Arsip untuk Februari, 2007|Halaman arsip bulanan
Fenomena Flue Burung dan Amerika
Mungkin kabar tentang Flu Burung (Avian Influenza) sudah bukan sesuatu yang luar biasa. Kita semua tahu Indonesia selalu terakhir dalam menangani setiap permasalahan global dan sekarang ini adalah tentang Flu Burung. Kita sering bertanya mengapa di Indonesia susah sekali memberantas yang namanya virus Flu Burung, sedangkan di negara yang lain sudah menunjukkan hasil yang lebih baik dari hari ke hari.
Apakah ini disebabkan karena kebebalan cara berpikir masyarakat kita yang kurang “cerdas” menyikapi penyakit ini atau kurang tanggapnya pemerintah atau mungkin bisa jadi hanya asal-asalan dalam memberantas. Menurut pengamatan saya pribadi, meski saya memang bukan seorang pakar tentang penyakit ini nampak kejanggalan di tubuh pemerintah mengapa sampai lambat sekali dalam menangani penyakit ini.
Langkah – langkah pemusnahan hewan unggas oleh instansi pemerintah adalah tindakan represif yang lumayan merugikan masyarakat, apalagi dengan biaya ganti rugi yang mungkin ada mungkin juga tidak. Dan anehnya lagi kasus seperti ini saya temui di Jawa Timur khususnya, terdapat informasi dari instansi pemerintah terkait memberikan surat edaran resmi kepada pemerintah daerah kotamadya/kabupaten untuk sesegera mungkin memusnahkan unggas yang ada didaerah mereka dan melakukan IMPOR PAHA AYAM DARI AMERIKA. Surat edaran ini yang sangat janggal terdengar apalagi ditambah dengan ancaman dari pihak Amerika bahwa jika pemerintah tidak melakukan impor paha ayam tersebut maka Amerika akan melakukan EMBARGO terhadap Indonesia. Mengapa demikian, TANYA KENAPA ?
Inkonsistensi Pemerintah
Saya kok heran dengan pemerintah Indonesia sekarang ini, katanya mendukung adanya gerakan linux-isasi, dimana masyarakat Indonesia diharapkan menggunakannya dan melakukan banyak sweeping tentang lisensi dan sertifikat dari aplikasi dan sistem operasi yang selama ini dipakai dan bajakan. Sedangkan pemerintah sendiri malah beli lisensinya microsoft. Mengapa tidak mulai membiasakan diri dulu baru melakukan himbauan2x kepada rakyatnya ..![]()
sumber : media indonesia
Ini mungkin hanya salah satu bentuk inkonsistensi pemerintah dalam berkata dan bertindak. Boleh gak ya kita menghakimi bahwa pemerintah kurang dalam melakukan sesuatu hal ? Atau memang dari dulu pemerintah memang belum pernah serius menangani masalah2x yang terjadi dinegeri tercinta ini.
Tapi saya yakin suatu saat nanti pemerintahan Indonesia akan berubah menjadi lebih baik, meski mungkin saya sudah di alam barzah
tapi kan harus optimis sebagai seorang muslim. Mungkin sebaiknya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan, himbauan, keputusan dan yang sebangsanya dilihat dulu apakah didalam tubuh pemerintahan sendiri sudah siap dan paling tidak sudah mulai merintis akan kebijakan tersebut, sehingga rakyatnya bisa mengikuti (kata iklan : Others can only follow). Rakyat kan hanya bisa mengikuti kebijakan pemerintah.
SHUBAH, apa itu ?
Apa itu Shuhbah ? Sebenarnya saya sendiri belum begitu paham, keterangan ini bukan bermaksud mengulas tuntas tentang Shuhbah tetapi hanya merecord dari penjelasan mbah DIPO saat kita melakukan komprens dengan jauhari. Shuhbah adalah salah satu cara Rasulullah dalam menyebarkan ISLAM secara kongkret alias melakukan pendampingan kepada ummat secara langsung kepada sahabat Rasul. Mungkin kata Shuhbah itu diambil dari kata Shohabat atau sahabat dalam bahasa kita, maafkan jika salah.
Perbedaan Shuhbah dengan Taklim
Mbah DIPO menganalogikan antara Shuhbah dengan Taklim itu dengan pelajaran berenang. Misalkan anda diberikan diktat dan pelajaran teori tentang berenang mulai jilid 1 – 10 dan sudah hafal semua, akan tetapi belum pernah sama sekali masuk kedalam kolam renang untuk mempraktekkannya. Nah ini yang dinamakan dengan Taklim, dimana anda duduk, diam, manggut2x dalam satu majelis kemudian pulang membawa catatan dan buku diktat yang tebal.
Sedangkan Shuhbah diibaratkan, praktek berenang dimana anda setiap hari meluangkan waktu anda untuk belajar berenang secara langsungn masuk ke kolam renang. Mungkin anda hanya tahu sekilas tentang teori berenang itu seperti apa. Anda terus berusaha untuk belajar berenang secara langsung dan ini kemungkinan keberhasilan dalam berenang lebih besar dibandingkan anda menghafal teori tentang berenang mulai jilid 1 – 10. Bukan berarti Taklim tidak diperlukan dalam berdakwah, akan tetapi taklim dijadikan sumber pengetahuan dan Shubah menjadi implementasi dari taklim tadi.
Untuk lebih jelasnya kita kembali ke mbah DIPO
Komentar (7)
Komentar (2)
Komentar (2)