Menyikapi kenaikan UMK 2014

Berita kenaikan UMK tahun 2014 sudah dihembuskan oleh pemerintah. Secara resmi memang belum diberitakan, akan tetapi isu ini sudah menjadi agenda tahunan di berbagai pihak. Banyak sekali pro dan kontra timbul akibat isu ini. Belum lagi perubahan regulasi pemerintah lokal maupun nasional yang masih simpang siur membuat para pengusaha bingung menentukan sikap dan kebijakan dalam bisnisnya.

Standarisasi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi acuan untuk peningkatan UMK dan selalu rancu dalam penetapannya. Karena sektor bisnis selalu bergerak didalamnya. Siklus ini seperti lingkaran yang saya sendiri agak kurang pas menyebutnya lingkaran setan karena kita para pelakunya bukanlah setan, melainkan manusia biasa🙂 Bagaimanakah cara menyikapi kondisi semacam ini menurut anda ?

Saya akan coba berbagi apa yang menjadi pemikiran saya saat ini dengan memberikan pemikiran langkah yang diambil untuk mengantisipasi gejolak UMK, diantaranya adalah :

  1. Memaksimalkan potensi karyawan yang ada dan tidak ada pemecatan kecuali dalam kondisi yang buruk atau bisa disebut diambang kepailitan. Karena beban karyawan sudah mencapai diatas 50% dari biaya produksi yang kita keluarkan. Saya memprediksi akan terjadi banyak pengurangan pegawai di tahun depan, jadi tidak perlu khawatir apabila kita melakukan tekanan kepada karyawan kita saat ini dan mereka tidak survive maka kita dapat menggantinya dengan stock karyawan yang telah di phk perusahaan lain.
  2. Perluas area market yang sudah ada. Dengan kondisi semacam ini market kemungkinan lesu atau bisa jadi market menggeliat dikarenakan UMK naik, maka daya beli masyarakat secara umum juga naik. Yang saya tangkap dari perilaku orang Indonesia “Konsumtif”. Orang – orang yang menyadari akan kenaikan UMK secara mental sudah beranggapan gaji mereka naik sekian persen atau sekian ratus ribu. Hal ini bisa kita tangkap juga sebagai peluang untuk memperluas market.
  3. Penghematan Biaya. Apabila ditahun ini kita sudah melakukan banyak efisiensi, maka tahun depan kita harus menciptakan kondisi yang lebih baik lagi. Baik itu system kerja yang dievaluasi, peralatan kerja, atau alternative bahan baku yang dapat kita hemat untuk mendapatkan hasil produksi yang sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditetapkan. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan antara lain :
    1. Bentuk kelompok kecil untuk memikirkan hal ini, seperti GKM (Gugus Kendali Mutu) dan SKK (Safety Kelompok Kecil)
    2. Buat sistem monitoring untuk mengontrol semua kegiatan usaha.
    3. Analisa sistem kerja dengan melibatkan karyawan yang menggeluti bidang dan posisinya secara langsung. Ajak karyawan berpikir bagaimana caranya sistem kerja mereka bisa efektif dan efisien baik secara waktu maupun biaya.
  4. Charity. Dalam hal ini kita bersedekah atau mengeluarkan dana untuk diberikan kepada orang – orang yang benar – benar membutuhkan dana tersebut. Apabila kesulitan menyalurkannya maka ambil saja salah satu lembaga amal yang cocok menurut anda. Bagaimanapun juga dalam hal apapun kita tidak dapat lepas dari campur tangan Tuhan.

Apabila masih ada ide lain yang dapat dibagikan, silahkan mengirimkan komentarnya disini. Demi kemajuan bisnis kita bersama dan lebih baik lagi kalau ada yang berkolaborasi untuk memperkokoh usaha dan tali silaturahim.

*sumber gambar : Sindonews.com

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: