
Isu subsidi BBM ditarik semakin santer pro dan kontra. Efek psikologis sudah nampak seiring dengan semakin membumbungnya harga Sembako atau bahan yang lain. Saat ini aku pun kena imbas dari kelangkaan minyak dan kenaikan harga Sembako.
Yo wes ngikut aja dulu selama jadi WNI ya harus terima keadaan bukan begitu
Sesuai dengan judul kali ini, demi menyehatkan badan, kantong, dan melakukan penghematan BBM aku sudah melakukan bike to work. Ya, memang sempat populer beberapa waktu yang lalu tapi yah namanya juga orang Indonesia
“worm - worm chicken shit” so, akhirnya pudar juga gerakan bike to work dikantor.
Dari sisi penghematan BBM coba kita berhitung sekilas saja, gak perlu sampai yang sangat detail dan akurat. Misalkan 1 orang menghabiskan 1 liter Bensin setiap harinya bisa dibayangkan jika ada 1000 orang dalam 1 kota saja seperti malang. 1000 liter perhari dibuang menjadi gas HC, CO, CO2 dan NOx pada bensin belum yang terjadi pada Solar yang lebih sedikit mengandung HC, dan CO tapi lebih banyak SO nya.
Kembali lagi ke perhitungan BBM Rp. 4,5 juta rupiah dikeluarkan oleh kita para pekerja yang pada naik motor setiap harinya dengan alasan ngirit ongkos karena angkot mahal. Efek seperti ini akan memperparah kondisi perekonomian kita mungkin
(sok pinter ya)
Belum lagi kendaraan roda 4 yang semakin lama semakin menyesakkan jalan - jalan di Malang ini atau Indonesia pada umumnya.
Solusi yang mungkin bisa ditawarkan adalah :
- Bike to Work
- Pembatasan pertumbuhan kendaraan baik roda 4 atau 2.
- Memberikan jaminan untuk ketepatan waktu kendaraan umum.
- Penghancuran Kendaraan bermotor yang sudah tua, mungkin yang lebih dari 10 tahun.
- Gunakan Jalur Kereta Api
asal gak telat aja dan performa yang bagus tentunya.
Ada yang punya solusi yang lain dan bisa menambahkan disini
Monggo dipersilahkan.


Mei 21, 2008 at 2:08 pm
ayo ayo…. cm saya gak punya sepeda, ki piye?
Mei 22, 2008 at 2:51 pm
ah.. sampeyan ini pasti guyon ya…
jarak rumah ke pabrik tempat saya mburuh itu 40 kilometer sekali jalan.. lha kalo ngontel apa dengkul saya gak mreteli ?
He..he.. tapi pingin nyoba juga sih.. nabung dulu buat beli onthel…
Mei 23, 2008 at 2:15 am
@sandynata
trus sepedanya dinaikkan di angkot .. kan jadi serasa naik sepeda :-p
Ya beli om, ato minjem sodara
@Kurnia_1
He he he ya naik angkot kang
Juni 1, 2008 at 2:17 pm
aku durung nduwe sepeda kang….
Juni 2, 2008 at 12:51 am
@Slamet
ya to.
Wah, klo orang sekelas mas Slamet Sepeda bukanlah barang mahal
Juni 9, 2008 at 2:14 pm
Selain kereta, ya jadwal naik kendaraan umumnya ditambah. Busway dan patas AC juga udah lumayan kok. Atau banyakin jalan kaki deh… Itung2 ngurangin polusi juga
Juni 22, 2008 at 2:59 pm
emang enak ya mas bike2work.
Sehat bagi jasmani,
juga sehat bagi kantong kita …
Kapan bersepeda bareng? biasanya tiap hari minggu saya rutin minimal 15 km
Juni 23, 2008 at 1:37 am
wah .. kang .. klo untuk 15 km belum biasa je
wong biasanya cuman 1 km 