Arsip untuk Januari, 2006|Halaman arsip bulanan

Indahnya keterikatan

Borgol

Tidak ada sesuatu yang bebas di alam raya ini.

Kalimat ini baru muncul dipikiranku saat pulang dari kantor kemaren sore, saat hujan gerimis.

Sebenarnya sudah aku merasakan ketidakbebasan ini saat aku iseng keluar malam-malam karena gak bisa tidur. Aku melihat bintang yang bertebaran di langit sambil berpikir seenaknya dan muncul pernyataan bahwa bintang itu beredar sesuai dengan garis edarnya, bumi, bulan, matahari, dan yang membuat aku kaget saat aku punya pemikiran bahwa manusiapun “terpenjara”. Banyak DPR, MPR, Ormas, LSM, NGO, yang mengumandangkan tentang kebebasan, demokrasi yang bebas, negara yang merdeka. Pada intinya setiap individu manusia akan selalu terikat dan terbelenggu. Mungkin mereka ini belum menyadari bahwa tidak ada kebebasan yang mutlak di alam semesta ini, semua pasti tunduk pada aturan baik itu terulis ataupun tidak, yang pada akhirnya saling gontok-gontokan cari menang sendiri atau kelompok.

Coba kita sadari tentang semua keterikatan yang ada pada diri kita masing-masing.

Sejak kita lahir sudah ditetapkan Tuhan bahwa kita tidak bebas bergerak seperti sekarang, hanya bisa nangis dan ketawa, belum bisa bicara dan berlari seperti sekarang. Makanan yang dimakanpun masih sangat terbatas. Ketika sudah mulai tumbuh dan berkembang kita sudah harus taat pada aturan orang tua, komunitas, agama, dan lain sebagainya. Maka kita juga terikat dan tidak bebas melakukan apa saja. Secara tidak sadar kita terpenjara oleh semuanya itu dan itu yang membuat orang pusing dan tidak puas dengan berbagai macam hal, seperti pekerjaan yang mengikat, rumah tangga / keluarga, negara, lingkungan sekitar, pergaulan, dan lain sebagainya.

Lain halnya apabila kita sadar bahwa hidup ini penuh dengan keterikatan. Maka akan muncul Toleransi, pengertian, menghargai, memaafkan, syukur, pujian.
Dengan kesadaran akan keterikatan kita dengan orang lain, system, aturan tertulis ataupun tidak, kita akan merasa lebih tenang dan dapat melihat indahnya dunia yang diciptakan Tuhan dan akan selalu mengagumi-Nya. Coba saja kita pikirkan apabila semua yang ada di alam ini dapat melakukan sesuatu sekehendak hatinya, semaunya sendiri, mungkin kita belum sampai lahir sudah hancur alam semesta ini. Matahari berputar seenaknya, bumipun demikian, galaxy dan lain sebagainya entah akan terjadi seperti apa.