Maafkan teman-teman,
Baru sekarang bisa nulis tentang mimpi, obsesi, keinginan, ato apalah yang jelas hutang ke Tika dan Ida
Aku nggak punya buku impian seperti Tika yang puanjaang banget… dan nggak punya kata-kata indah seperti Ida. Tapi aku hanya ingin hidup tenang dan meninggal dengan tenang. Aku ingin sekali bisa seperti anakku waktu lahir dia menangis tapi semua yang ada disekitarnya bersyukur dan tertawa gembira, jadi waktu aku meninggal nanti aku ingin orang-orang disekitarku bisa melepas kepergianku dengan ikhlas dan aku bisa tenang keluar dari dunia yang memusingkan ini
he he he.. pusing bener aku klo mikiri dunia ini .. payah negeri ku ini.
Sudah itu saja teman, maafkan sudah lama menunggu :)


Juni 23, 2006 at 3:01 am
Ha ha ha haa
Ngomong opo cak?
Juni 23, 2006 at 3:04 am
namanya juga Impian boss
sah .. sah .. saja kan
Juni 23, 2006 at 3:05 am
He..he..iya Pak, kok mimpinya sama kayak aku ya. namanya juga manusia..pengennya yg ena-enak aja deh. Hidup dengan tenang dunia dan akherat…setujuuuuu
Juni 23, 2006 at 8:27 am
Kowe kok dadi melo tho sam… opo bar padu karo bojomu??
Rasah kakehan ngimpi, ndak boros shampoo (iki ngimpi opo tho?)…
Yen sajake ngimpi apik, konsultasikan sama bang Johar, siapa tahu nomernya tembus….ha..ha..ha