Beranalogi saja …

drops

Mari kita beranalogi ria tentang hak dan kewajiban.

Seperti layaknya kita seorang pekerja akan menuntut haknya 100% apabila kita sudah menunaikan kewajiban kita minimal 100% ato lebih. Dan biasanya menjadikan nilai tambah tersendiri kepada pihak pemberi jika kita memberikan sesuatu yang lebih dari kewajiban yang telah kita selesaikan, Normal bukan.

Sekarang kita kilas balik terhadap Tuhan, apakah kita sudah menunaikan kewajiban kita 100% atau lebih bahkan (apa mungkin) ? Setelah itu kita baru menuntut hak kita. (Surat Al-Fatihah : 4).

Aku pernah mendengar guru ngajiku dulu ceramah tentang Tuhan, "bahwa Keagungan Tuhan itu tidak dipengaruhi oleh makhluknya, meski seluruh makhluknya sujud dan memujinya sejak Alam diciptakan sampai Akhir Jaman maka Keagungan Tuhan tidak akan bertambah atau seluruh makhluknya Durhaka terhadap-Nya maka Keagungan-Nya tidak akan berkurang. Seumpamanya Rahmat Tuhan seluas samudera, maka yang diberikan kepada makhluknya tidak lebih dari setetes air yang diambil dari ujung jarum yang diclupkan di samudera itu dan menetes. Itu untuk seluruh makhluknya".

Walah kebayang gak, dan klo kita analogikan seperti pekerjaan diatas, masih pantaskah kita menuntut hak kita kepada Tuhan ? Sedangkan Nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita tak terhitung nilainya.

One thought on “Beranalogi saja …

  1. jauhari Mei 15, 2006 pukul 9:45 am Reply

    Masak sih?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: