Arsip untuk Juli, 2007|Halaman arsip bulanan
Tips Membuat Surat Lamaran Pekerjaan
Sudah ribuan lamaran kerja dikirim tapi belum ada balasan? Mungkin salah
satu tips dibawah ini adalah masalahnya..
1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls , sy brmskd mengisi lwg
yg bpk bthkn, rdri thn 1999 – 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma , di bag cln srv. dri
thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu. dri thn 2005- smp skrg jd
tkg pkr di BIp
2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN
sebagai bahan pertimbangan bapak , bersama ini saya sertakan :
a. foto copy KTP bapak saya
b. pas foto saya waktu disunat
c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya
d. bon hutang selama 1 tahun
e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya
3. BAHASANYA SOK GAUL
Dgn hromat banget , boss!!!!
halo boss , capee deeehhh!!!! apa kabar nich…..? baik baik aja dong ,
iya kan iya dong , bener kan bener dong….? saya mo ngelamar kerja
nich..boleh dong…please. ..boleh ya…?
4. BAHASANYA SOK PREMAN.
gue pernah kerja di kantor bokap, tapi lantaran gue sering bolos sama
sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!!
makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo , ga usah khawatir soal
jabatan deh…..gue sih yg penting dibayar gede sama elo. ok deh!! gue
tunggu panggilan kerja! dari elo di rumah gue , kalo sampe tiga hari belom
juga ada panggilan , elo bakal tau sendiri akibatnya… .!!!!!!!
5. BAHASANYA SOK AKRAB.
Dengan hormat ,
hai apa kabar nih…? baik baik aja kan …? saya juga ketika menulis
surat ini dalam keadaan sehat wal afiat, semoga kamu juga baik baik aja
seperti saya disini. ngomong ngomong gimana kabar anak anak , sehat kan
..? istri pasti makin cantik aja…..salam aja ya buat mereka. oya
..hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada
perusahaan kamu bisa kan?
6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE.
Dengan segala hormat,
Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di
ibukota yang oplagnya 3 juta exemplar per harinya , saya sangat tertarik
sekali dengan iklan yang anda muat di halaman 16 kolom 6 seperti pada
lampiran surat lamaran saya ini. oleh karena itu saya bermaksud untuk
melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya , dengan surat
lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua,
bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah
silaturahmi.
Baju-Baju yang Menipu
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji.
Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka
adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di
Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan
pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia
melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar
kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin
Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata
padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun
pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami
ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini,
bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia
tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa
mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan
meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti
kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin
mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung
untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju
pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah
gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami
memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik
Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard
senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita
menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya
untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat
sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard
menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan
sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk
seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu
universitas favorit kelas atas di AS.
Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan
lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,
kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena
baju-baju,acap menipu.
Mbah Marijan dan Harley
Di sore hari sambil nunggu buka puasa, Mbah Marijan naik motor 70an kesayangannya muter-muter kota. Tiba-tiba seorang pemuda pengendara motor Harley Davidson yang peuh tato dan berambut gondrong mendahuluinya dengan kecepatan tinggi.
Pemuda: Mbah……! pernah naik motor Harley?
M. Marijan: (dalam hati)…dasar pemuda sombong.
Kemudian mbah Marijan melanjutkan perjalanannya. Sampai di depan pertokoan di kota tersebut, pemuda gondrong tadi tiba-tiba mendahului mbah marijan dengan kecepatan tinggi sambil berkata “Mbaaaaahhh…! pernah naik harley?” sambil berlalu dengan motornya yang melaju cepat.
Mbah Marijan hanya tersenyum pahit dan berkata dalam hatinya “dasar anak muda sombong….masih minta orang tuanya aja udah sombong”
Tibalah Mbah Marijan di sebuah jalan yang menurun tajam dan di ujung jalan tersebut ada perempatan yang ramai, namun baru sampai di pertengahan turunan tersebut tiba-tiba pemuda tadi menyalip mbah Marijan yang lagi menikmati perjalanannya dan pemuda tersebut sambil berteriak pada mbah Marijan “Mbaaaaaaaaaaah….! pernah naik harley blum?”
Akhirnya kesabaran mbah Marijan mulai berkurang dan berkata dalam hati…”kayaknya perlu dikasih pelajaran nih anak muda.”
Sesampainya di perempatan jalan yang ada di ujung jalan tersebut, ternyata ada kecelakaan dan setelah dilihat ternyata pemuda gondrong yang mendahului mbah Marijan sambil terus berteriak menanyakan pernah naik harley belum.
Tanpa diduga oleh mbah Marijan, ternyata pemuda tadi masih bertanya dan berteriak pada mbah Marijan.
Pemuda: Mbaaaaaaaah pernah naik harley?
M Marijan: Sudah sekarat kok masih saja sombong to.
Pemuda: Bukan begitu mbah….kalo mbah pernah naik harley, aku cuma mo nanya REMNYA yang sebelah mana?”
M Marijan: $%#@%$
Komentar (2)
Komentar (2)
Tinggalkan sebuah Komentar