Datangnya Perusahaan Asing di Bisnis Eceran Minyak Nusantara

Naiknya harga bensin men-jadi musibah bagi rakyat kecil, namun pada saat bersamaan menjadi berkah bagi perusahaan minyak kelas dunia.
Pembukaan keran bisnis hilir migas di Indonesia semakin mu-lus dengan harga minyak yang semakin mendekati harga pasar-an internasional. Ancang-ancang sudah diambil pelbagai perusa¬haan asing.
Langkah pertama diambil oleh Shell Indonesia. Perusaha¬an berlogo Cangkang Kerang Kuning yang membangun modal awalnya dengan eksploitasi di Nusantara itu akhirnya kembali muncul di bisnis retail.
Shell mengawali kiprahnya pada awal abad lalu dengan pe-ngeboran dan industri minyak di Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), Tarakan (Kalimantan Ti-mur), dan Cepu (Jawa Tengah). Ketika itu Shell bermitra dengan perusahaan minyak Belanda, yakni Bataafsche Petroleum Maj astchapij atau dikenal sebagai BPM.
Kiprah Shell berakhir seiring serangan Jepang ke Nusantara pada Perang Dunia II. Sumur-sumur dikuasai oleh Jepang di bawah komando Nampo Nen Rioso Butai di Singapura. Sele-pas perang, minyak menjadi mi-lik “rakyat Indonesia” lewat Per¬usahaan Pertamina.
Shell yang menjelma menjadi Royal Dutch Shell Pic, meski ke-hilangan sumber minyak di Nu¬santara, berhasil bertahan dan menjadi perusahaan kelas dunia, menggandeng modal Belanda-Inggris. Sebaliknya, korupsi me-landa dunia perminyakan Indo¬nesia semasa Orde Baru.
Keruntuhan industri minyak
di Indonesia, merupakan salah satu unsur dalam kerusakan ba-ngunan politik Orba
Akhirnya, Indonesia yang bu-kan lagi menjadi net produsen menyerah pada mekanisme pa-sar. Mujur bagi perusahaan mul-tinasional seperti Shell, Exxon¬Mobil, dan Petronas yang men-dapat angin segar dengan ke-naikan r
Kesalahan birokrat
Inilah ironi dunia, negara ber-kembang seperti Indonesia yang sangat patuh kepada kepenting-an kreditor, sementara sumber energi terns dikuras.
Negara kreditor telah mem¬bangun perekonomian dari basis industri teknologi rendah, me-nengah, dan maju secara disip-lin. Secara bersamaan pengem-bangan sektor jasa dan menta-litas melayani dibenahi untuk memberikan layanan prima.
Tak pelak, produsen minyak sekelas ExxonMobil ataupun Royal Dutch Shell sangat bermi-nat untuk masuk ke pasar Indo¬nesia. Wakil Presiden Shell In¬donesia Bidang Eksternal dan Urusan Bisnis Wally Saleh yang dihubungi menjelaskan, pasar Indonesia masih sangat menjan-jikan. Apalagi Shell berbekal pengalaman mengelola perusa¬haan secara profesional dari sek¬tor hulu hingga hilir.
Dalam pantauan Kompas, la¬yanan di Pompa Bensin Shell memang berbeda. Pengemudi bisa meninggalkan kendaraan untuk berbelanja di Shell Shop ataupun ke kamar kecil dengan aman. Seorang petugas akan mengisi bensin sesuai permin-taan. Sambil menunggu pengi-sian selesai, kaca depan njobil
Sejumlah pengendara mobil terlihat mengisi bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) swasta pertama yang dikelola oleh perusahaan perminyakan Shell di kawasan Karawaci, Tanggerang, Selasa (8/11). SPBU swasta pertama ini sudah beroperasi sejak seminggu lalu dan rencananya akan menambah stasiun baru di Jakarta. Dua produk unggulan mereka, Super dan Super Extra, dijual Rp 5.700 dan Rp 5.900 per liter.
Untuk perawatan mobil, akan dibersihkan secara cuma-cuma. Di sudut pompa bensin juga disediakan pengisian udara dan air secara gratis,
dise¬diakan berbagai jenis oli buatan Shell. Tak ketinggalan, para pe¬tugas selalu menyambut dan melayani dengan ramah seperti halnya pelayanan di hotel ber-bintang.
Yang juga berbeda, jarak an-tarpompa pengisian sangat lebar. Jika di dua pompa itu masing-masing ada mobil yang mengisi, mobil lain masih bisa melintas di antaranya. Ini jauh berbeda dengan SPBU yang ada seka-rang, yang sempit. Apalagi kalau banyak sepeda motor mengantre di setiap pompa!
Sejauh ini, Shell baru menjual bensin beroktan tinggi, Shell Su¬per (Oktan 92) seharga Rp 5.700 per liter dan Shell Super Extra (Oktan 95) seharga Rp 5.900 per liter.
dengan SPBU yang ada seka-rang, yang sempit. Apalagi kalau banyak sepeda motor mengantre di setiap pompa!
Sejauh ini, Shell baru menjual bensin beroktan tinggi, Shell Su¬per (Oktan 92) seharga Rp 5.700 per liter dan Shell Super Extra (Oktan 95) seharga Rp 5.900 per liter.
Dengan harga masih relatif mahal sekarang, memang baru mobil-mobil mewah yang meng¬isi di Shell. Tetapi, kalau peme-rintah kembali menaikkan harga BBM awal tahun depan, harga itu menjadi ^angat kompetitif.
Dengan harga masih relatif mahal sekarang, memang baru mobil-mobil mewah yang meng¬isi di Shell. Tetapi, kalau peme-rintah kembali menaikkan harga BBM awal tahun depan, harga itu menjadi Sangat kompetitif.

3 thoughts on “Datangnya Perusahaan Asing di Bisnis Eceran Minyak Nusantara

  1. Ojek Sepeda Wisata Desember 23, 2005 pukul 7:02 pm Reply

    wah kok ra nules maning ?

    Suka

  2. andi Desember 26, 2005 pukul 1:25 am Reply

    iya nih .. sibuk banget bulan ini .. ada project baru yng harus diselesaikan .. deadline tahun baru :((
    Semoga tahun depan bisa lebih giat nulis lagi

    Suka

  3. igan Januari 25, 2006 pukul 8:04 am Reply

    Iya nih.. semoga lebih rajin nulisnya. Enak baca tulisan orang yg ada di ym list gw.. hehhe..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: