Pengen rasanya bisa cerita tentang sesuatu secara panjang dan lebar, tapi kok pas ditengah perjalanan selalukehabisan bahan dan cenderung berulang - ulang sehingga terasa memaksakan diri untuk bercerita. Susah ya ternyata menuangkan ide,gagasan, cerita atau apa saja kedalam bentuk tulisan.

Pagi ini aku liat di ANTV di acara TOPIK pagi ini membahas tentang kemacetan jalan raya di Jakarta. Polda DKI memberikan komparasi tentang panjang jalan di DKI dengan banyaknya mobil yang beredar di DKI. Walah jauh banget, Panjang Jalan di DKI Tujuh ribu sekian Kilometer sedangkan Populasi Kendaraan Bermotor Hampir 5 Juta dimana 2.6 Jt adalah Sepeda Motor.

Dalam TOPIK diberitakan ada beberapa pengendara Motor dengan tanpa ragu membelokkan motornya ke jalur Busway dan pada saat seorang Polisi yang mengatur lalu lintas dengan alasan kemanusiaan mereka hanya menegur dan menyuruh Pemotor untuk kembali ke jalan yang sesuai dengan jalurnya. Kemudian sang reporter menanyakan alasannya mengapa tidak ditindak pengguna jalan yng nyelonong ke jalur busway ? Jawab sang Polisi : “Kejadian seperti banyak sekali lho, biar itu urusan Polantas saja. Saya kan cuma bantu ngatur lalulintas saja”.
Mungkin kejadi seperti ini sudah biasa bagi pengguna jalan di DKI, apalagi yang sudah biasa nyelonong ngambil jalur busway. Jadi inget dengan artikel yang kubaca kemaren di eramuslim yang penulisnya Bahtiar HS dengan membandingkan Kondisi Jalan antara Malaysia dan Surabaya. Yang perlu dibenahi adalah mentalitas Bangsa, bukan berarti solusi yang diberikan pak Sutiyoso tidak penting tentang membangun monorail sepanjang 30 km di Jakarta, yang menurutku memang luar biasa. Tetapi apakah itu akan menyelesaikan masalah kemacetan yang ada di Jakarta secara keseluruhan, sedangkan dengan adanya Busway saja DKI masih berhutang segitu besarnya (maaf tidak tahu nominalnya) ditambah lagi dengan investasi untuk monorail sebesar US$500 juta yang mana pak Sutiyoso meminta kepada pemerintah sebagai jaminannya. Apakah tidak semakin terpuruk Indonesia ini.
Wew .. Jakarta Kota Metropolitan yang bikin negara tambah “Melarat” .. Klo liat negara tetangga Nasionalisme jadi Drop deh .. yah .. semoga anak cucuku nanti mendapatkan negara yang lebih baik dari negara yang sekarang ini.
He he he .. lancar nih nulisnya .. semoga bisa terus


Juli 6, 2006 at 7:24 am
biar cucu dapet negara yang lebih baek ada 2 jalan yg bisa ditempuh :
1. nglemboro ke njaban rangkah, ngupoyo upo neng negeri boro.
2. masuk mesin waktu trus milih tahun jamannya walisongo…. meguru sama Sunan Kalijogo atawa Sunan Bonang…
Juli 23, 2006 at 11:36 am
hehehehe..
Seperti gw bilang, ini masalah pola pikir yang mengarat..
Agustus 4, 2006 at 9:55 am
tulisannya keren kok Mbah, tidak seperti pengakuan si mbah di paragraph pertama