<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ruqyah Syirik &#8230;</title>
	<atom:link href="http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/</link>
	<description>Ambil Nikmatnya ajah ..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 10:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: najwa</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-979</link>
		<dc:creator>najwa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:43:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-979</guid>
		<description>hati-hati bisa jadi Attheis ! buktinya ga percaya ghoib tuh, ghoib itu ada harus kita imani bukan ditakuti, yg syiriknya kita sepakat harus dibasmi.bid&#039;ahnya juga. apalagi pemahaman yg keliru para pakar persis ini. ikuti pemahaman yang benar pemahaman sahabat nabi, merekalah murid-murid terbaik nabi. nabi tidak pernah mengajarkan bermadzhab apalagi fanatik golongan. yang nabi ajarkan adalah mengajak kaum muslimin untuk fanatik kpa Allah dan Rosulnya. satukan kaum muslimin dalam aqidah dan pemahaman yang benar yg diajarkan Allah dan Rosulnya. para pakar kayaknya antum semua harus pada belajar lagi tafsir surat albaQoroh ayat 1 sampe 3. ingat ! sesui pemahaman yg nabi pahami dan ajarkan kepada Sahabat-sahabatnya.(Rodhi Allohu anhum wa Rodhu anhu. INGAT !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hati-hati bisa jadi Attheis ! buktinya ga percaya ghoib tuh, ghoib itu ada harus kita imani bukan ditakuti, yg syiriknya kita sepakat harus dibasmi.bid&#8217;ahnya juga. apalagi pemahaman yg keliru para pakar persis ini. ikuti pemahaman yang benar pemahaman sahabat nabi, merekalah murid-murid terbaik nabi. nabi tidak pernah mengajarkan bermadzhab apalagi fanatik golongan. yang nabi ajarkan adalah mengajak kaum muslimin untuk fanatik kpa Allah dan Rosulnya. satukan kaum muslimin dalam aqidah dan pemahaman yang benar yg diajarkan Allah dan Rosulnya. para pakar kayaknya antum semua harus pada belajar lagi tafsir surat albaQoroh ayat 1 sampe 3. ingat ! sesui pemahaman yg nabi pahami dan ajarkan kepada Sahabat-sahabatnya.(Rodhi Allohu anhum wa Rodhu anhu. INGAT !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaki</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-978</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-978</guid>
		<description>SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?
SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?
 




Allah Ta’ala telah menyebutkan di dalam banyak ayat dalam al-Qur`an bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi kita. Di antaranya firman Allah Ta’ala, artinya, “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168). 


Dan Allah Ta’ala juga telah menjelaskan, betapa syetan sangat berambisi untuk menyesatkan hamba-hamba Allah Ta’ala dari jalanNya, memalingkan mereka agar tidak beribadah kepada Allah Ta’ala semata (mentauhidkannya). Bahkan syetan menakut-nakuti manusia dan mengganggu mereka di setiap hal dan di setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Maka tidak heran kalau kita mendapatkan fenomena kesurupan (kemasukkan jin) yang acap kali terjadi pada seseorang yang berakhir dengan tragedi yang menyedihkan seperti orang tersebut menjadi gila atau dijemput ajalnya yang disebabkan oleh gangguan jin tersebut. Dan sekaligus menunjukkan betapa kita ini lemah, sehingga butuh kepada perlindungan yang dapat melindungi kita dari gangguan syetan ini. Dan tidak kita ragukan lagi bahwa tidak ada perlindungan yang dapat melindungi kita dari itu semua melainkan meminta perlindungan tersebut dari Dzat Yang Maha kuasa Allah Ta’ala yang menciptakan syetan tersebut. 


Ibnu al-Qayyim rahimahullah menyebutkan di dalam kitab Bada`i’u al-Fawa`id pada akhir juz ke dua, sepuluh sebab yang dengannya seorang hamba berlindung dari syetan, yakni: 


1) Perlindungan Pertama: mengucapkan, Isti’adzah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.). Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” 


Kemudian beliau menyebutkan dalil-dalilnya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala , artinya, “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-A’raf: 200) 


Dan tidak diragukan lagi, bahwa Isti’adzah (memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala) merupakan seutama-utamanya pendekatan diri (kepada Allah Ta’ala). Isti’adzah (itu sendiri) artinya, adalah perlindungan dan penjagaan sedangkan hakikatnya adalah pergi dari sesuatu yang anda takuti kepada orang (dzat) yang dapat melindungi anda. 


Orang yang berlindung kepada Allah Ta’ala, sungguh dia telah pergi dari apa yang menyakitinya, membahayakannya atau membinasakannya kepada Rabbnya dan pemiliknya (rajanya), dan ia pergi kepadaNya serta menyerahkan diri di hadapanNya, berlindung kepadaNya, memohon pertolonganNya dan menyandarkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Dan inilah penjelasan dan pemahamannya, jika tidak, maka apa yang diyakini dengan hati berupa menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala, berlindung kepadaNya, dan menyerahkan diri di hadapanNya, merasa butuh kepadaNya, serta merasa hina di hadapannya merupakan perkara yang tidak tercakup oleh suatu ungkapan/penjelasan. Maka kapan pun seseorang merasakan bahwa setan memeranginya, menipunya, dan berusaha membinasakannya, sedangkan dia mengetahui bahwa Rabbnya yang memberikan kekuasaan kepadanya dan dialah yang memiliki kekuatannya dan yang mampu mengusirnya serta menghinakannya, maka dia menyandarkan diri kepada Rabbnya dan merasa akan kelemahannya untuk melawannya, dan dia pun meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala berupa kebenaran dan keikhlasan. Sesungguhnya Rabbnyalah yang melindunginya dan menolak semua tipu daya setiap penipu. 


2) Perlindungan ke dua: Membaca dua surat al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas). 


Sesungguhnya kedua surat ini (al-Falaq dan an-Nas) memiliki pengaruh yang dahsyat dalam menjaga atau melindungi seorang hamba yang ikhlas dari kejahatan syetan dan tipu dayanya yang lemah. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, “Tidaklah berlindung orang-orang yang meminta perlindungan dengan yang lebih utama dari keduanya” (Surat al-Falaq dan Surat an-Nas)”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, maukah kamu kuberitakan tentang sesuatu perlindungan yang paling utama yang dengannya orang-orang berlindung?. Dia menjawab, “Ya, wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Qul A‘udzu bi Rabbi al-Falaq’ (surat al-Falaq) dan ‘Qul A’udzu bi Rabbi an-Nas’ (surat an-Nas), kedua surat ini.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albani). Karena pada keduanya terdapat permohonan perlindungan kepada Allah Ta’ala dari semua kejahatan/ keburukan. Ibnu Qayyim rahimahullah menguatkan, bahwa gangguan (was-was) berasal dari jin dan manusia. 


3) Perlindungan ke tiga: Membaca ayat kursi. 


Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, “Apabila kamu hendak berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi, maka niscaya Allah Ta’ala akan senantiasa menjagamu dan syetan pun tidak akan mendekatimu sampai waktu pagi tiba.” (HR. al-Bukhari). Dan banyak sekali dalil-dalil dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaannya. 


4) Perlindungan ke empat: Membaca surat al-Baqarah. 


Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya tidak akan dimasuki oleh syetan.” (HR. Muslim) 


5) Perlindungan ke lima: Penutup/ dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah. 


Sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih yang marfu’, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah dalam satu malam niscaya keduannya menjaganya dari segala kejahatan.” (Muttafaq ‘alaih). Dan dalam hadits yang lain, “Dan jika keduanya tidak dibacakan (dua ayat terakhir surat al-Baqarah) di dalam suatu rumah selama tiga malam, maka niscaya syetan akan mendekatinya.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani). 


6) Perlindungan ke enam: Membaca awal surat Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai firman Allah Ta’ala, “Hanya kepada-Nyalah tempat kembali (semua makhluk)” dan ayat kursi. 


Dalilnya adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa membaca Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai (firman Allah Ta’ala), “KepadaNya lah tempat kembali” dan ayat kursi di waktu pagi niscaya dia akan terjaga dengan keduanya sampai dia berada di sore hari dan barangsiapa yang membaca keduanya di waktu sore niscaya dia akan terjaga dengan keduanya hingga dia berada di pagi hari.” 


7) Perlindungan ke tujuh: Membaca, 


(لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ), artinya, “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” sebanyak seratus kali. 


Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca, (لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ) “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti/ sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan atau dosa dan ia menjadi pelindung baginya dari godaan syetan pada hari itu sampai ia berada di sore hari, dan tidak ada seorang pun yang membawa sesuatu yang lebih utama dari apa yang dibawa olehnya kecuali seorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). 


8) Perlindungan ke delapan: Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala. 


Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut, dan sungguh benar, bahwa syetan lari, apabila mendengar adzan dikumandangkan dan begitu juga pada semua dzikir. Di antara hadits-hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku menyuruh kalian untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala, sesungguhnya perumpamaan hal itu seperti perumpamaan seorang yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sampai ia mendatangi sebuah benteng yang kokoh, lalu melindungi dirinya dari mereka. Begitu pun seorang hamba tidak lah ia menjaga atau melindungi dirinya dari godaan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits Hasan Gharib Shahih”). 


9)Perlindungan Ke sembilan: Melakukan wudhu dan shalat. 


Dan ini merupakan seagung-agungnya penjagaan atau perlindungan. 


Ketika dalam keadaan marah dan syahwat, maka sungguh keduanya adalah api sedangkan wudhu dan shalat dapat memadamkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan, sedangkan syetan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api hanyalah dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). 


10) Perlindungan Ke sepuluh: Menahan pandangan, ucapan, makan, dan berinteraksi dengan manusia secara berlebihan. 


Hal ini dilarang karena syetan masuk bersamaan dengan sikap berlebihan ini. Dan karena pandangan merupakan salah satu panah Iblis. Dan sungguh Ibnu al-Qayyim rahimahullah telah menjelaskan secara panjang lebar tentang sikap berlebihan ini. Allah Ta’ala a’lam. 




Oleh : Abu Nabiel 
Sumber: Bada`i’u al-Fawa`id, Ibnu al-Qayyim rahimahullah dan An-Nuqath al-‘Asyarah adz-Dzahabiyah, Abdur Rahman bin ‘Ali ad-Dusari.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?<br />
SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?</p>
<p>Allah Ta’ala telah menyebutkan di dalam banyak ayat dalam al-Qur`an bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi kita. Di antaranya firman Allah Ta’ala, artinya, “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168). </p>
<p>Dan Allah Ta’ala juga telah menjelaskan, betapa syetan sangat berambisi untuk menyesatkan hamba-hamba Allah Ta’ala dari jalanNya, memalingkan mereka agar tidak beribadah kepada Allah Ta’ala semata (mentauhidkannya). Bahkan syetan menakut-nakuti manusia dan mengganggu mereka di setiap hal dan di setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Maka tidak heran kalau kita mendapatkan fenomena kesurupan (kemasukkan jin) yang acap kali terjadi pada seseorang yang berakhir dengan tragedi yang menyedihkan seperti orang tersebut menjadi gila atau dijemput ajalnya yang disebabkan oleh gangguan jin tersebut. Dan sekaligus menunjukkan betapa kita ini lemah, sehingga butuh kepada perlindungan yang dapat melindungi kita dari gangguan syetan ini. Dan tidak kita ragukan lagi bahwa tidak ada perlindungan yang dapat melindungi kita dari itu semua melainkan meminta perlindungan tersebut dari Dzat Yang Maha kuasa Allah Ta’ala yang menciptakan syetan tersebut. </p>
<p>Ibnu al-Qayyim rahimahullah menyebutkan di dalam kitab Bada`i’u al-Fawa`id pada akhir juz ke dua, sepuluh sebab yang dengannya seorang hamba berlindung dari syetan, yakni: </p>
<p>1) Perlindungan Pertama: mengucapkan, Isti’adzah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.). Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” </p>
<p>Kemudian beliau menyebutkan dalil-dalilnya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala , artinya, “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-A’raf: 200) </p>
<p>Dan tidak diragukan lagi, bahwa Isti’adzah (memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala) merupakan seutama-utamanya pendekatan diri (kepada Allah Ta’ala). Isti’adzah (itu sendiri) artinya, adalah perlindungan dan penjagaan sedangkan hakikatnya adalah pergi dari sesuatu yang anda takuti kepada orang (dzat) yang dapat melindungi anda. </p>
<p>Orang yang berlindung kepada Allah Ta’ala, sungguh dia telah pergi dari apa yang menyakitinya, membahayakannya atau membinasakannya kepada Rabbnya dan pemiliknya (rajanya), dan ia pergi kepadaNya serta menyerahkan diri di hadapanNya, berlindung kepadaNya, memohon pertolonganNya dan menyandarkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Dan inilah penjelasan dan pemahamannya, jika tidak, maka apa yang diyakini dengan hati berupa menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala, berlindung kepadaNya, dan menyerahkan diri di hadapanNya, merasa butuh kepadaNya, serta merasa hina di hadapannya merupakan perkara yang tidak tercakup oleh suatu ungkapan/penjelasan. Maka kapan pun seseorang merasakan bahwa setan memeranginya, menipunya, dan berusaha membinasakannya, sedangkan dia mengetahui bahwa Rabbnya yang memberikan kekuasaan kepadanya dan dialah yang memiliki kekuatannya dan yang mampu mengusirnya serta menghinakannya, maka dia menyandarkan diri kepada Rabbnya dan merasa akan kelemahannya untuk melawannya, dan dia pun meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala berupa kebenaran dan keikhlasan. Sesungguhnya Rabbnyalah yang melindunginya dan menolak semua tipu daya setiap penipu. </p>
<p>2) Perlindungan ke dua: Membaca dua surat al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas). </p>
<p>Sesungguhnya kedua surat ini (al-Falaq dan an-Nas) memiliki pengaruh yang dahsyat dalam menjaga atau melindungi seorang hamba yang ikhlas dari kejahatan syetan dan tipu dayanya yang lemah. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, “Tidaklah berlindung orang-orang yang meminta perlindungan dengan yang lebih utama dari keduanya” (Surat al-Falaq dan Surat an-Nas)”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, maukah kamu kuberitakan tentang sesuatu perlindungan yang paling utama yang dengannya orang-orang berlindung?. Dia menjawab, “Ya, wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Qul A‘udzu bi Rabbi al-Falaq’ (surat al-Falaq) dan ‘Qul A’udzu bi Rabbi an-Nas’ (surat an-Nas), kedua surat ini.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albani). Karena pada keduanya terdapat permohonan perlindungan kepada Allah Ta’ala dari semua kejahatan/ keburukan. Ibnu Qayyim rahimahullah menguatkan, bahwa gangguan (was-was) berasal dari jin dan manusia. </p>
<p>3) Perlindungan ke tiga: Membaca ayat kursi. </p>
<p>Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, “Apabila kamu hendak berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi, maka niscaya Allah Ta’ala akan senantiasa menjagamu dan syetan pun tidak akan mendekatimu sampai waktu pagi tiba.” (HR. al-Bukhari). Dan banyak sekali dalil-dalil dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaannya. </p>
<p>4) Perlindungan ke empat: Membaca surat al-Baqarah. </p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya tidak akan dimasuki oleh syetan.” (HR. Muslim) </p>
<p>5) Perlindungan ke lima: Penutup/ dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah. </p>
<p>Sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih yang marfu’, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah dalam satu malam niscaya keduannya menjaganya dari segala kejahatan.” (Muttafaq ‘alaih). Dan dalam hadits yang lain, “Dan jika keduanya tidak dibacakan (dua ayat terakhir surat al-Baqarah) di dalam suatu rumah selama tiga malam, maka niscaya syetan akan mendekatinya.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani). </p>
<p>6) Perlindungan ke enam: Membaca awal surat Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai firman Allah Ta’ala, “Hanya kepada-Nyalah tempat kembali (semua makhluk)” dan ayat kursi. </p>
<p>Dalilnya adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa membaca Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai (firman Allah Ta’ala), “KepadaNya lah tempat kembali” dan ayat kursi di waktu pagi niscaya dia akan terjaga dengan keduanya sampai dia berada di sore hari dan barangsiapa yang membaca keduanya di waktu sore niscaya dia akan terjaga dengan keduanya hingga dia berada di pagi hari.” </p>
<p>7) Perlindungan ke tujuh: Membaca, </p>
<p>(لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ), artinya, “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” sebanyak seratus kali. </p>
<p>Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca, (لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ) “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti/ sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan atau dosa dan ia menjadi pelindung baginya dari godaan syetan pada hari itu sampai ia berada di sore hari, dan tidak ada seorang pun yang membawa sesuatu yang lebih utama dari apa yang dibawa olehnya kecuali seorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). </p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Perlindungan ke delapan: Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala. </p>
<p>Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut, dan sungguh benar, bahwa syetan lari, apabila mendengar adzan dikumandangkan dan begitu juga pada semua dzikir. Di antara hadits-hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku menyuruh kalian untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala, sesungguhnya perumpamaan hal itu seperti perumpamaan seorang yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sampai ia mendatangi sebuah benteng yang kokoh, lalu melindungi dirinya dari mereka. Begitu pun seorang hamba tidak lah ia menjaga atau melindungi dirinya dari godaan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits Hasan Gharib Shahih”). </p>
<p>9)Perlindungan Ke sembilan: Melakukan wudhu dan shalat. </p>
<p>Dan ini merupakan seagung-agungnya penjagaan atau perlindungan. </p>
<p>Ketika dalam keadaan marah dan syahwat, maka sungguh keduanya adalah api sedangkan wudhu dan shalat dapat memadamkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan, sedangkan syetan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api hanyalah dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). </p>
<p>10) Perlindungan Ke sepuluh: Menahan pandangan, ucapan, makan, dan berinteraksi dengan manusia secara berlebihan. </p>
<p>Hal ini dilarang karena syetan masuk bersamaan dengan sikap berlebihan ini. Dan karena pandangan merupakan salah satu panah Iblis. Dan sungguh Ibnu al-Qayyim rahimahullah telah menjelaskan secara panjang lebar tentang sikap berlebihan ini. Allah Ta’ala a’lam. </p>
<p>Oleh : Abu Nabiel<br />
Sumber: Bada`i’u al-Fawa`id, Ibnu al-Qayyim rahimahullah dan An-Nuqath al-‘Asyarah adz-Dzahabiyah, Abdur Rahman bin ‘Ali ad-Dusari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaki</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-977</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:18:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-977</guid>
		<description>KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA
 

 

Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam Tubuh Manusia. 


 

Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi rahimahullah berkata, “Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya.” (lihat: Tafsir al-Qurtubi, 30/230) 

 

Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu Abban binti al-Wazi’ dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang kesurupan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Dekatkan ia kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul punggungnya seraya berkata, ‘Keluarlah wahai musuh Allah !,’ kemudian ia pun kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh).” 

 

Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh darah.” 




Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin) 


Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya: Syaikh Wahid Abdus Salam Bali): 


 

Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut. 

 

Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di lubang atau selainnya. 

 

Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa sebab, sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu. 




Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi. 


 

Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala secara terus-menerus dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta’ala, setan pun akan semakin jauh dari manusia. 

 

Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi berikut: 

 

a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi. 

 

b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan air panas atau melempar sesuatu yang berat. 

 

c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi. 


 

3. Berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang lainnya. 

 

4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah memohon dengan nama Allah Ta’ala agar dia mau keluar. 

 

5. Tidak mendengarkan lagu dan musik. 

 

6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang diharamkan Allah Ta’ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat) karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan. 

 

7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama’ah. 

 

8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi, kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari. 

 

9. Membiasakan berjama’ah dan tidak menyendiri seperti ketika bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala dan memohon perlindungan kepadaNya. 

 

10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan menggunakan tulang atau kotoran binatang. 

 

11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur serta meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala. 

 

12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala dan mendekatkan dirinya kepada setan. 




Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan. 


 

Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan. 

Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan dengan tartil ayat-ayat (al-Qur’an) yang dapat mengusir setan, seperti membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah; al-Mu’awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan “dapat mengusir setan”. 


 

Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan. 

Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu wajib atasnya hal-hal berikut : 


 

Menjaga shalat berjamaah. 

 

Berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap waktu, khususnya pada waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan). 

 

Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi. 

 

4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu. 

 

5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur’an dan membacanya. 



Peringatan-peringatan Bagi Penerapi 


 

Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil, menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta’ala dan bacakanlah pula kepadanya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah.” 

 

Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu marah. 

 

Jin terkadang berkata kepadamu, “Kamu adalah seorang lelaki yang shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu,” maka katakan kepadanya, “Saya adalah hamba Allah Ta’ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata karena ketaatanmu kepada Allah Ta’ala dan rasulNya shallallahu ’alaihi wasallam.” 

 

Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta’ala. Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta’ala. 

 

Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu’ dan dengan suara yang terdengar. 

 

Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ’alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi semata-mata hanya menaati Allah Ta’ala. Dan jika jin tersebut menyuruh kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah dia hukuman atas hal itu. 

 

Jika Allah Ta’ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada Allah Ta’ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan kezhaliman ini. 

 

Apabila Allah Ta’ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, “Aku telah mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya”, akan tetapi katakanlah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang telah menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta’ala lah yang telah mengeluarkannya.” Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub), sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang paling besar. 



Oleh : Abu Nabiel 
SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin Muhammad bin Mahdi al-Qarni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA</p>
<p>Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam Tubuh Manusia. </p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi rahimahullah berkata, “Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya.” (lihat: Tafsir al-Qurtubi, 30/230) </p>
<p>Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu Abban binti al-Wazi’ dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang kesurupan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Dekatkan ia kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul punggungnya seraya berkata, ‘Keluarlah wahai musuh Allah !,’ kemudian ia pun kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh).” </p>
<p>Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh darah.” </p>
<p>Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin) </p>
<p>Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya: Syaikh Wahid Abdus Salam Bali): </p>
<p>Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut. </p>
<p>Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di lubang atau selainnya. </p>
<p>Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa sebab, sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu. </p>
<p>Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi. </p>
<p>Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala secara terus-menerus dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta’ala, setan pun akan semakin jauh dari manusia. </p>
<p>Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi berikut: </p>
<p>a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi. </p>
<p>b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan air panas atau melempar sesuatu yang berat. </p>
<p>c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi. </p>
<p>3. Berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang lainnya. </p>
<p>4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah memohon dengan nama Allah Ta’ala agar dia mau keluar. </p>
<p>5. Tidak mendengarkan lagu dan musik. </p>
<p>6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang diharamkan Allah Ta’ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat) karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan. </p>
<p>7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama’ah. </p>
<p>8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi, kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari. </p>
<p>9. Membiasakan berjama’ah dan tidak menyendiri seperti ketika bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala dan memohon perlindungan kepadaNya. </p>
<p>10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan menggunakan tulang atau kotoran binatang. </p>
<p>11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur serta meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala. </p>
<p>12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala dan mendekatkan dirinya kepada setan. </p>
<p>Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan. </p>
<p>Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan. </p>
<p>Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan dengan tartil ayat-ayat (al-Qur’an) yang dapat mengusir setan, seperti membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah; al-Mu’awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan “dapat mengusir setan”. </p>
<p>Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan. </p>
<p>Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu wajib atasnya hal-hal berikut : </p>
<p>Menjaga shalat berjamaah. </p>
<p>Berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap waktu, khususnya pada waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan). </p>
<p>Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi. </p>
<p>4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu. </p>
<p>5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur’an dan membacanya. </p>
<p>Peringatan-peringatan Bagi Penerapi </p>
<p>Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil, menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta’ala dan bacakanlah pula kepadanya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah.” </p>
<p>Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu marah. </p>
<p>Jin terkadang berkata kepadamu, “Kamu adalah seorang lelaki yang shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu,” maka katakan kepadanya, “Saya adalah hamba Allah Ta’ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata karena ketaatanmu kepada Allah Ta’ala dan rasulNya shallallahu ’alaihi wasallam.” </p>
<p>Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta’ala. Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta’ala. </p>
<p>Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu’ dan dengan suara yang terdengar. </p>
<p>Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ’alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi semata-mata hanya menaati Allah Ta’ala. Dan jika jin tersebut menyuruh kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah dia hukuman atas hal itu. </p>
<p>Jika Allah Ta’ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada Allah Ta’ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan kezhaliman ini. </p>
<p>Apabila Allah Ta’ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, “Aku telah mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya”, akan tetapi katakanlah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang telah menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta’ala lah yang telah mengeluarkannya.” Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub), sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang paling besar. </p>
<p>Oleh : Abu Nabiel<br />
SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin Muhammad bin Mahdi al-Qarni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaki</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-976</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:12:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-976</guid>
		<description>Ruqyah ada dua syar&quot;iyyah (yg sesuai syariat yg dicontohkan oleh nabiyullah Muhammmad saw) ini yg dibolehkan dan diwajibkan!, adapun yg diharamkan adalah ruqyah syirkiyyah, yg tdk ada landasan syar&#039;i dan tdk pernah diajarkan oleh rosulullah ( tidak mengambil bacaan dari AlQur&#039;an dan Assunnah). akhi kariem kalo bikin judul tolong jangan menyesatkan umat!!!!!!!!!!!!!!!! silahkan antum semua baca buku Wirid Doa &amp; Dzikir mengobati guna-guna dan sihir sesuai alQuran dan assunnah penulis: Ust.Yazid Jawas penerbit: Pustaka Imam Syafi&#039;i</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ruqyah ada dua syar&#8221;iyyah (yg sesuai syariat yg dicontohkan oleh nabiyullah Muhammmad saw) ini yg dibolehkan dan diwajibkan!, adapun yg diharamkan adalah ruqyah syirkiyyah, yg tdk ada landasan syar&#8217;i dan tdk pernah diajarkan oleh rosulullah ( tidak mengambil bacaan dari AlQur&#8217;an dan Assunnah). akhi kariem kalo bikin judul tolong jangan menyesatkan umat!!!!!!!!!!!!!!!! silahkan antum semua baca buku Wirid Doa &amp; Dzikir mengobati guna-guna dan sihir sesuai alQuran dan assunnah penulis: Ust.Yazid Jawas penerbit: Pustaka Imam Syafi&#8217;i</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Teguh</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-966</link>
		<dc:creator>Teguh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 11:39:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-966</guid>
		<description>Setahu saya, ruqyah (pembersihan energi negatif dari manusia) diperbolehkan, dengan syarat : si target (yang dibersihkan) dan ustadz yang melakukan punya keyakinan yang sama, bahwa segala kebaikan berasal dari Allah semata. 

Mengenai jin, kesurupan, dll itu adalah hal ghaib dan sebagai umat islam, wajib mempercayainya. Hanya pertanyaannya, seberapa jauh pemahaman kita akah hal gaib? Al-Quran sendiri 99%nya adalah samar, jadi tidak pantas jika diterjemahkan mentah-mentah dengan pemahaman yang dangkal.

Mengikuti pengobatan yang danjurkan nabi itu boleh, tapi ingat, nabi hidup pada jaman dahulu, dengan segala keterbatasannya, model pengobatannya ya seperti itu. Untuk jaman sekarang, bisa dikembangkan terus, asal dengan pemahaman ayat YANG BENAR, bukan TERTULIS lalu divonis BENAR. Apa klau jaman dulu nabi bepergian menggunakan onta, sekarang kita, misal dari jawa timur mau ke jakarta juga pake onta ?? Liat2lah jaman...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setahu saya, ruqyah (pembersihan energi negatif dari manusia) diperbolehkan, dengan syarat : si target (yang dibersihkan) dan ustadz yang melakukan punya keyakinan yang sama, bahwa segala kebaikan berasal dari Allah semata. </p>
<p>Mengenai jin, kesurupan, dll itu adalah hal ghaib dan sebagai umat islam, wajib mempercayainya. Hanya pertanyaannya, seberapa jauh pemahaman kita akah hal gaib? Al-Quran sendiri 99%nya adalah samar, jadi tidak pantas jika diterjemahkan mentah-mentah dengan pemahaman yang dangkal.</p>
<p>Mengikuti pengobatan yang danjurkan nabi itu boleh, tapi ingat, nabi hidup pada jaman dahulu, dengan segala keterbatasannya, model pengobatannya ya seperti itu. Untuk jaman sekarang, bisa dikembangkan terus, asal dengan pemahaman ayat YANG BENAR, bukan TERTULIS lalu divonis BENAR. Apa klau jaman dulu nabi bepergian menggunakan onta, sekarang kita, misal dari jawa timur mau ke jakarta juga pake onta ?? Liat2lah jaman&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: al mubarok</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-963</link>
		<dc:creator>al mubarok</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 10:12:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-963</guid>
		<description>salam,,
klo ga boleh pake mediasi kenapa ALLAH SWT, nyuruh kita-2 sholat menghadap ka&#039;bah ? hti2 klain jangan terjebak keadaan, ilmu yg kita terima tuh cuma sedikit, oke,, org mah udah fhinish  ini malah baru setar,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam,,<br />
klo ga boleh pake mediasi kenapa ALLAH SWT, nyuruh kita-2 sholat menghadap ka&#8217;bah ? hti2 klain jangan terjebak keadaan, ilmu yg kita terima tuh cuma sedikit, oke,, org mah udah fhinish  ini malah baru setar,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kabayan</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-960</link>
		<dc:creator>kabayan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 17:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-960</guid>
		<description>Percakapan seorang Pe – Ruqyah dengan Kang Dicky

LSBD Hikmatul Iman adalah sebuah Lembaga Seni Bela Diri yang banyak sekali di fitnah . Terutama oleh mereka yang ingin mengembangkan organisasi atau perkumpulannya tapi tidak laku , atau yang tadinya laku tapi anggotanya banyak yang pindah ke LSBD Hikmatul Iman . Salah satu contoh adalah Ruqyah . Memang tidak semua Pe-Ruqyah memiliki pandangan buruk mengenai LSBD Hikmatul Iman , tetapi mereka yang tidak mau ber-tabayun selalu menuduh apabila LSBD Hikmatul Iman dibantu oleh Jin , padahal keilmuan yang diajarkan di LSBD Hikmatul Iman banyak yang berfungsi untuk melawan Jin dan Ilmu Hitam , dan para anggota selalu mengamalkan ilmunya untuk melawan hal yang seperti itu selain pengobatan medis . Berikut ini adalah sepotong percakapan Akang dengan seorang yang mengaku Pe-Ruqyah melalui sambungan telepon . Meskipun melalui telepon , Akang menghargai beliau karena mau ber-tabayun . Pe-Ruqyah Akang singkat menjadi PR , dan Akang disingkat menjadi KD ( bukan Krisdayanti lho…! ).

PR : “ Assalamu’alaikum “

KD : “ Wa’alaikum salam “

PR : “ Maaf , apakah benar ini dengan HP nya Kang Dicky ? “

KD : “ Betul…ini dengan siapa yaa…? ”

PR : “ Saya ingin konfirmasi dengan anda tentang ke-ilmu-an HI , berhubung banyak sekali informasi ke saya kalau HI itu dibantu JIN . Nama saya Ustadz A ( Nama Akang rahasiakan untuk menghargai beliau ), saya biasa mengusir Jin dengan cara Ruqyah Syar’iah , dan saya mengusulkan anda untuk di Ruqyah agar Jin yang ada di tubuh anda menjadi hilang . “

KD : “ Oooh begitu ….kalau begitu itu bukan konfirmasi dong , itu mah langsung menuduh , karena belum apa-apa sudah menyuruh di ruqyah “

PR : “ Saya kira itu sudah pasti , karena semua Tenaga Dalam itu dibantu oleh Jin “

KD : “ Anda tahu definisi Tenaga Dalam ? “

PR : “ Tenaga Dalam itu yang mental-mentalin lawan kan ? “

KD : “ Yang saya tanyakan adalah definisi Tenaga Dalam itu apa , penjelasan ilmiah nya “

PR : “ Iya…pokoknya yang mental-mentalin lawan itu lah…!! “

KD : “ Berarti anda tidak tahu definisi Tenaga Dalam itu apa , lalu mengapa anda sudah berani menuduh atau memfonis sesuatu yang anda sendiri tidak ada ilmu-nya tentang itu , dan sudah berani berbantah – bantahan , padahal anda tidak tahu yang anda bantahkan itu . Sekali lagi saya tanya , apa Definisi Tenaga Dalam ? “

PR : “ Saya tidak tahu penjelasannya , tapi itu adalah tenaga yang mementalkan lawan dari jarak jauh , dan itu pasti dibantu Jin “

KD : “ Pernah baca QS Ali Imran 66 ? “

PR : “ Yang mana yaa…? “

KD : “ Bunyi nya begini , Itulah kamu , kamu ini ( sewajarnya ) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui , maka mengapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui , Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui . Nah itu QS Ali Imran 66 , makanya saya tanya dulu definisi Tenaga Dalam itu apa pada anda , apakah anda mengetahui betul yang anda bantahkan itu , dan terbukti dari jawaban anda , bahwa anda sebetulnya tidak mengetahui yang dibantahkan itu . “

PR : “ Lalu apa definisi Tenaga Dalam itu ? “

KD : “ Naahhh begitu dong , sebaiknya tanya dulu . Tenaga Dalam definisinya adalah pemfokusan energi tubuh pada satu titik sehingga hasilnya maksimal . Itu saja sih sebetulnya definisi nya . Jadi tidak ada mantra – mantra atau jampi – jampi , bacaan – bacaan , puasa atau berbagai macam tirakat , semua dilatih , semuanya di dapat dengan olah raga . Raga kita di olah agar mampu menghasilkan energy yang lebih baik . Di negara-negara maju penelitian mengenai hal ini sudah jauh sekali , bahkan ada dua orang ilmuwan yang bernama Cann and Wilson tahun 1987 menemukan bahwa di satu centimeter kubik sel mythocondria manusia itu bisa menghasilkan listrik 200.000 volt . Jadi Tenaga Dalam itu sebetulnya sudah ada di tubuh setiap manusia , karena itu adalah energy yang dihasilkan oleh ATP atau Adenosin TryPhospat , dan itu adalah tenaga yang biasa kita pakai sehari – hari untuk menggerakan otot juga untuk melakukan segala kegiatan , hanya bedanya , ada teknik untuk memfokuskan energy itu , sehingga hasilnya lebih maksimal . Contohnya , ketika kita sedang mengangkat meja yang berat , muka kita suka ikutan berkerut-kerut dan ber-ekspresi , leher ikutan tegang , dubur jadi ngeden , suara jadi keluar ikutan ngeden , nah , dengan Teknik Tenaga Dalam , semua yang tidak perlu itu dihilangkan , jadi tenaga kita hanya terfokus ke kaki dan tangan yang sedang mengangkat benda itu , wajah dan yang lainnya , terutama bagian yang tidak perlu diberi tenaga , yaa nggak usah ikutan , wajah – leher – dubur jadi rileks , karena tenaga hanya mengaliri bagian yang diperlukan untuk bekerja . Semua adalah teknik , untuk apa dibantu mahluk lemah yang namanya Jin . Dengan begitu kita memaksimalkan energy yang kita pakai , jadi bisa untuk menghancurkan benda keras dengan tangan kosong , karena tenaga terfokus . “

PR : “ Ahh…itu sih pembenaran anda , apapun akan dikatakan untuk pembenaran-pembenaran “

KD : “ Lalu pembenaran anda yang menuduh Tenaga Dalam dibantu Jin itu apa…? “

PR : “ Karena tidak mungkin manusia bisa mematahkan baja atau menghancurkan batu kali dengan tangan kosong , itu pasti dibantu Jin , apalagi itu dilakukan oleh perempuan , nggak mungkin lah itu “

KD : “ Anda bisa melihat Jin atau anda bisa mendengar Jin ? “

PR : “ Yaa nggak bisa lah…Jin itu kan perkara Ghoib , jadi tidak bisa dilihat , manusia itu tidak mungkin bisa melihat Jin “

KD : “ Kalau anda tidak bisa melihat atau mendengar Jin , berarti tuduhan itu berdasarkan angan-angan kosong dan kecurigaan yang tidak beralasan . Bagaimana mungkin menuduh seseorang hanya berdasarkan perkiraan dan angan-angan seperti itu . Tuduhan itu harus berdasarkan bukti yang jelas dan nyata , bagaimana bisa membuktikan , kalau anda sendiri tidak pernah melihat bukti – buktinya . Seorang polisi ketika menangkap penjahat harus disertai bukti yang meyakinkan dan nyata , seorang hakim memberikan vonis bersalah kepada seorang pesakitan harus berdasarkan bukti yang nyata , seorang jaksa ketika menuntut harus berdasarkan bukti yang jelas juga . Nah , sekarang kalau benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin , tolong munculkan Jin nya . Buat si Jin itu jadi berwujud nyata , agar semua orang bisa melihat bukti – nya , kalau memang benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin . Sekali lagi jangan menuduh berdasarkan angan – angan atau perkiraan saja . Jangan – jangan perkiraan dan angan – angan itu muncul dari syaitan , karena di dalam surat An-Nisa 120 Allah berfirman bahwa syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka , padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka . Jadi hati-hati , karena siapa tahu itu dari syaitan yang hendak mengadu domba . “

PR : “ Bagaimana kalau untuk membuktikannya anda kami ruqyah ? “

KD : “ Sudah terlalu sering anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , dan semua nya merasa biasa saja ketika mendengarkan ayat-ayat Allah SWT . Tidak pernah ada anggota kami yang mengamuk atau kesurupan , malahan jadi membantu orang lain yang kesurupan karena dibacakan ruqyah . Saya nanti akan upload video ketika para anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , di video itu juga diperlihatkan yang kesurupan nya , dan itu tak satupun anggota kami . Juga pernah ada satu kejadian ketika di ruqyah massal , malah pe-ruqyah nya yang kesurupan . Dikatakan oleh pe-ruqyah yang lain , itu adalah Jin nya yang belum bersih betul dari tubuh si pe-ruqyah itu . Satu hal lagi , Jin itu tidak bisa di ruqyah . Maksudnya , Jin itu tidak akan kepanasan kalau dibacakan ayat-ayat Al Qur’an . Sebagaimana yang ada di QS Al Jin ayat 1 dan 2 Allah SWT berfirman , Katakanlah ( Hai Muhhamad ) , telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan Jin ( akan Al Qur’an ) lalu mereka berkata , sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan , yang memberikan petunjuk kepada jalan yang benar , lalu kami beriman kepadanya . Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan tuhan kami . Lalu di QS Al Jin ayat 13 , Dan sesungguhnya tatkala kami mendengar petunjuk ( Al Qur’an ) , kami beriman kepadanya . Barang siapa beriman kepada tuhan nya , maka ia tidak takut pada pengurangan pahala dan ( tidak takut pula ) akan penambahan dosa dan kesalahan . Jadi kalau berdasarkan surat itu , ketika Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat Al-Qur’an , nggak ada tuh Jin yang kepanasan , lalu ngamuk – ngamuk . Level Rasulullah SAW saja ketika membacakan ayat Al-Qur’an , tidak pernah bikin Jin jadi kepanasan . Malah mereka takjub dan terkagum-kagum , lalu mereka beriman . Di ayat itu dikatakan , sekumpulan Jin mendengarkan dulu , baru mereka beriman , jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an . “

PR : “ Mereka kan Jin yang sudah beriman , maka mereka tidak kepanasan “

KD : “ Sekali lagi baca itu ayat dengan teliti , mereka para jin itu mendengarkan dahulu , baru mereka beriman . Jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an , sebelum itu , mereka belum beriman. Sudah jelas sekali ayat itu sebetulnya , jadi jangan dibalik-balik artinya . Orang yang mengerti tata bahasa pasti tahu , kecuali mereka yang tidak mengerti , yaa harus dimaklumi . Bagaimana anda bisa membedakan kalau itu kesurupan atau gangguan psiklogis ? “

PR : “ ?????? “

KD : “ Saya pernah mengutus seorang anggota LSBD HI untuk pura-pura kesurupan , dan waktu itu di Jakarta Ruqyah Center. Anggota kami itu memang pandai acting , jadi setelah kami bayar untuk pendaftaran , mulailah dia di ruqyah . Sesuai rencana awal , dia mulai ber-acting kesurupan , dan dengan susah payah para pe-ruqyah itu “ mengurus ” dia , yang kalau kata saya sih itu penyiksaan , ditekan ini , dipukul itu , dan sebagainya . Sampai akhirnya mereka menyerah , dan mengatakan bahwa Jin nya banyak sekali . Kami hanya tertawa di dalam hati . Mereka tidak bisa membedakan yang kesurupan dengan yang pura-pura . Banyak masyarakat yang tidak percaya pada kami , tetapi setelah kami suruh membuktikan sendiri , dan mereka pura-pura kesurupan , akhirnya mereka mengakui , bahwa tidak ada gunanya di ruqyah . “

PR : “ Lalu bagaimana anda yakin kalau senam pernapasan yang anda ajarkan itu tidak ada infiltrasi Jin “

KD : “ Kalau begitu saya tanya juga pada anda , dari mana anda yakin kalau ketika anda menghirup udara tidak ada infiltrasi Jin ? apakah ada bukti bahwa oksigen itu mengandung Jin ? Sampai sejauh mana penelitian anda mengenai hal ini ? apakah anda sudah menemukan alat yang bisa membuktikan kalau di dalam oksigen itu mengandung Jin ? Bagaimana anda tahu kalau ketika anda melakukan shalat tidak ada gangguan Jin ? Saya kira pertanyaan itu tidak perlu dijawab . Jin yang sudah jadi teman Iblis atau yang sudah jadi syaitan , pasti selalu mengganggu manusia ketika dia sedang melakukan apapun , termasuk ketika sedang mengaji , shalat , zakat , Haji , dan banyak lagi kegiatan , tanpa kita sadari . Apakah ada manusia yang terbebas dari godaan syaitan , baik itu Jin atau manusia ? Saya terus terang heran , mengapa anda tidak mengerti hal sekecil ini . Satu pertanyaan lagi , apakah ada ayat atau hadist yang mengatakan kalau Tenaga Dalam itu dibantu Jin ? “

PR : “ ????? “

KD : “ Kalau hadist yang menyatakan bahwa Ruqyah itu syirik ada , yaitu Ibnu Mas’ud menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; Sesungguhnya Ruqyah , tamimah dan tiwalah adalah syirik . ( HR. Akhmad dan Abu Dawud ) . “

PR : “ Hadist itu tidak shahih , hadist itu lemah “

KD : “ Apa buktinya kalau hadist itu lemah ? apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu ? “

PR : “ ????? “

KD : “ Kalau dilihat dari sejarah , mengapa yang berkembang justru kedokteran , dan bapaknya dunia kedokteran adalah Ibnu Sina , dunia islam lah yang mengembangkan kedokteran . Sudah jelas disini bahwa ruqyah itu tidak efektif , makanya kenapa yang berkembang adalah kedokteran , yang sudah jelas-jelas keilmiahan nya terbukti . Orang orang islam yang mau berpikir pada zaman dahulu , sudah mengetahui kalau ruqyah itu jauh dari segi ilmiah dan unsur subjektif nya terlalu tinggi , jadi tidak mengembangkan hal seperti ini . “

PR : “ Saya baca di diktat LSBD Hikmatul Iman , tentang anda dan perguruan anda “

KD : “ Maksudnya Diktat Intern perguruan kami ? “

PR : “ Benar “

KD : “ Diktat itu adalah untuk anggota LSBD Hikmatul Iman , bukan untuk pihak asing atau pihak luar , siapa yang mengijinkan anda untuk membaca diktat itu ? “

PR : “ Salah seorang anggota anda “

KD : “ Siapa namanya dan dari ranting mana ? “

PR : “ Saya rahasiakan namanya , untuk mengamankan dia “

KD : “ Kalau begitu anda bukan orang yang punya etika , karena mencuri-curi lihat diktat perguruan lain yang sebetulnya sudah kami pesan pada anggota agar tidak diperlihatkan pada selain anggota , karena mereka tidak akan mengerti , dan ketidakmengertian mereka bisa mengundang fitnah . Diktat yang anda baca itu photo copy – an atau yang asli ? “

PR : “ Photo copy – an “

KD : “ Saya tanya kepada anda , apakah yang namanya photo copy – an bisa dijadikan barang bukti atau alat bukti ? “

PR : “ Tidak bisa “

KD : “ Apakah anda yakin pada isi diktat itu ? “

PR : “ Justru itu saya tanya pada anda , apakah benar isinya atau tidak “

KD : “ Kalau begitu tolong bawa diktat itu pada saya , berikut orang yang membocorkan diktat itu ke pihak luar . Karena siapa tahu diktat itu sudah berubah , siapapun bisa merubah isi diktat photo copy-an dan akan kita bandingkan dengan aslinya . Bisa saja orang itu mengaku anggota LSBD Hikmatul Iman , untuk menjelek-jelekkan kami , dan kemudian mengadu domba . “

PR : “ Itu tidak mungkin saya lakukan “

KD : “ Kalau begitu tidak usah diperpanjang hal ini , karena saya juga tidak tahu diktat yang anda baca , apakah benar keluaran LSBD Hikmatul Iman atau bukan . Sekarang giliran saya yang bertanya , mengapa ketika orang di ruqyah suka jadi kesurupan , terutama orang yang lemah , bisa lemah mental juga bisa lemah iman ? “

PR : “ Yaa…karena Jin yang ada di dalam tubuh orang itu bereaksi pada bacaan ruqyah dan mereka kepanasan dan mengamuk “

KD : “ Berdasarkan bukti apa tahu bahwa itu Jin ada di tubuh orang yang mengamuk itu ? “

PR : “ Berdasarkan bukti mengamuk nya itu , kalau yang kosong kan nggak ada pengaruh apa-apa , atau mereka yang bersih nggak akan terpengaruh “

KD : “ Kalau begitu bisa saja kan sebetulnya si Jin datang dari luar kemudian masuk ke mereka karena ada ritual ruqyah ini “

PR : “ Itu tidak mungkin “

KD : “ Lalu apa buktinya itu kalau tidak mungkin , toh gejalanya sama , kalau dilihat dari gejala yaa…seperti mengamuk , teriak-teriak , dan sebagainya . Apakah hanya dari gejala itu saja kita sudah bisa memastikan bahwa mereka kesurupan karena banyak jin di dalam dirinya ? “

PR : “ ?????? “

KD : “ Bagaimana kalau sebetulnya , ketika proses ruqyah lah , orang yang tadinya baik-baik saja , tiba-tiba kesurupan . Karena mereka datang dengan kondisi baik-baik saja , tapi ketika di ruqyah mereka mengamuk . Jangan – jangan justru proses ruqyah inilah yang membuat si Jin pada datang dan memasuki tubuh mereka yang lemah “

PR : “ Tidak mungkin “

KD : “ Sekali lagi , apa buktinya kalau itu tidak mungkin . Sekali lagi juga , mereka datang dengan baik , dan justru pulang dengan sakit , dan membawa masalah bahwa di dirinya ada jin . Apakah itu adalah keinginan si Jin , agar kita lebih takut pada mereka ? “

PR : “ ????? “

KD : “ Coba pikirkan sekali lagi deh . Sudah dulu yaa….kelamaan menggunakan HP tidak baik untuk otak ada penelitiannya soal itu . Gelombang elektromagnetik membuat gangguan pada sistem DNA kita , jangan –jangan Jin nggak masuk , malah kanker lagi yang datang . “

PR : “ He..he..he…kalau begitu terima kasih Kang atas semua jawabannya .Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberi kita petunjuk dan kebenaran . Amiinn. Wassalamu’alaikum . “

KD ; “ Amiiinn. Wa’alaikum salam “</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Percakapan seorang Pe – Ruqyah dengan Kang Dicky</p>
<p>LSBD Hikmatul Iman adalah sebuah Lembaga Seni Bela Diri yang banyak sekali di fitnah . Terutama oleh mereka yang ingin mengembangkan organisasi atau perkumpulannya tapi tidak laku , atau yang tadinya laku tapi anggotanya banyak yang pindah ke LSBD Hikmatul Iman . Salah satu contoh adalah Ruqyah . Memang tidak semua Pe-Ruqyah memiliki pandangan buruk mengenai LSBD Hikmatul Iman , tetapi mereka yang tidak mau ber-tabayun selalu menuduh apabila LSBD Hikmatul Iman dibantu oleh Jin , padahal keilmuan yang diajarkan di LSBD Hikmatul Iman banyak yang berfungsi untuk melawan Jin dan Ilmu Hitam , dan para anggota selalu mengamalkan ilmunya untuk melawan hal yang seperti itu selain pengobatan medis . Berikut ini adalah sepotong percakapan Akang dengan seorang yang mengaku Pe-Ruqyah melalui sambungan telepon . Meskipun melalui telepon , Akang menghargai beliau karena mau ber-tabayun . Pe-Ruqyah Akang singkat menjadi PR , dan Akang disingkat menjadi KD ( bukan Krisdayanti lho…! ).</p>
<p>PR : “ Assalamu’alaikum “</p>
<p>KD : “ Wa’alaikum salam “</p>
<p>PR : “ Maaf , apakah benar ini dengan HP nya Kang Dicky ? “</p>
<p>KD : “ Betul…ini dengan siapa yaa…? ”</p>
<p>PR : “ Saya ingin konfirmasi dengan anda tentang ke-ilmu-an HI , berhubung banyak sekali informasi ke saya kalau HI itu dibantu JIN . Nama saya Ustadz A ( Nama Akang rahasiakan untuk menghargai beliau ), saya biasa mengusir Jin dengan cara Ruqyah Syar’iah , dan saya mengusulkan anda untuk di Ruqyah agar Jin yang ada di tubuh anda menjadi hilang . “</p>
<p>KD : “ Oooh begitu ….kalau begitu itu bukan konfirmasi dong , itu mah langsung menuduh , karena belum apa-apa sudah menyuruh di ruqyah “</p>
<p>PR : “ Saya kira itu sudah pasti , karena semua Tenaga Dalam itu dibantu oleh Jin “</p>
<p>KD : “ Anda tahu definisi Tenaga Dalam ? “</p>
<p>PR : “ Tenaga Dalam itu yang mental-mentalin lawan kan ? “</p>
<p>KD : “ Yang saya tanyakan adalah definisi Tenaga Dalam itu apa , penjelasan ilmiah nya “</p>
<p>PR : “ Iya…pokoknya yang mental-mentalin lawan itu lah…!! “</p>
<p>KD : “ Berarti anda tidak tahu definisi Tenaga Dalam itu apa , lalu mengapa anda sudah berani menuduh atau memfonis sesuatu yang anda sendiri tidak ada ilmu-nya tentang itu , dan sudah berani berbantah – bantahan , padahal anda tidak tahu yang anda bantahkan itu . Sekali lagi saya tanya , apa Definisi Tenaga Dalam ? “</p>
<p>PR : “ Saya tidak tahu penjelasannya , tapi itu adalah tenaga yang mementalkan lawan dari jarak jauh , dan itu pasti dibantu Jin “</p>
<p>KD : “ Pernah baca QS Ali Imran 66 ? “</p>
<p>PR : “ Yang mana yaa…? “</p>
<p>KD : “ Bunyi nya begini , Itulah kamu , kamu ini ( sewajarnya ) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui , maka mengapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui , Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui . Nah itu QS Ali Imran 66 , makanya saya tanya dulu definisi Tenaga Dalam itu apa pada anda , apakah anda mengetahui betul yang anda bantahkan itu , dan terbukti dari jawaban anda , bahwa anda sebetulnya tidak mengetahui yang dibantahkan itu . “</p>
<p>PR : “ Lalu apa definisi Tenaga Dalam itu ? “</p>
<p>KD : “ Naahhh begitu dong , sebaiknya tanya dulu . Tenaga Dalam definisinya adalah pemfokusan energi tubuh pada satu titik sehingga hasilnya maksimal . Itu saja sih sebetulnya definisi nya . Jadi tidak ada mantra – mantra atau jampi – jampi , bacaan – bacaan , puasa atau berbagai macam tirakat , semua dilatih , semuanya di dapat dengan olah raga . Raga kita di olah agar mampu menghasilkan energy yang lebih baik . Di negara-negara maju penelitian mengenai hal ini sudah jauh sekali , bahkan ada dua orang ilmuwan yang bernama Cann and Wilson tahun 1987 menemukan bahwa di satu centimeter kubik sel mythocondria manusia itu bisa menghasilkan listrik 200.000 volt . Jadi Tenaga Dalam itu sebetulnya sudah ada di tubuh setiap manusia , karena itu adalah energy yang dihasilkan oleh ATP atau Adenosin TryPhospat , dan itu adalah tenaga yang biasa kita pakai sehari – hari untuk menggerakan otot juga untuk melakukan segala kegiatan , hanya bedanya , ada teknik untuk memfokuskan energy itu , sehingga hasilnya lebih maksimal . Contohnya , ketika kita sedang mengangkat meja yang berat , muka kita suka ikutan berkerut-kerut dan ber-ekspresi , leher ikutan tegang , dubur jadi ngeden , suara jadi keluar ikutan ngeden , nah , dengan Teknik Tenaga Dalam , semua yang tidak perlu itu dihilangkan , jadi tenaga kita hanya terfokus ke kaki dan tangan yang sedang mengangkat benda itu , wajah dan yang lainnya , terutama bagian yang tidak perlu diberi tenaga , yaa nggak usah ikutan , wajah – leher – dubur jadi rileks , karena tenaga hanya mengaliri bagian yang diperlukan untuk bekerja . Semua adalah teknik , untuk apa dibantu mahluk lemah yang namanya Jin . Dengan begitu kita memaksimalkan energy yang kita pakai , jadi bisa untuk menghancurkan benda keras dengan tangan kosong , karena tenaga terfokus . “</p>
<p>PR : “ Ahh…itu sih pembenaran anda , apapun akan dikatakan untuk pembenaran-pembenaran “</p>
<p>KD : “ Lalu pembenaran anda yang menuduh Tenaga Dalam dibantu Jin itu apa…? “</p>
<p>PR : “ Karena tidak mungkin manusia bisa mematahkan baja atau menghancurkan batu kali dengan tangan kosong , itu pasti dibantu Jin , apalagi itu dilakukan oleh perempuan , nggak mungkin lah itu “</p>
<p>KD : “ Anda bisa melihat Jin atau anda bisa mendengar Jin ? “</p>
<p>PR : “ Yaa nggak bisa lah…Jin itu kan perkara Ghoib , jadi tidak bisa dilihat , manusia itu tidak mungkin bisa melihat Jin “</p>
<p>KD : “ Kalau anda tidak bisa melihat atau mendengar Jin , berarti tuduhan itu berdasarkan angan-angan kosong dan kecurigaan yang tidak beralasan . Bagaimana mungkin menuduh seseorang hanya berdasarkan perkiraan dan angan-angan seperti itu . Tuduhan itu harus berdasarkan bukti yang jelas dan nyata , bagaimana bisa membuktikan , kalau anda sendiri tidak pernah melihat bukti – buktinya . Seorang polisi ketika menangkap penjahat harus disertai bukti yang meyakinkan dan nyata , seorang hakim memberikan vonis bersalah kepada seorang pesakitan harus berdasarkan bukti yang nyata , seorang jaksa ketika menuntut harus berdasarkan bukti yang jelas juga . Nah , sekarang kalau benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin , tolong munculkan Jin nya . Buat si Jin itu jadi berwujud nyata , agar semua orang bisa melihat bukti – nya , kalau memang benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin . Sekali lagi jangan menuduh berdasarkan angan – angan atau perkiraan saja . Jangan – jangan perkiraan dan angan – angan itu muncul dari syaitan , karena di dalam surat An-Nisa 120 Allah berfirman bahwa syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka , padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka . Jadi hati-hati , karena siapa tahu itu dari syaitan yang hendak mengadu domba . “</p>
<p>PR : “ Bagaimana kalau untuk membuktikannya anda kami ruqyah ? “</p>
<p>KD : “ Sudah terlalu sering anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , dan semua nya merasa biasa saja ketika mendengarkan ayat-ayat Allah SWT . Tidak pernah ada anggota kami yang mengamuk atau kesurupan , malahan jadi membantu orang lain yang kesurupan karena dibacakan ruqyah . Saya nanti akan upload video ketika para anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , di video itu juga diperlihatkan yang kesurupan nya , dan itu tak satupun anggota kami . Juga pernah ada satu kejadian ketika di ruqyah massal , malah pe-ruqyah nya yang kesurupan . Dikatakan oleh pe-ruqyah yang lain , itu adalah Jin nya yang belum bersih betul dari tubuh si pe-ruqyah itu . Satu hal lagi , Jin itu tidak bisa di ruqyah . Maksudnya , Jin itu tidak akan kepanasan kalau dibacakan ayat-ayat Al Qur’an . Sebagaimana yang ada di QS Al Jin ayat 1 dan 2 Allah SWT berfirman , Katakanlah ( Hai Muhhamad ) , telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan Jin ( akan Al Qur’an ) lalu mereka berkata , sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan , yang memberikan petunjuk kepada jalan yang benar , lalu kami beriman kepadanya . Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan tuhan kami . Lalu di QS Al Jin ayat 13 , Dan sesungguhnya tatkala kami mendengar petunjuk ( Al Qur’an ) , kami beriman kepadanya . Barang siapa beriman kepada tuhan nya , maka ia tidak takut pada pengurangan pahala dan ( tidak takut pula ) akan penambahan dosa dan kesalahan . Jadi kalau berdasarkan surat itu , ketika Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat Al-Qur’an , nggak ada tuh Jin yang kepanasan , lalu ngamuk – ngamuk . Level Rasulullah SAW saja ketika membacakan ayat Al-Qur’an , tidak pernah bikin Jin jadi kepanasan . Malah mereka takjub dan terkagum-kagum , lalu mereka beriman . Di ayat itu dikatakan , sekumpulan Jin mendengarkan dulu , baru mereka beriman , jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an . “</p>
<p>PR : “ Mereka kan Jin yang sudah beriman , maka mereka tidak kepanasan “</p>
<p>KD : “ Sekali lagi baca itu ayat dengan teliti , mereka para jin itu mendengarkan dahulu , baru mereka beriman . Jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an , sebelum itu , mereka belum beriman. Sudah jelas sekali ayat itu sebetulnya , jadi jangan dibalik-balik artinya . Orang yang mengerti tata bahasa pasti tahu , kecuali mereka yang tidak mengerti , yaa harus dimaklumi . Bagaimana anda bisa membedakan kalau itu kesurupan atau gangguan psiklogis ? “</p>
<p>PR : “ ?????? “</p>
<p>KD : “ Saya pernah mengutus seorang anggota LSBD HI untuk pura-pura kesurupan , dan waktu itu di Jakarta Ruqyah Center. Anggota kami itu memang pandai acting , jadi setelah kami bayar untuk pendaftaran , mulailah dia di ruqyah . Sesuai rencana awal , dia mulai ber-acting kesurupan , dan dengan susah payah para pe-ruqyah itu “ mengurus ” dia , yang kalau kata saya sih itu penyiksaan , ditekan ini , dipukul itu , dan sebagainya . Sampai akhirnya mereka menyerah , dan mengatakan bahwa Jin nya banyak sekali . Kami hanya tertawa di dalam hati . Mereka tidak bisa membedakan yang kesurupan dengan yang pura-pura . Banyak masyarakat yang tidak percaya pada kami , tetapi setelah kami suruh membuktikan sendiri , dan mereka pura-pura kesurupan , akhirnya mereka mengakui , bahwa tidak ada gunanya di ruqyah . “</p>
<p>PR : “ Lalu bagaimana anda yakin kalau senam pernapasan yang anda ajarkan itu tidak ada infiltrasi Jin “</p>
<p>KD : “ Kalau begitu saya tanya juga pada anda , dari mana anda yakin kalau ketika anda menghirup udara tidak ada infiltrasi Jin ? apakah ada bukti bahwa oksigen itu mengandung Jin ? Sampai sejauh mana penelitian anda mengenai hal ini ? apakah anda sudah menemukan alat yang bisa membuktikan kalau di dalam oksigen itu mengandung Jin ? Bagaimana anda tahu kalau ketika anda melakukan shalat tidak ada gangguan Jin ? Saya kira pertanyaan itu tidak perlu dijawab . Jin yang sudah jadi teman Iblis atau yang sudah jadi syaitan , pasti selalu mengganggu manusia ketika dia sedang melakukan apapun , termasuk ketika sedang mengaji , shalat , zakat , Haji , dan banyak lagi kegiatan , tanpa kita sadari . Apakah ada manusia yang terbebas dari godaan syaitan , baik itu Jin atau manusia ? Saya terus terang heran , mengapa anda tidak mengerti hal sekecil ini . Satu pertanyaan lagi , apakah ada ayat atau hadist yang mengatakan kalau Tenaga Dalam itu dibantu Jin ? “</p>
<p>PR : “ ????? “</p>
<p>KD : “ Kalau hadist yang menyatakan bahwa Ruqyah itu syirik ada , yaitu Ibnu Mas’ud menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; Sesungguhnya Ruqyah , tamimah dan tiwalah adalah syirik . ( HR. Akhmad dan Abu Dawud ) . “</p>
<p>PR : “ Hadist itu tidak shahih , hadist itu lemah “</p>
<p>KD : “ Apa buktinya kalau hadist itu lemah ? apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu ? “</p>
<p>PR : “ ????? “</p>
<p>KD : “ Kalau dilihat dari sejarah , mengapa yang berkembang justru kedokteran , dan bapaknya dunia kedokteran adalah Ibnu Sina , dunia islam lah yang mengembangkan kedokteran . Sudah jelas disini bahwa ruqyah itu tidak efektif , makanya kenapa yang berkembang adalah kedokteran , yang sudah jelas-jelas keilmiahan nya terbukti . Orang orang islam yang mau berpikir pada zaman dahulu , sudah mengetahui kalau ruqyah itu jauh dari segi ilmiah dan unsur subjektif nya terlalu tinggi , jadi tidak mengembangkan hal seperti ini . “</p>
<p>PR : “ Saya baca di diktat LSBD Hikmatul Iman , tentang anda dan perguruan anda “</p>
<p>KD : “ Maksudnya Diktat Intern perguruan kami ? “</p>
<p>PR : “ Benar “</p>
<p>KD : “ Diktat itu adalah untuk anggota LSBD Hikmatul Iman , bukan untuk pihak asing atau pihak luar , siapa yang mengijinkan anda untuk membaca diktat itu ? “</p>
<p>PR : “ Salah seorang anggota anda “</p>
<p>KD : “ Siapa namanya dan dari ranting mana ? “</p>
<p>PR : “ Saya rahasiakan namanya , untuk mengamankan dia “</p>
<p>KD : “ Kalau begitu anda bukan orang yang punya etika , karena mencuri-curi lihat diktat perguruan lain yang sebetulnya sudah kami pesan pada anggota agar tidak diperlihatkan pada selain anggota , karena mereka tidak akan mengerti , dan ketidakmengertian mereka bisa mengundang fitnah . Diktat yang anda baca itu photo copy – an atau yang asli ? “</p>
<p>PR : “ Photo copy – an “</p>
<p>KD : “ Saya tanya kepada anda , apakah yang namanya photo copy – an bisa dijadikan barang bukti atau alat bukti ? “</p>
<p>PR : “ Tidak bisa “</p>
<p>KD : “ Apakah anda yakin pada isi diktat itu ? “</p>
<p>PR : “ Justru itu saya tanya pada anda , apakah benar isinya atau tidak “</p>
<p>KD : “ Kalau begitu tolong bawa diktat itu pada saya , berikut orang yang membocorkan diktat itu ke pihak luar . Karena siapa tahu diktat itu sudah berubah , siapapun bisa merubah isi diktat photo copy-an dan akan kita bandingkan dengan aslinya . Bisa saja orang itu mengaku anggota LSBD Hikmatul Iman , untuk menjelek-jelekkan kami , dan kemudian mengadu domba . “</p>
<p>PR : “ Itu tidak mungkin saya lakukan “</p>
<p>KD : “ Kalau begitu tidak usah diperpanjang hal ini , karena saya juga tidak tahu diktat yang anda baca , apakah benar keluaran LSBD Hikmatul Iman atau bukan . Sekarang giliran saya yang bertanya , mengapa ketika orang di ruqyah suka jadi kesurupan , terutama orang yang lemah , bisa lemah mental juga bisa lemah iman ? “</p>
<p>PR : “ Yaa…karena Jin yang ada di dalam tubuh orang itu bereaksi pada bacaan ruqyah dan mereka kepanasan dan mengamuk “</p>
<p>KD : “ Berdasarkan bukti apa tahu bahwa itu Jin ada di tubuh orang yang mengamuk itu ? “</p>
<p>PR : “ Berdasarkan bukti mengamuk nya itu , kalau yang kosong kan nggak ada pengaruh apa-apa , atau mereka yang bersih nggak akan terpengaruh “</p>
<p>KD : “ Kalau begitu bisa saja kan sebetulnya si Jin datang dari luar kemudian masuk ke mereka karena ada ritual ruqyah ini “</p>
<p>PR : “ Itu tidak mungkin “</p>
<p>KD : “ Lalu apa buktinya itu kalau tidak mungkin , toh gejalanya sama , kalau dilihat dari gejala yaa…seperti mengamuk , teriak-teriak , dan sebagainya . Apakah hanya dari gejala itu saja kita sudah bisa memastikan bahwa mereka kesurupan karena banyak jin di dalam dirinya ? “</p>
<p>PR : “ ?????? “</p>
<p>KD : “ Bagaimana kalau sebetulnya , ketika proses ruqyah lah , orang yang tadinya baik-baik saja , tiba-tiba kesurupan . Karena mereka datang dengan kondisi baik-baik saja , tapi ketika di ruqyah mereka mengamuk . Jangan – jangan justru proses ruqyah inilah yang membuat si Jin pada datang dan memasuki tubuh mereka yang lemah “</p>
<p>PR : “ Tidak mungkin “</p>
<p>KD : “ Sekali lagi , apa buktinya kalau itu tidak mungkin . Sekali lagi juga , mereka datang dengan baik , dan justru pulang dengan sakit , dan membawa masalah bahwa di dirinya ada jin . Apakah itu adalah keinginan si Jin , agar kita lebih takut pada mereka ? “</p>
<p>PR : “ ????? “</p>
<p>KD : “ Coba pikirkan sekali lagi deh . Sudah dulu yaa….kelamaan menggunakan HP tidak baik untuk otak ada penelitiannya soal itu . Gelombang elektromagnetik membuat gangguan pada sistem DNA kita , jangan –jangan Jin nggak masuk , malah kanker lagi yang datang . “</p>
<p>PR : “ He..he..he…kalau begitu terima kasih Kang atas semua jawabannya .Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberi kita petunjuk dan kebenaran . Amiinn. Wassalamu’alaikum . “</p>
<p>KD ; “ Amiiinn. Wa’alaikum salam “</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deja vu</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-912</link>
		<dc:creator>deja vu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 23:11:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-912</guid>
		<description>saya setuju sekali dengan abu fadhil almantawisy, dari pada para pakar. karena para pakar tidak berbasic





deja vu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju sekali dengan abu fadhil almantawisy, dari pada para pakar. karena para pakar tidak berbasic</p>
<p>deja vu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deja vu</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-911</link>
		<dc:creator>deja vu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 22:59:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-911</guid>
		<description>pakar boleh pintar tapi jangan asal bos.
aku punya hadist insya Allah shahih untuk tata cara pengobatan sevara ruqyah.
anda bilang tidak ada kesurupan jin, anda aja buat ini kesurupan kok.
ingat sepintar apapun anda jangan langsung melabelkan sesuatu.
mau debat hubungi aku di az_ad@ymail.com

deja vu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pakar boleh pintar tapi jangan asal bos.<br />
aku punya hadist insya Allah shahih untuk tata cara pengobatan sevara ruqyah.<br />
anda bilang tidak ada kesurupan jin, anda aja buat ini kesurupan kok.<br />
ingat sepintar apapun anda jangan langsung melabelkan sesuatu.<br />
mau debat hubungi aku di <a href="mailto:az_ad@ymail.com">az_ad@ymail.com</a></p>
<p>deja vu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haris</title>
		<link>http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-907</link>
		<dc:creator>haris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 03:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.wordpress.com/2005/10/31/ruqyah-syirik/#comment-907</guid>
		<description>Subhanallah Walhamdulillah WalaIllahaiLLahu Allahu Akbar, Saudaraku ternyata ketika menjalankan syariat Islam secara kaffah tentu dengan berlandaskan AlQur&#039;an dan Assunnah serta mengikuti para salafussholeh hanya kebaikan yang kita dapatkan. Ayo manfaatkan waktu kita untuk selalu menggali dan mengamalkannya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah Walhamdulillah WalaIllahaiLLahu Allahu Akbar, Saudaraku ternyata ketika menjalankan syariat Islam secara kaffah tentu dengan berlandaskan AlQur&#8217;an dan Assunnah serta mengikuti para salafussholeh hanya kebaikan yang kita dapatkan. Ayo manfaatkan waktu kita untuk selalu menggali dan mengamalkannya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
