tidak kotor oleh debu dan noda. Proses mengasah inilah yang kita jadikan acuan, tajam adalah sebuah hasil dan itu secara otomatis karena kita melakukannya secara terus menerus dan konsisten melakukannya.

Dengan begitu kita akan dapat melihat indahnya dunia ini dengan cara yang benar dan tidak dibuat buat tanpa paksaan atau apapun yang ingin kita bentuk supaya menjadi indah. Tidak ada lagi kesedihan, keraguan, kepedihan, kekhawatiran, dan perasaan apapun yang menafikkan perasaan takjub atas semua kejadian yang ditunjukkan Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya yang sempurna ini.

Semoga kalian yang membaca tulisan ini dapat mengambil hikamah dan memahaminya 😁

Dampak Tol Surabaya – Malang bagi pebisnis

Jalan raya tol surabaya – malang banyak menjadi perhatian masyarakat pada umumnya, terutama bagi para pebisnis. Menurut salah satu surat kabar Malang rencana pembangunan dimulai tahun 2015 dan tahun ini 2014 masih tahap pembebasan lahan. Baca lebih lanjut

Ngopi itu menambah konsentrasi

image

Kopi bagi sebagian orang yang memang menggandrunginya akan selalu mencarinya di setiap ada kesempatan. Berbeda dengan orang yang tidak suka kopi, mereka biasanya punya banyak alasan untuk menyatakan tidak minum kopi. Baca lebih lanjut

Menyelesaikan Leverage Session 5

Leverage Session 5

Di awal tahun baru 2013 ini kegiatan, pekerjaan, kesenangan kita mulai lagi. Menulis lagi apa juga masuk dalam daftar kesibukan ya :). Rasanya ingin kembali menulis meski dengan kondisi yang harus saya sesuaikan.

Kali ini saya ingin memulai dengan hal yang menyenangkan dulu. Nonton TV Series Amerika yang dulu sudah sempat saya tonton saat masih satu kantor dengan Aris danar, CEO dari WEBUNIK.NET. Mas aris ini sangat menyukai film, mulai box office hingga TV Series. Dulu masih jamannya Smallville, 24, dan masih banyak lagi.  Saya sendiri suka dengan film seri yang ringan – ringan yang salah satunya The listener dan Leverage. Minggu ini sudah saya tuntaskan untuk download The listener session 3 dan Leverage Session 5 dan sebagian sudah saya tonton. Baca lebih lanjut

Mengenang kembali masa lalu di Lucky Stone

Beberapa hari ini saya kembali membuka account facebook yang sudah lama tidak saya lihat timelinenya secara keseluruhan. Biasanya hanya sekilas saja apa yang ada didalamnya tanpa ada respon yang begitu serius. Kali ini saya ingin mengenang kembali masa – masa disaat semester akhir waktu kuliah. Saya tinggal disebuah rumah kos yang tidak ada ibu kosnya, yang mana berisi anak – anak kos saja dan seorang penjaga rumah yang bertugas membersihkan rumah disetiap paginya, Pak Min namanya.

Berkat Yohan Intan, anak madiun yang membuat group di Facebook bernama Lucky Stone ini. Memang nama kos kami ini dijuluki dengan nama itu karena alamatnya ada Jl. WatuMujur 1/20A, jadi Watu = Stone dan Mujur = Lucky. Padahal sebenarnya kata Mujur bisa berarti membujur seperti arah mata angin dalam bahasa jawa Mujur dan Malang alias Bujur dan Lintang. Kalau ada salah penafsiran mohon dibetulkan. Akan tetapi disini kami mengartikannya demikian.

Banyak sekali kenangan disana, keakraban antar generasi masih terjalin bagus mulai penghuni sebelumnya. Bahkan yang saya ingat mulai angkatan tahun 1994 masih ada yang main kesana waktu saya kos disana tahun 1999. Mengapa saya disana waktu itu dipelopori oleh Setiaji, salah seorang teman kampus yang pertama masuk kos itu. Seperti biasa, kami nebeng sesaat hingga akhirnya menetap disana.

Lucky Stone banyak meluluskan orang – orang yang luar biasa, ada Ari Sri Hartono (Ari Tulang), Setiaji Kurniawan, Elfan Setiawan, Yusron, (MITEK), Mungky (Teknik Mesin), Deni Agus/ Buluk (Teknik Elektro), Andhy Dharma Setyawan (Teknik Elektro), Tatan (Akuntansi), Lilik, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan. Saya sendiri memang bukan orang yang populer tapi saya sangat bersyukur dapat mengenal mereka – mereka penghuni kos ini.

Penampakan rumah kos kami ini bukanlah rumah sebuah rumah mewah yang bercat bagus dengan masing – masing kamar terdapat kamar mandinya sendiri. Karena jelas kami tidak mampu untuk menyewa rumah kos yang model seperti itu dan memang tipe rumah yang bagus saat itu hanya untuk kos putri. Entah mengapa hal ini seperti sudah menjadi hal yang umum bagi pemilik rumah bahwa kalau rumah mereka dikoskan ke anak laki – laki pasti penampakannya berubah.

Berikut ini sekilas kondisi rumah kos saat kami bernarsis ria yang saat itu teknologi Handphone belum mampu untuk kami miliki. Saat itu hanya sebatas HT dan telepon kabel yang ada dirumah kos itu.

Foto ini saya ambil dari group Lucky Stone di Facebook, banyak kenangan senang dan susah disana, mulai dari kisah percintaan, putus cinta yang termehek – mehek, sampai mengolok – olok anak fakultas perikanan dengan julukan pasukan bodrek, karena saat itu ngetrend iklan pasukan bodrek dimana sekelompok orang berbaris rapi layaknya seorang pasukan TNI.

Kenikmatan berbagi sangat terasa saat itu, dengan berbagai hobby masing – masing orang kami dapat bersatu menjadi sebuah keluarga yang hangat dan saling membantu. Sementara tulisan sampai disini dulu, jika ada yang mau menambahkan silahkan tulis kenangan kalian disini.

Kembali ngblog setelah mati suri

Bismillah, mulai hari ini saya akan berusaha kembali menuangkan segala sesuatunya dalam bentuk tulisan. Sudah hampir 1 tahun blog ini terbengkalai tanpa tulisan serasa mati suri tak ketahuan rimbanya 🙂

Alasan mengapa sampai hari ini blog ini mati suri mungkin banyak di alamai oleh teman – teman yang blognya mati, tapi saya tidak ingin blog ini mati selamanya. Semoga saya tetap semangat untuk menulis.

Terus terang sering sekali kemalasan dalam menulis melanda dengan berbagai macam dalih yang muncul dalam diri, tapi ya memang itu kesalahan saya pribadi paling besar porsinya sedangkan faktor luar sifatnya hanya mendukung keadaan yang tercipta.

Semalam rasanya mendapatkan banyak pencerahan dari kumpul – kumpul bersama teman kuliah dulu di mitek. Banyak sekali ide bisnis yang dapat segera direalisasikan. Semoga bulan depan sudah bisa segera terlaksana.

Manusia dan masalahnya

Seringkali aku mengeluh akan banyak hal, entah itu dikantor, rumah, jalan, dimana saja berada. Secara otomatis kata – kata keluhan muncul secara dramatis begitu mengalami sebuah kejadian yang tak diduga.

Semakin lama rasanya pikiran dan hati ini dipenuhi dengan masalah yang datang tak diundang tapi gak mau pergi.

Orang bijak bilang “masalah akan selesai seiring dengan berjalannya waktu, dan Tuhan tidak akan memberikan beban kepada makhluknya diluar batas kemampuannya.” Pada kenyataannya, banyak orang yang ambil jalan pintas untuk mengatasi permasalahan mereka.

Ya, manusia mana yang tidak mempunyai masalah, ada orang yang selalu memberikan pertolongan kepada orang lain meski dirinya juga dihimpit masalah. Akan tetapi lebih banyak orang yang berpikir untuk diri mereka sendiri, tidak peduli akan orang lain.

Entahlah, aku berada disisi yang mana. Semoga aku selalu membantu orang lain dan berharap bantuan dari Tuhan agar masalahku teratasi.

%d blogger menyukai ini: