Mengenang kembali masa lalu di Lucky Stone

Beberapa hari ini saya kembali membuka account facebook yang sudah lama tidak saya lihat timelinenya secara keseluruhan. Biasanya hanya sekilas saja apa yang ada didalamnya tanpa ada respon yang begitu serius. Kali ini saya ingin mengenang kembali masa – masa disaat semester akhir waktu kuliah. Saya tinggal disebuah rumah kos yang tidak ada ibu kosnya, yang mana berisi anak – anak kos saja dan seorang penjaga rumah yang bertugas membersihkan rumah disetiap paginya, Pak Min namanya.

Berkat Yohan Intan, anak madiun yang membuat group di Facebook bernama Lucky Stone ini. Memang nama kos kami ini dijuluki dengan nama itu karena alamatnya ada Jl. WatuMujur 1/20A, jadi Watu = Stone dan Mujur = Lucky. Padahal sebenarnya kata Mujur bisa berarti membujur seperti arah mata angin dalam bahasa jawa Mujur dan Malang alias Bujur dan Lintang. Kalau ada salah penafsiran mohon dibetulkan. Akan tetapi disini kami mengartikannya demikian.

Banyak sekali kenangan disana, keakraban antar generasi masih terjalin bagus mulai penghuni sebelumnya. Bahkan yang saya ingat mulai angkatan tahun 1994 masih ada yang main kesana waktu saya kos disana tahun 1999. Mengapa saya disana waktu itu dipelopori oleh Setiaji, salah seorang teman kampus yang pertama masuk kos itu. Seperti biasa, kami nebeng sesaat hingga akhirnya menetap disana.

Lucky Stone banyak meluluskan orang – orang yang luar biasa, ada Ari Sri Hartono (Ari Tulang), Setiaji Kurniawan, Elfan Setiawan, Yusron, (MITEK), Mungky (Teknik Mesin), Deni Agus/ Buluk (Teknik Elektro), Andhy Dharma Setyawan (Teknik Elektro), Tatan (Akuntansi), Lilik, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan. Saya sendiri memang bukan orang yang populer tapi saya sangat bersyukur dapat mengenal mereka – mereka penghuni kos ini.

Penampakan rumah kos kami ini bukanlah rumah sebuah rumah mewah yang bercat bagus dengan masing – masing kamar terdapat kamar mandinya sendiri. Karena jelas kami tidak mampu untuk menyewa rumah kos yang model seperti itu dan memang tipe rumah yang bagus saat itu hanya untuk kos putri. Entah mengapa hal ini seperti sudah menjadi hal yang umum bagi pemilik rumah bahwa kalau rumah mereka dikoskan ke anak laki – laki pasti penampakannya berubah.

Berikut ini sekilas kondisi rumah kos saat kami bernarsis ria yang saat itu teknologi Handphone belum mampu untuk kami miliki. Saat itu hanya sebatas HT dan telepon kabel yang ada dirumah kos itu.

Foto ini saya ambil dari group Lucky Stone di Facebook, banyak kenangan senang dan susah disana, mulai dari kisah percintaan, putus cinta yang termehek – mehek, sampai mengolok – olok anak fakultas perikanan dengan julukan pasukan bodrek, karena saat itu ngetrend iklan pasukan bodrek dimana sekelompok orang berbaris rapi layaknya seorang pasukan TNI.

Kenikmatan berbagi sangat terasa saat itu, dengan berbagai hobby masing – masing orang kami dapat bersatu menjadi sebuah keluarga yang hangat dan saling membantu. Sementara tulisan sampai disini dulu, jika ada yang mau menambahkan silahkan tulis kenangan kalian disini.

6 thoughts on “Mengenang kembali masa lalu di Lucky Stone

  1. setiaji April 9, 2012 pukul 2:34 am Reply

    udah abis kata-kata, ngga bisa gambarin perasaan yang ada kalau disuruh komen soal watu mujur hehehehe kata-kata itu terbatas, kawan…

    Suka

  2. ndhon April 11, 2012 pukul 8:09 pm Reply

    malam gak pernah tidur… tidur pagi, kalaupun malam bisa tidur, pagi2 sudah standby ngopi di balkon, walaupun tidak semua anak, cuma beberapa. kenangan yg akan slalu di ingat.

    Suka

    • page Juli 27, 2012 pukul 1:41 am Reply

      @ndhon

      Nang endi saiki??
      Brang siapa yg tidur di Bulan Ramdhan, lalu ia bangun, kemudian tidur lagi, kemudian bangun lagi, kemudian tidur lagi……..
      Ketahuilah bahwa ia sesungguhnya termasuk golongan pengikut MBAH SURIP

      Suka

  3. page Juli 27, 2012 pukul 1:49 am Reply

    Sam Babul, blog e di APDET dunks 🙂
    btw, nice inpo walaupun pict ane kagak ade ye di dokumentasinye 😀
    Saya beberapa kali pindah kost, honestly speaking, Lucky STone adalah satu-satunya tempat kost yg chemistrynya sungguh-sungguh menyenangkan bagi saya yg saat itu masih berstatus sbg seorang mahasiswa perantau…
    Saya sedih juga saat mendengar informasi LS ditutup/dibongkar, ya sudahlah, itu sudah menjadi takdir dari-Nya.
    Semoga ikatan silahturahmi diantara kita eks penghuni LS tetap terjalin, walaupun terbatas ruang dan waktu, dan semoga kita bisa menjadi muslim yang bermanfaat buat manusia lainnya.
    Baarakallahu fiikum

    Suka

  4. tatan suroboyo Oktober 29, 2014 pukul 11:10 am Reply

    wew….baru nemu blog ini. senengnya bisa ketemu konco2 lawas ex lucky stone.
    emang lucky stone sdh di bongkar ya, wah sedih donk kita gak bisa reunian disana 😦
    sama kayak si page, tuh fotoku gak muncul.
    sukses slalu buat kita semua ex lucky stone ya….

    Suka

    • Andhy Mei 11, 2016 pukul 11:59 pm Reply

      Reunian ngalam yukkk

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: