DR. AZAHARI tertembak dan Tewas di Batu, Malang


Berita menggemparkan dan langsung menjadi Head Line News di berbagai media Tempo Detik dot Com Saat ini sedang menunggu konfirmasi dari kepolisian tentang test DNA dari DR. AZAHARI sendiri.

Tapi anehnya pada saat kapan kepolisian menemukan DNA DR.AZAHARI padahal baru dikenal saat terjadi BOM Bali pertama, dan sampai sekarang mayatnya juga belum diperlihatkan sehingga tidak terjadi kebohongan publik.
Kejanggalan kedua klo memang seperti yang diberitakan terjadi saling lempar BOM mengapa hanya atapnya yang rusak dan rumah tetangga tidak ada yang rusak, apakah BOMnya sekelas MERCON sehingga ledakannya tidak sehebat BOM – BOM yang lain.
Tadi pagi aku liat di Liputan 6 SCTV berdasarkan saksi mata sebelum terjadi ledakan ada beberapa orang sudah memperingatkan warga sekitar untuk sembunyi dirumah masing2x dan beberapa saat kemudian polisi sudah mendekati dan mengepung lokasi tersebut. Klo memang itu tempat DR. AZAHARI mengapa harus sembunyi dirumah, malah berbahaya klo terjadi ledakan maka sampai radius 100m misalnya seperti BOM Bali. Anehnya BOM tidak sampai merusak rumah hanya atap saja .. seolah – olah arah ledakan BOM keatas bukannya acak, hebat bener tuh yang buat :).

Opini ku saja sih .. apakah sedemikian putus asanya Kepolisian hingga membuat sebuah konspirasi seperti ini atau apakah sebenarnya DR.AZAHARI itu ada ? Yah bebas .. terserah beropini .. namanya juga otak atik otak 🙂 sah sah saja kan. Maafkan ya Pak Polisi bukan maksud menjelekkan tapi semoga saja ini beneran bukan seperti opiniku 🙂 biar Indonesia terasa lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.

11 thoughts on “DR. AZAHARI tertembak dan Tewas di Batu, Malang

  1. Jauhari November 10, 2005 pukul 4:03 am Reply

    Emang aneh tuh.

    Sangat janggal banget, dan orang sekelas AZHARI yang kata POLISI hebat dan JAGO BIKIN BOM bisa selengah itu?

    Apa sebenarnya si Azhari ini cuma tokoh FIKTIF yang dibesarkan media?

    wallahu alam. semoga yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

    Ya Allah bantulah hambaMu ini untuk lebih taat kepadamu, lebih bersujud kepadamu, dan bantulah pemimpin hamba membenai negeri yang KERING dari segala rasa syukur kepadaMu.

    Suka

  2. ary November 10, 2005 pukul 5:00 am Reply

    hehe kalo saya si nunggu test DNA DNA dicocokkan dengan keluarganya dunk mas anaknya khan masi ada bapaknya? ibuknya?, Tero sekelas Azhari dia adalah mindset bapaknya aksi tero di indonesia dia pasti tidak mau ketangkap polisi hidup2 karena selain masi banyak informasi yang ada ditangannya, ketangkap hidup2 bukan pilihan dia sama aja dengan mematikan lilin perjuangan salahnya, masi banyak akar yg lainnya. dia sudah merekrut beberapa orang untuk dikirim mati konyol bunuh diri sekaligus membunuhi saudara semuslimnya masak dia juga ga punya nyali untuk bunuh diri (pemahaman yg salah tentang jihad). soal ledakan yg ga se dahsyat bom bali? mungkin juga dia sudah kehabisan source bahan peledak karena banyaknya anggota2 dia yg udah ditangkap polisi dan juga penyitaan bahan peledak dikalimantan beberapa waktu yang lalu. Bom Bali 2 pun meledak hanya sekelas mercon biasa, so semoga deh yg meninggal itu adalah Azhari bahwa kebatilan akan selalu terhakimi kalo mo syahid langsung aja ke amerika bunuh George Bush yg udah mendukung yahudi, dan membunuh sodara2 muslim kita di Timur Tengah bukan dengan membunuhi sodara semuslim di tanah air ini, kok ga ngebom malaysia aja loh….

    Suka

  3. insan November 10, 2005 pukul 5:02 am Reply

    Jika tokohnya fiktif, memang biasanya langsung cepet dibikin modyar…biar pulisinya keliatan cerdas. Dan agar kebohongan yang selama ini ada, langsung tertutupi. Soalnya kalo kelamaan hidupnya, orang akan tahu kalo itu bo’ongan.
    Tapi kalo tokohnya riil…macem Osama bin laden misalnya, maka meskipun sudah bener2 mo’ik akan diskenario seakan masih hidup. Fungsinya agar issue terorisme masih tetap hidup langgeng. Sehingga makin banyak negara dan umat islam yg bisa di matiin.

    Suka

  4. yayax November 10, 2005 pukul 5:25 am Reply

    hehehehehe…. sebagai salah seorang yg punya malang, setuju banget gitu loh… polisi di Indonesia itu emang dasarnya nggak punya kemampuan apa2 buat nyeleseiin barang ginian…
    proyek melulu seh….
    itu cerita keliatan banget digede-gedein… biar dunia tau maksude, masa langsung divonis Azhari mati, padahal jasadnya aja belum ketemu, dan berani gembar gembor kaya gitu…

    dan lagi, apa bener tokoh yg namanya Azhari itu emang ada, bukan fiktif…
    rekayasa ‘Case Close’ kaya di film holywood itu biasa dilakukan mana nkala AMERIKA mengancam Indonesia di embargo, manakala tekanan dunia bahwa indonesia adalah negara teroris…
    akhirnya wujud ketakutan itu ya ky gini ini,… kenapa se nggak ada yg mikir mendingan di embargo, biar kita jd belajar apa artinya susah, supaya tau artinya nikmat…???
    masih ada sisi baiknya kok, indonesia di bom dan semakin banyak di bom kan mengurangi jumlah penduduk, biar nggak sumpek kaya gini… kucing mo pipis aja sulit cari tempat sembunyi… masya alloh….

    Suka

  5. andi November 10, 2005 pukul 6:19 am Reply

    ya, supaya tahu artinya nikmat maka harus tahu rasanya susah, sengsara. Supaya tahu artinya kaya maka harus pernah merasakan miskin. Mbok ya bangun to bapak – bapak petinggi negara. Jangan hanya memikirkan kenikmatan sesaat. Apa mungkin karena tahu bahwa hidup ini hanya sebentar, so gak peduli nasib anak cucu nantinya mo hidup seperti apa ?? Oh .. Malang nasibmu nak ..

    Suka

  6. mifta September 11, 2008 pukul 3:09 am Reply

    he…he ko q br tau klo dr azhri byk yg nyngka bo’ongan,

    Suka

  7. jeje Oktober 13, 2008 pukul 10:02 am Reply

    ya silahkan saja anda yang jadi polisi.. saya tunggu kehebatan anda

    Suka

  8. ayuk April 4, 2009 pukul 6:52 am Reply

    polisi kan juga manusia… yg bisa putus asa dan tertekan., ya gak ya gak.. he he he Dr. Azahari ? jika mmg dia msh hidup dia pasti sedang tertawa melihat sandiwara itu.

    Suka

  9. orang biasa Juni 4, 2009 pukul 10:47 am Reply

    Marilah kita hindari berprasangka buruk.. Jangan hanya karena segelintir orang, kemudian menjadikan hasil kerja rekannya tidak punya arti. Banyak saksi mata, bahkan keluarganya sendiri dengan jelas dan tidak ragu-ragu telah menerima jasadnya. Karena tidak hanya secara fisik dari ciri-cirinya dll, tetapi juga hasil pemeriksaan ilmiah telah meyakinkan, tidak ada yang meragukan. Nggak percaya sih boleh, tapi kalau faktanya berbicara lain, bagaimana ? Bukannya bikin malu bangsa di mata dunia ? Ntar bisa nambah predikat orang Indonesia : jago komentar tanpa dasar, jago suudzon, jago celometan, tidak bisa menghargai hasil karya orang lain seolah dirinya yang paling hebat padahal ndak ada apa-apanya.. Waah..Ampun daah..

    Suka

  10. turbulence Juli 20, 2009 pukul 1:46 pm Reply

    “Tapi anehnya pada saat kapan kepolisian menemukan DNA DR.AZAHARI padahal baru dikenal saat terjadi BOM Bali pertama, dan sampai sekarang mayatnya juga belum diperlihatkan sehingga tidak terjadi kebohongan publik”…..<<<< yang bikin pendapat ini juga sama gobloknya…ngerti prosedur tes dna nggak…kalo nggak mendingan diem dah. sampling test dna kan bisa dari dna orang tua atau sodara…nggak ngerti belagu. yang kayak gini bikin indonesia makin mundur dan ruwet

    Suka

  11. jihad Mei 9, 2013 pukul 8:22 pm Reply

    islam adalah calon2 manusia zombie dokrin tukang bual mamad dr mekah.liat aja paling2 yg dituduh agen israel amerika.parah umat mamad mikir pake dengkul.semakin belajar kitab mamad anda akan mengerti kenapa mereka gto

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: