Arsip untuk Juni, 2007|Halaman arsip bulanan

SMS Malam Pertama

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.

Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua Orang Tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka
menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. Supaya praktis dan murah,berita dikirim lewat SMS.

3 hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah sebuah
SMS… yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana, “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari Iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi, “BESAR,KUAT dan BERSAHABAT!” .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke 4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, “NESCAFE”. Setelah membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi, “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”.

Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha..
hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang.

Hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu…

Memasuki hari ke 8… akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat, “CATHAY PASIFIC”.

Segera kedua orang tua mereka mencari Iklan penerbangan Cathay Pasific yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar, “7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP”.

Ketika Lelaki Berbohong

Selamat merenungi…

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. “Nyak nyak minyaaaaaaaaaaaaak”, teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung … lap … tenggelam deh ceritanya ….

Huuuuu … huuuu …. menangislah dia …. “Harus kuberi makan apa istriku nanti … huuu…”

Tiba-tiba … seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :
“Hai, BAJURI … kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?”
Ternyata …. namanya BAJURI … tahu juga ya itu Malaikat ….

“Oh, Malaikat … gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai …”
“Baiklah … aku akan ambilkan untukmu …”

Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan …

“Inikah punyamu?” tanya Malaikat … “Bukan … gerobakku tidak sebagus itu … mana mungkin penghasilan
saya yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit”

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.

“Inikah punyamu?” tanyanya lagi.
“Bukan, hai Malaikat yang baik … Punyaku cuma dari besi biasa … botolnya juga botol biasa …”

Lalu Malaikat itu pergi lagi … dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI.

“Inikah punyamu?”
“Alhamdulillah … benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku”.

Malaikat berkata”, Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah …. aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu …”

“???????? Alhamdulillah …. terima kasih ya Allah … terima kasih ya Malaikat …”

Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama …
Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari … Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut …

“Huuuuuuuuuuuuuuuuuu…. huuuuuuuuuuu ……. istriku … di mana engkau …..”, isaknya …

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi … “Kenapa lagi engkau, ya BAJURI ?”

“Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat …”
“Ohhh … tenang … aku ambilkan …”

Plash … Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach … yang ada tato mawar di perutnya …

“Inikah istrimu?” tanya Malaikat …

“Betul, Malaikat … dialah istriku …”

“Haaaaaa …. BAJURI!!!” Malaikat membentak marah. “Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?”

Sambil bergetar dan berjongkok … BAJURI berkata : “Ya, Malaikat … kalau aku jujur … nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira …
kalau kubilang lagi bukan … maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya … Lalu … engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali … dan engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku…
Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya … apalagi tiga-tiganya??? “

Malaikat pun termangu dan bengong …. “Benar juga kamu … kamu realistis ….”