Ruqyah Syirik …

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/05/lapsus04.htm

LAPSUS Muktamar XIII Persis
Senin, 05 September 2005
Wacana
Sembilan Fatwa Aktual Persis

TERHADAP berbagai persoalan umat yang aktual, PP Persis meresponsnya
dengan menggelar Sidang Dewan Hisbah di Pesantren Persis Lembang,
baru-baru ini. Sebelum sidang, peserta memperoleh pengarahan dari Ketua
Dewan Hisbah, K.H. Akhyar Syuhada.

Sejumlah pakar yang membahas persoalan tersebut yakni Dr. H.M.
Abdurrahman, M.A (Sekretaris Dewan Hisbah), Drs. K.H. Shiddiq Amien,
M.B.A., Drs. K.H. Uus M. Ruhiat, K.H. Usman Shalehuddin, Drs. M. Romli,
Drs. Taufiq Rahman Azhar, K.H. Rahmat Najib, Drs. H. Wawan Shofwan
Shalehuddin, dan Drs. K.H. Entang Muchtar, Z.A.

Setelah melalui pembahasan yang berlangsung hangat, Sidang Dewan Hisbah
VII Persis mengeluarkan fatwa sebagai berikut:

1. Membakar mayat hukumnya haram, kecuali bila tidak ada cara atau
upaya
lain.

2. Aborsi korban perkosaan hukumnya haram walaupun usia kehamilan itu
belum 40 hari. Artinya, aborsi atau pengakhiran kehamilan bukan atas
dasar indikasi medis hukumnya haram sejak terjadinya konsepsi
(pembuahan). Aborsi yang dibolehkan adalah aborsi dasar indikasi medis.

3. Berdiri menghormati pemimpin dibolehkan, selama berdirinya itu atas
dasar ikrimah (penghormatan) dan bukan kultus individu atau
mengakibatkan kesombongan.

4. Berkaitan dengan persoalan salat gaib bagi korban bencana, Dewan
Hisbah membagi salat jenazah pada tiga, yaitu salat jenazah dilakukan
sebelum jenazahnya dikuburkan, salat jenazah sesudah jenasahnya
dikuburkan (salat di atas kuburannya), dan salat jenazah bagi yang
meninggal di wilayah yang diyakini tidak ada yang menyalatinya termasuk
korban bencana alam (salat gaib).

5. Memindahkan penyakit kepada binatang atau makhluk lain adalah
mustahil dan memercayainya adalah syirik.

6. Plasenta untuk bahan kosmetika, Dewan Hisbah memutuskan bahwa (1)
Kosmetika dan obat-obatan yang terbuat dari plasenta manusia hukumnya
haram; (2) Kosmetika dan obat-obatan yang terbuat dari plasenta
binatang
yang haram hukumnya haram; dan (3) Kosmetika dan obat-obatan yang
terbuat dari plasenta binatang yang halal hukumnya halal.

7. Ruqyah dan penyembuhan kerasukan jin, Dewan Hisbah memutuskan bahwa
ruqyah dalam arti doa dan melindungkan diri dengan kalimat yang
manshush
(diucapkan oleh Nabi Muhammad saw.) atau susunan sendiri disyariatkan
(dicontohkan oleh Rasulullah saw.); ruqyah dalam arti jimat dan
jampi-jampi sekalipun menggunakan ayat Alquran adalah syirik (berdosa
besar); Tidak ada kesurupan jin; Keyakinan dan pengobatan kesurupan jin
adalah dusta dan syirik.

8. Salat Idulfitri atau Iduladha di atas tanah lapang adalah lebih
utama
(afdhaliyah).

9. Salat dengan dua bahasa atau bacaan salat ditambah dengan
terjemahannya adalah tidak sah. ***

Wah .. wah .. ada yang tahu tentang kebenarannya ?? 

32 thoughts on “Ruqyah Syirik …

  1. ibrahim rusli Maret 22, 2006 pukul 2:24 pm Reply

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menyiikapi tentang ruqyah, menurut ustadz adalah dust dan syirik, lalu bgmn dengan sejarah bhw rasulullah saw pernah di sihir,lalu beliau menggunakan ayat2 al-qur’an sebagai obat yaitu surat an-naas. apakah sejarah itu bnr adanya atau hanyalah sebuah dusta? klo tidak ada kesurupan lalu mengapa kebanyakan orang pernah mengalaminya terlebih sihir. bukankah sihir sudah ada sejak jaman kenabian dahulu? MOHON PENJELASANNYA. TERIMA KASIH
    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Suka

  2. Amalia Mei 23, 2006 pukul 12:17 am Reply

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Bagaimana tentang memindahkan penyakit dengan “TELUR”? apa itu syirik?

    Suka

  3. andi Mei 23, 2006 pukul 1:26 am Reply

    Alaikumsalam wr.wb.
    Memang banyak “Kyiai” yang memediasi metode penyembuhan melalui benda, misalkan Telur, Kambing, atau yang lain.
    Sepengetahuan saya itu tidak ada didalam Alqur’an dan Sunnah.
    Yang ada malah Habatussauda, Ruqyah, Madu. Mengapa harus mencari jalan yang lain sedangkan sudah diajarkan dan diberitakan tentang kebenarannya di AlQur’an dan Sunnah.
    Artikel tentang Habatussauda ada disini .. http://kemha.blogspot.com/2005/10/habbatussauda-bukan-alternatif.html

    Suka

    • muhammad yusuf Oktober 20, 2010 pukul 4:21 am Reply

      apakah setiap yang tidak ada dalam Al Qur’an dan hadits otomatis menjadi salah, fasiq, syirik,dan lain sebagainya.. . kecuali di dalam Al Qur’an atau Hadits jelas ada larangan atas hal tersebut…. bagiamana dengan perkembangan jaman.. apakah kita menggunakan kemajuan eknologi menjadi haram????
      Adzan dan Ritual ibadah yang lain dengan menggunakan Mikrophone… apakah menjadi haram???karena itu bentuk bid’ah… membangun madrasah dan pondok pesantren apakah di larang???
      karena jaman Rosul itu tidak ada… Menulis Hadits… apakah haram… karena jelas2 rosululloh dulu melarang menulis hadits… ??? Wallohu a’lam.

      Suka

  4. Vever Oktober 23, 2007 pukul 10:05 am Reply

    Tetapi mengapa masih ada seorang Kyai menyembuhkan penyakit lewat perantara ? apa itu memang haram hukumya atau bagaimana ?

    Suka

  5. Mujahidin_Banjarmasin Desember 1, 2007 pukul 2:57 am Reply

    Ana tertarik dengan ruqyah,ruqyah yang di ajarkan Rasulullah dari al-quran tersebut di bolehkan,bagaimana halnya jika ruqyah dilakukan dengan amaliah yang semiasal membaca amalan asmaul husna contoh AR-RAHMAN yang bila diamalkan sebanyak 100x akan bertambah ketampanannya,dan hal ini tidak pernah di contohkan oleh Rasul,alhasil pada saat peruqyahan bukan tambah ganteng eh malah lesurupan,tanya kenapa?
    karena sekarang kita meminta amalan hanya melihat dari fadilah/keutamaan,tapi kita sering lupa apakah dicontohkan oleh Rasul/tidak,jadi walaupun ayat al-quran diamalkan,tapi tidak diajarkan Rasul,siap2 aja,so kalau cari amalan cari haditsnya dlu,ok………….
    ana nyaranin tuk ngamalin AL-MATSURAT,haditnya ada juga sudah di ajarkan Rasul………..
    jadi kapan loe mau ikut ngamalin bareng kita….?dan hati2 thdp amalan2 yang gak jelas…..akibatnya bisa fatal…..don cry at home….amalan gak jelas……….
    waspadalah………….
    waspadalah………..
    setan ada dimana-mana………..
    hi………….
    serem…………
    jadi solusinya………….
    dekatin diri ma ALLAH………..
    ok……………..
    kamu bisa…………

    Suka

  6. andi Desember 3, 2007 pukul 4:20 am Reply

    @vever
    Untuk para kyiai yng menyembuhkan dengan cara mediasi saya pikir itu bukan secara Islami, karena itu biasa dilakukan oleh para tukang sihir, ahli nujum dan sebangsanya. Untuk ayat – ayat al-Qur’an yang dipakai saya pikir itu sudah perbuatan Syaitan. Syaitan bisa memakai cara apa saja untuk menjerumuskan kita ke Neraka.
    @Mujahidin_Banjarmasin
    Saya sependapat dengan anda tentang pentingnya mengetahui dasar hukum dari suatu perkara, jangan pernah melakukan suatu amalan tanpa ada dasar yang jelas, meski itu dari seorang kyai sekalipun kita wajib menanyakan dasar dan sumber hukumnya sehingga kita juga tidak bertindak taqlid.

    Suka

  7. abu fadhil almantawisy Januari 11, 2008 pukul 2:46 am Reply

    Definisi Kesurupan
    Kesurupan (ash-shar’u) ialah ketimpangan yang menimpa akal manusia sehingga tidak dapat menyadari apa yang diucapkannyadan tidak dapat pula menghubungkan antara apa yang telah diucapkan dengan apa yang akan diucapkannya. Orang yang terkena hal ini akan mengalami kehilangan ingatan sebagai akibat dari ketimpangan ada saraf otak. Ketimpangan akal ini akan diiringi dengan ketimpangan pada gerakan-gerakan orang yang kesurupan sehingga berjalan terhuyung-huyung dan tidak dapat mengendalikan jalannya, bahkan mungkin akan kehilangan kemampuan memperkirakan langkah-langkah yang seimbang bagi kedua kakinya atau menghitung jarak yang benar untuknya. Di antara fenomena kesurupan ialah kekacauan dalam ucapan, perbuatan, dan fikiran.

    Definisi Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani tentang Kesurupan
    “Penyakit yang menghalangi organ-organ utama dari proses interaksinya secara sempurna. Sebabnya adalah udara berat yang tertahan di saluran-saluran otak, atau uap kotor yang naik kepadanya dari sebagian organ, kadang-kadang disertai ketersumbatan pada organ sehingga membuat orang yang bersangkutan terhuyung bahkan jatuh seraya mengeluarkan busa akibat banyaknya pelembaban. Kesurupan bisa jadi karena gangguan jin, dan tidak terjadi kecuali dari mereka yang berjiwa kotor; kemungkinan karena baiknya sebagian jenis manusia atau karena menimpakan gangguan kepadanya semata-mata”.
    Definisi yang pertama sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh para dokter dan disebutkan pengobatannya, sedangkan yang kedua ditolak oleh sebagian besar mereka dan diakui oleh sebagian yang lain disamping tidak diketahui pengobatannya kecuali dengan perlawanan dari ruh yang baik untuk mengusir ruh jahat yang lebih rendah dan menghapuskan perbuatannya. ( Fathul Bari, 10/114 )

    Dalil-Dalil tentang Kesurupan
    Kebenaran tentang terjadinya kesurupan ini dikuatkan oleh dalil naqli dan aqli, karena ia merupakan peristiwa nyata dan tidak ada yang menolaknya kecuali orang yang sombong.
    Pertama: Dalil Al Qur’an
    Firman Allah :
    “ Orang-orang yang memakan ( mengambil ) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila…”(Al Baqarah : 275 )
    Al Hafizh Ibnu Katsir berkata: “Orang-orang yang memakan riba…” yakni mereka tidak dapat berdiri kecuali seperti orang-orang kesurupan ketika mengalami kesurupan dan kemasukan syetan, yaitu dia berdiri secara tidak normal” ( Tafsir Ibnu Katsir, 1/326 )

    Kedua: Dalil dari Sunnah
    Dari Atha’ bin Abi Rabbah ia berkata: telah berkata kepadaku Ibnu Abbas: “Maukah kutunjukkan kepadamu wanita ahli surga?”. Saya berkata: ”Ya”. Ibnu Abbas berkata: “Wanita hitam ini datang kepada Rasulullah seraya berkata, sesungguhnya aku terserang penyakit gila sehingga terbuka pakaian saya, maka doakanlah untukku”. Nabi bersabda: “ Jika engkau suka bersabarlah dan bagimu surga, dan jika engkau suka pula aku akan berdoa kepada Allah semoga menyembuhkanmu. Wanita itu berkata: “Aku bersabar, tetapi doakanlah kepada Allah agar aku tidak terbuka pakaian.” Lalu Nabi berdoa untuknya. ( HR. Bukhari, 6/114 dan Muslim 16/131 )
    Wanita ini namanya Ummu Zufar, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Shahihya dari Atha’(Shahihul Bukhari, Kitabul Mardha, bab Fardhu man Yushro’u minar riih.) Nampaknya, penyakit gila yang dialami oleh wanita tersebut adalah dari gangguan jin.
    Ketika menjelaskan hadits ini Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: Dalam riwayat Al Bazzar dari jalan lain dari Ibnu Abas tentang kisah seperti ini disebutkan bahwa wanita itu berkata: “Au takut si jahat itu akan menelanjangiku”.( Fathul Bari, 10/115 )
    Si jahat ( al khabits ) adalah syetan. Oleh sebab itu, setelah menyebutkan beberpa jalan hadits tersebut Al Hafizh berkata: Dari beberapa jalan hadits yang telah saya sebutkan tadi dapat disimpulkan bahwa yang dialami oleh Ummu Zufar adalah kesurupan jin bukan ayan. (Fathul Bari, 10/115).

    Ketiga: Dalil Aqliah
    Muhammad Al Hamid berkata: Jika jin berjasad halus maka secara akal ataupun agama tidak mustahil bisa masuk ke dalam tubuh manusia, karena yang halus bisa masuk ke dalam yang tebal, seperti udara bisa masuk ke dalam tubuh kita, atau api bisa merasuk di dalam bara atau listrik mengalir di kabel bahkan seperti air di dalam tanah, pasir, dan pakaian padahal dia tidak sehalus udara dan listrik.
    Sikap ahlul haq ialah menerima nash-nash yang memberitahukan bahwa jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Kenyataan mengenai hal ini pun telah banyak kita saksikan sehingga kita tidak boleh menolaknya. Bahkan wahyu telah memberitahukan hal ini. Kita dituntut menerimanya tanpa ta’wil naif yang akan membawa nash-nash tersebut keluar dari jalannya yang benar kepada berbagai kebengkokan yang tidak dapat dibenarkan oleh Islam dan aqidah yang benar. Sikap mengimani inilah yang akan menyelamatkan dari keabadian di neraka kelak.
    Kenyataan-kenyataan tentang masuknya jin ke dalam tubuh manusia ini sangat banyak dan bisa disaksikan . Orang yang mengingkarinya karena saking banyaknya peristiwa ini, akan bertabrakan dengan kenyataan-kenyataan empirik yang sekaligus menyatakan kesalahan pendapatnya tersebut. ( Rududun’alaa Abathil, 2/135)

    Pendapat para Ulama
    1. Telah kami sebutkan pendapat para Imam tafsir seperti Thabari, Qurthubi, Ibnu Katsir dan Al Alusi.
    2. Al Asy’ari di dalam Maqalatu Ahlis Sunnah Wal Jama’ah menyebutkan bahwa mereka berpendapat, jin bisa masuk ke dalam jasad orang yang kesurupan, sebagaimana firman Allah:
    “ Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri kecuali seperti beririnya orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila ”. ( Al Baqarah : 275 ) ( Risalatul Jinni , hal. 6 )
    3. Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata: “ Aku berkata kepada bapakku: “ Sesungguhnya orang-orang berpendapat bahwa jin tidak dapat masuk ke dalam jasad manusia, lalu beliau menjawab: “ Wahai anakku, mereka berdusta. Dia itu berbicara melalui lidahnya ”.( Risalatul Jinni, hal. 8 )
    4. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
    “ Eksistensi jin dinyatakan oleh Al Qur’an, Sunnah dan kesepakatan para ulama salaf dari umat ini. Demikian pula bisa masuknya jin ke dalam jasad manusia, dinyatakan dengan kesepakatan para Imam Ahlus Sunnah. Ia adalah hal yang bisa disaksikan dan dirasakan bagi orang yang mentadaburkannya. Ia ( jin ) bisa masuk ke dalam jasad orang yang kesurupan lalu orang tersebut berbicara dengan pembicaraan yang tidak diketahui dan tidak disadarinya. Bahkan dipukul dengan pukulan yang sangat keras pun tidak mereasakannya. Firman Allah: “ Seperti orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila”, hadits Rasulullah: “ Sesungguhnya syetan mengalir ada diri anak Adam seperti aliran darah” ( Diriwayatkan oleh Bukhari, 4/282, dan Muslim, 14/155 ) dan nash-nash lainnya telah membenarkan hal ini ( Mukhtasharul Fatawa Al Mishriyah, hal. 584 ).
    5. Ibnul Qayyim berkata: Kesurupan ada dua: kesurupan karena ruh-ruh jahat dan rendah dan kesurupan karena tabiat-tabiat yang jelek ( Ath Thibbun Nabawi, hal. 51 )
    6. Ibnu Hazm berkata: Benar bahwa syetan bisa masuk ke dalam jasad manusa sebagaimana ditegaskan oleh Al Qur’an, lalu membangkitan tabiat-tabiatnya yang hitam dan asap yang naik ke otak sebagaimana dikatakan oleh setiap orang yang kesurupan, lalu pada saat itu Allah menjadikannya kesurupan sebagaimana kita saksikan. Itulah nash Al Qur’an dan kenyataan yang ada.

    Sikap para Dokter
    1. Seorang ilmuwan asal Amerika dan anggota Lembaga Kajian Psikologi Amerika, Carrington, dalam bukunya “ Fenomena Spiritual Moderen “, berkata tentang kesurupan: ” Jelas bahwa kesurupan, minimal, merupakan realitas yang tidak dapat diabaikan oleh ilmu pengetahuan, selama ada sejumlah besar hakekat mencengangkan yang mendukungnya. Jika demikian halnya, maka pengkajiannya merupakan hal yang harus dilakukan, bukan karena pertimbangan akademis semata-mata tetapi karena hingga sekarang ratusan bahkan ribuan manusia masih sering mengalami keadaan ini, juga karena penyembuhan mereka memerlukan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang segera, maka di hadapan kita terbuka lebar bidang kajian yang memerlukan semua kebutuhan ilmu pengetahuan moderen dan pemikiran psikologis…”( ‘Alamul Jinni wa mala’ikah, hal. 82 )
    2. Dr. Pall di dalam bukunya “Analisa Keadaan Tidak Normal dalam Pengobatan Sakit Akal ” berkata bahwa banyak hal yang masih perlu kita ungkap khususnya yang berkaitan dengan gangguan spiritual ( kesurupan ) sebagai faktor penyebab penyakit-penyakit kejiwaan dan saraf. Gangguan spiritual ( kesurupan ) ternyata jauh lebih pelik dari apa yang diperkirakan semula…Sekalipun demikian ketika para ahli pengobatan yang menggunakan kekuatan spiritual moderen mampu melakukan berbagai keajaiban ( keberhasilan ) dalam mengusir syetan atua ruh-ruh pengganggu ternyata sebagian dokter melecehkannya. ( ‘Alamul Jinni wa mala’ikah, hal. 83 )
    3. Dr. James Haislon berkata di dalam bukunya “ Kesurupan “ bahwa Ia adalah pengaruh luar biasa yang dilakukan oleh makhluk luar yang berkendaraan pada akal dan jasad seseorang. Kita tidak mungkin menolak kemungkinan terjadinya kesurupan ( ‘Alamul Jinni wa mala’ikah, hal. 83 ).
    4. Sebagian dokter, seperti Dr. Karl Wikeland, menceritakan bahwa penyakit gila bisa jadi muncul dari dominasi ruh jahat pada orang yang sakit kemudian menimbulkan keguncangan dan ketimpangan pada gerakan-gerakannya ( ‘Alamul Jinni wa mala’ikah, hal. 83 ).
    5. Di antara orang yang mengakui terjadinya kesurupan akibat ruh-ruh jahat yang kemudian kedokteran tidak mampu menyembuhkannya ialah Dr. Alexis Carl, peraih Nobel bidang kedokteran dan bedah.
    6. Dr. Ahmad Shabahi ‘Iwadhullah berkata: Kesurupan adalah perbuatan ruh-ruh jahat dan rendah. Penyembuhannya dengan perlawanan ruh-ruh mulia, baik dan tinggi terhadap ruh-ruh jahat tersebut, sehingga akan menolak pengaruh-pengaruhnya dan menentang perbuatan-perbuatannya. Hal ini dilakukan melalui orang-orang yang shaleh ( Al Istsyfa’ bil Qur’an, hal. 98 ).

    Diagnosis Kedokteran tentang Kesurupan
    1. Dr. Ahmad Shahabi berkata bahwa kesurupan itu pada umumnya merupakan keguncangan dan ketimpangan yang mendadak pada listrik otak dan fungsinya. Saat terjadinya serangan ini ada dua macam:
    a. Serangan penyumbatan organ yang berawal pada pusat-pusat gerakan di otak akibat perubahan-perubahan fisiologis sehingga penderita akan kehilangan rasa dan perasaannya secara total. Penyembuhannya dapat dilakukan oleh para dokter ahli penyakit kulit.
    b. Serangan penyumbatan psikologis yang berawal pada pusat-pusat rasa yang bentuk utamanya adalah perubahan akal tetapi penderita tidak kehilangan rasa dan perasaanya secara total. Ini termasuk serangan kesurupan yang bisa diobati dengan doa dan pendekatan diri kepada Allah dan tidak dapat dilakukan oleh pengobatan para dokter ( Al Istsyfa’ bil Qur’an, hal. 87 ).

    Disyariatkannya Pengobatan Kesurupan
    1. Abdullah bin Mas’ud pernah mengobati orang yang kesurupan ( kemasukan jin ) dengan membaca Al Qur’an dan kemudian dibenarkan oleh Nabi:
    Abu Ya’la meriwayatkan dari Hanasy ash-Shagahani:
    Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa ia pernah membaca di telinga orang yang kena jin lalu sembuh. Kemudian Nabi bertanya kepadanya: “ Apa yang kamu baca di telinganya ? ” Ibnu Mas’ud menjawab: Aku baca: “afahasibtum annamaa khalaqnaakum ‘abatsan…(Akhir Q.S. Al Mukminun ) sampai akhir surat. Lalu Nabi bersabda: “Sekiranya ada orang yang mendapatkan taufik membacanya kepada gunung niscaya akan pecah”.
    Al Hatsami berkata bahwa di dalam sanadnya ada Ibnu Lahi’ah, padanya ada kelemahan dan haditsnya hasan, sedangkan para perawi lainnya adalah para perawi shahih ( Majma’uz Zawaid, 5/115 ).
    2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkali-kali mengobati kesurupan, sebagaimana diceritakan muridnya, Ibnul Qayyim, katanya: “Aku menyaksikan syaikh kami mengutus seseorang kepada orang yang kesurupan jin untuk berbicara kepada ruh (jin) yang ada di dalamnya. Orang yang diutus itu berkata: “Syaikh (Ibnu Taimiyah) berkata: “ Keluarlah, karena hal ini tidak boleh Anda lakukan”, lalu orang itu pun sadar. Kadang-kadang beliau langsung yang berbicara kepada jin dan kadang jin itu membangkang sehingga dikeluarkan dengan pukulan. Ketika sadar, orang yang kesurupan tersebut tidak merasakan rasa sakit sama sekali. Kami dan orang-orang selain kami telah menyaksikan hal ini dilakukan oleh beliau berkali-kali, dan seringkali beliau membacakan di telinga orang yang kesurupan ayat: “Afahasibtum annama khalaqnaakum ‘abatsan wa annakum ilainaa laa turja’uun”.

    Beliau pernah menceritakan kepadaku pada suatu kesempatan, bahwa beliau membacakan ayat tersebut di telinga orang yang kesurupan lalu jin berkata: “Ya”. Syaikh (Ibnu Taimiyah) berkata: “Kemudian aku ambil tongkat dan aku pukulkan kepadanya di tengkuknya hingga tanganku terasa letih, dan orang-orang yang hadir memastikan bahwa dia telah mati. Ketika merasakan pukulan tersebut jin itu berkata: “Aku mencintainya”, lalu aku katakana kepadanya: “ Dia tidak mencintaimu”. Jin berkata: “ Aku ingin pergi haji bersamamu”. Jin berkata: “Aku tinggalkan dia demi menghormatimu”. Aku katakan: “Tidak, tetapi karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya”. Jin berkata: “aku keluar darinya”. Syaikh berkata: “Kemudian orang yang kesurupan itu duduk seraya menoleh ke kiri dan kanan lalu bertanya: “Apa yang embawaku ke tempat syaikh ini?”. Orang-orang bertanya kepadanya: “bagaimana dengan semua pukulan ini ?” Ia menjawab: “ Atas dasar apa syaikh memukulku padahal aku tidak melakukan dosa apa-apa ?” Ia tidak merasakan sama sekali semua pukulan tersebut. ( Ath Tibbun Nabawi, hal. 53 ).

    Sebab – Sebab Kemasukan Jin
    Syaikhul Islam berkata: Gangguan jin kepada manusia terjadi kadang-kadang karena syahwat, hawa nafsu, dan mabuk cinta (‘isyq), seperti halnya manusia. Kadang-kadang manusia dan jin melakukan pernikahan dan punya anak. Hal ini banyak terjadi dan disebutkan serta dibicarakan oleh para ulama. Mayoritas ulama membenci (menilai makruh) pernikahan jin ini dan kebanyakan dilakukan karena kebencian atau pembalasan seperti tersakiti oleh sebagian manusia atau karena mereka menyangka bahwa sebagian manusia tersebut sengaja menyakiti mereka dengan mengencingi, menumpahkan air panas atau membunuh sebagian mereka padahal manusia tidak mengetahuinya. Di kalangan jin juga ada kebodohan dan kezhaliman sehingga mereka menghukumnya secara tidak sewajarnya, mungkin karena kesia-siaan dan kejahatan seperti halnya manusia-manusia bodoh.
    Ia ( Ibnu Taimiyah ) berkata: jika termasuk yang pertama, maka hal tersebut merupakan kekejian yang diharamkan Allah sebagaimana juga diharamkan atas manusia, sekalipun dengan kerelaan pihak lain, dan apalagi jika ia ( manusia ) tidak menyukainya. Perbuatan itu adalah kekejian dan kezhaliman, karena itu masalah ini harus dijelaskan kepada jin tersebut dan diberitahukan bahwa perbuatan tersebut adalah kekejian yang diharamkan atau kekejian dan permusuhan. Penjelasan ini perlu agar bisa ditegakkan hujjah atas mereka dan mengetahui bahwa kepada mereka berlaku hukum Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada semua manusia dan jin.
    Jika termasuk yang kedua, maka harus diberitahukan bahwa manusia tersebut tidak mengetahui dan tidak sengaja menyakiti sehingga tidak berhak dihukum. Jika ia melakukan hal tersebut di rumah atau kerajaannya, maka dia bebas mengambil tindakan apa saja yang dibolehkan. Sedangkan kalian tidak punya hak untuk tinggal di kerajaan manusia tanpa izin dari mereka, tetapi kalian punya hak untuk menempati tempat-tempat yang bukan menjadi tempat tinggal manusia seperti tempat kosong dan padang sahara.
    Ia ( Ibnu Taimiyah ) berkata: Maksudnya bahwa jin apabila melakukan penganiayaan kemudian beritahukkanlah kepadanya akan hukum Allah dan Rasul-Nya serta ditegakkan hujjah atas mereka, diperintah berbuat yang ma’ruf dan dicegah dari kemungkinan sebagaimana dilakukan kepada manusia, karena Allah berfirman:
    “ Dan kami tidak menyiksa sebelum Kami mengutus seorang Rasul ”. ( Al Isra’ : 15 )
    ( Risalatul Jinni, hal. 27 )

    Sebab-Sebab gangguan Jin secara singkat adalah:
    1. Jin lelaki jatuh cinta kepada seorang wanita atau jin perempuan jatuh cinta kepada seorang lelaki.
    2. Kezhaliman manusia terhadap jin dengan menumpahkan air panas kepadanya atau menimpanya dari tempat yang tinggi dan lain sebagainya.
    3. Kezhaliman jin terhadap manusia seperti mengganggunya tanpa sebab. Dalam hal ini jin tidak bisa mengganggu manusia kecuali dalam salah satu dari empat keadaan berikut ini:
    a. Marah sekali
    b. Takut sekali
    c. Senantiasa bernafsu syahwat
    d. Lalai sekali.

    Bagaimana Jin Masuk ke dalam Jasad Manusia dan Dimana Dia Berada ?
    Syaikh Wahid Abdus Salam Bali dalam kitabnya Wiqayatul Insaan minal Jinni Wasy-syaithan mengatakan bahwa Jin berwujud udara sedangkan manusia memiliki pori-pori karena itu jin bisa masuk dari bagian mana saja dalam jasad manusia. Dalil bahwa jin berwujud udara adalah firman Allah:
    “ Dan Dia menciptakan jin dari nyala api ”. ( Ar Rahman : 15 )
    Ibnu Abbas berkata: yakni dari ujung gejolak api, sedangkan ujung gejolak api ialah udara panas yang keluar dari api.
    Ketika jin masuk ke dalam jasad manusia, dia langsung menuju otak dan melalui otak dia bisa mempengaruhi bagian mana saja di antara anggota tubuh manusia dari sentralnya di otak. Kajian-kajian kedokteran telah membuktikan bahwa para penderita kesurupan memiliki gelombang yang sangat halus dan aneh yang bersemayam di otak. Banyak jin yang memberitahukan kepada saya bahwa mereka menetap di otak.
    Salah seorang jin pernah berkata kepada penulis: Saya bisa mempengaruhi bagian mana saja dari anggota badan manusia. Saya katakan kepadanya, peganglah lengan ini, lalu dia meluruskan lengannya kemudian lengan itu dipegangi oleh tiga pemuda kuat untuk dibengkokkan tetapi mereka tidak mampu melakukannya. Lalu kukatakan kepadanya, lepaskanlah! Maka dia pun melepaskannya seperti semula.

    Referensi Wiqayatul Insaan minal Jinni Wasy-syaithan, Syaikh Wahid Abdus Salam Bali, Maktabah Ash Shahabah, Jeddah Cet. Ketiga, 1412 H/1992 M

    Suka

  8. abu muhammad Maret 8, 2008 pukul 1:35 pm Reply

    ada sebuah website khusus yang membahas tentang ruqyah syar’iyyah, pengobatan ath-thibun nabawiyah, da’wah tauhid di http://ruqyah-online.blogspot.com

    Suka

  9. tutix Mei 23, 2008 pukul 2:27 am Reply

    dari apa yang saya dapatkan dan pengalaman dari membaca, saya menyimpulkan bahwa pengobatan penyakit apapun kecuali melalui pengobatan secara medis yaitu melalui rugyah dan bekam..
    menurut anda bagaimana?

    Suka

    • hamidzul Agustus 20, 2010 pukul 3:34 pm Reply

      se7. Tambah herbal kali ya? yang teruji secara klinis-medis or thibbunnabawy

      Suka

  10. andi Mei 23, 2008 pukul 2:48 am Reply

    @tutix
    Ya setahu saya juga sama seperti mbak tutix. Pengobatan secara medis, rugyah, dan bekam. Akan tetapi banyak kok metode penyembuhan yang sesuai dengan ajaran Nabi.

    Suka

  11. abu muhammad Juli 14, 2008 pukul 3:37 pm Reply

    AUDIO AYAT-AYAT RUQYAH SYAR’IYYAH :Download Ayat-ayat ruqyah MP 3 :Ingin mendownload Audio Ruqyah versi 1 Khalid Al-QahtaniIngin mendownload Audio Ruqyah versi 2 SheikhSaadAl-GhamdiRuqya.mp3Ingin mendownload Audio Ruqyah versi 3 NabeelAl-Awadi.mp3Ingin mendownload Audio Ruqyah versi 4 SheikhMisharyRashedAl-EfasyRuqya.mp3Ingin mendownload Audio Ruqyah versi 5 Klik DisiniVIDEO RUQYAH SYAR’IYYAH :Download Video tata cara meruqyah Ustadz Fadlan Abu Yasir disiniDownload Video Penjelasan tentang ruqyah Ustadz Fadlan Abu Yasir L.c 

    Suka

  12. irfak Oktober 13, 2008 pukul 1:02 am Reply

    berisi keilmuan spiritual metafisika dan terapi alternatif holistik gratis/murah termasuk mengenai ruqyah/pengobatan sekali lagi klik http://www.jamuskalimosodo.com

    Suka

  13. haris Maret 8, 2009 pukul 3:40 am Reply

    Subhanallah Walhamdulillah WalaIllahaiLLahu Allahu Akbar, Saudaraku ternyata ketika menjalankan syariat Islam secara kaffah tentu dengan berlandaskan AlQur’an dan Assunnah serta mengikuti para salafussholeh hanya kebaikan yang kita dapatkan. Ayo manfaatkan waktu kita untuk selalu menggali dan mengamalkannya!

    Suka

  14. deja vu Maret 22, 2009 pukul 10:59 pm Reply

    pakar boleh pintar tapi jangan asal bos.
    aku punya hadist insya Allah shahih untuk tata cara pengobatan sevara ruqyah.
    anda bilang tidak ada kesurupan jin, anda aja buat ini kesurupan kok.
    ingat sepintar apapun anda jangan langsung melabelkan sesuatu.
    mau debat hubungi aku di az_ad@ymail.com

    deja vu

    Suka

  15. deja vu Maret 22, 2009 pukul 11:11 pm Reply

    saya setuju sekali dengan abu fadhil almantawisy, dari pada para pakar. karena para pakar tidak berbasic

    deja vu

    Suka

  16. kabayan Juli 27, 2009 pukul 5:11 pm Reply

    Percakapan seorang Pe – Ruqyah dengan Kang Dicky

    LSBD Hikmatul Iman adalah sebuah Lembaga Seni Bela Diri yang banyak sekali di fitnah . Terutama oleh mereka yang ingin mengembangkan organisasi atau perkumpulannya tapi tidak laku , atau yang tadinya laku tapi anggotanya banyak yang pindah ke LSBD Hikmatul Iman . Salah satu contoh adalah Ruqyah . Memang tidak semua Pe-Ruqyah memiliki pandangan buruk mengenai LSBD Hikmatul Iman , tetapi mereka yang tidak mau ber-tabayun selalu menuduh apabila LSBD Hikmatul Iman dibantu oleh Jin , padahal keilmuan yang diajarkan di LSBD Hikmatul Iman banyak yang berfungsi untuk melawan Jin dan Ilmu Hitam , dan para anggota selalu mengamalkan ilmunya untuk melawan hal yang seperti itu selain pengobatan medis . Berikut ini adalah sepotong percakapan Akang dengan seorang yang mengaku Pe-Ruqyah melalui sambungan telepon . Meskipun melalui telepon , Akang menghargai beliau karena mau ber-tabayun . Pe-Ruqyah Akang singkat menjadi PR , dan Akang disingkat menjadi KD ( bukan Krisdayanti lho…! ).

    PR : “ Assalamu’alaikum “

    KD : “ Wa’alaikum salam “

    PR : “ Maaf , apakah benar ini dengan HP nya Kang Dicky ? “

    KD : “ Betul…ini dengan siapa yaa…? ”

    PR : “ Saya ingin konfirmasi dengan anda tentang ke-ilmu-an HI , berhubung banyak sekali informasi ke saya kalau HI itu dibantu JIN . Nama saya Ustadz A ( Nama Akang rahasiakan untuk menghargai beliau ), saya biasa mengusir Jin dengan cara Ruqyah Syar’iah , dan saya mengusulkan anda untuk di Ruqyah agar Jin yang ada di tubuh anda menjadi hilang . “

    KD : “ Oooh begitu ….kalau begitu itu bukan konfirmasi dong , itu mah langsung menuduh , karena belum apa-apa sudah menyuruh di ruqyah “

    PR : “ Saya kira itu sudah pasti , karena semua Tenaga Dalam itu dibantu oleh Jin “

    KD : “ Anda tahu definisi Tenaga Dalam ? “

    PR : “ Tenaga Dalam itu yang mental-mentalin lawan kan ? “

    KD : “ Yang saya tanyakan adalah definisi Tenaga Dalam itu apa , penjelasan ilmiah nya “

    PR : “ Iya…pokoknya yang mental-mentalin lawan itu lah…!! “

    KD : “ Berarti anda tidak tahu definisi Tenaga Dalam itu apa , lalu mengapa anda sudah berani menuduh atau memfonis sesuatu yang anda sendiri tidak ada ilmu-nya tentang itu , dan sudah berani berbantah – bantahan , padahal anda tidak tahu yang anda bantahkan itu . Sekali lagi saya tanya , apa Definisi Tenaga Dalam ? “

    PR : “ Saya tidak tahu penjelasannya , tapi itu adalah tenaga yang mementalkan lawan dari jarak jauh , dan itu pasti dibantu Jin “

    KD : “ Pernah baca QS Ali Imran 66 ? “

    PR : “ Yang mana yaa…? “

    KD : “ Bunyi nya begini , Itulah kamu , kamu ini ( sewajarnya ) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui , maka mengapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui , Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui . Nah itu QS Ali Imran 66 , makanya saya tanya dulu definisi Tenaga Dalam itu apa pada anda , apakah anda mengetahui betul yang anda bantahkan itu , dan terbukti dari jawaban anda , bahwa anda sebetulnya tidak mengetahui yang dibantahkan itu . “

    PR : “ Lalu apa definisi Tenaga Dalam itu ? “

    KD : “ Naahhh begitu dong , sebaiknya tanya dulu . Tenaga Dalam definisinya adalah pemfokusan energi tubuh pada satu titik sehingga hasilnya maksimal . Itu saja sih sebetulnya definisi nya . Jadi tidak ada mantra – mantra atau jampi – jampi , bacaan – bacaan , puasa atau berbagai macam tirakat , semua dilatih , semuanya di dapat dengan olah raga . Raga kita di olah agar mampu menghasilkan energy yang lebih baik . Di negara-negara maju penelitian mengenai hal ini sudah jauh sekali , bahkan ada dua orang ilmuwan yang bernama Cann and Wilson tahun 1987 menemukan bahwa di satu centimeter kubik sel mythocondria manusia itu bisa menghasilkan listrik 200.000 volt . Jadi Tenaga Dalam itu sebetulnya sudah ada di tubuh setiap manusia , karena itu adalah energy yang dihasilkan oleh ATP atau Adenosin TryPhospat , dan itu adalah tenaga yang biasa kita pakai sehari – hari untuk menggerakan otot juga untuk melakukan segala kegiatan , hanya bedanya , ada teknik untuk memfokuskan energy itu , sehingga hasilnya lebih maksimal . Contohnya , ketika kita sedang mengangkat meja yang berat , muka kita suka ikutan berkerut-kerut dan ber-ekspresi , leher ikutan tegang , dubur jadi ngeden , suara jadi keluar ikutan ngeden , nah , dengan Teknik Tenaga Dalam , semua yang tidak perlu itu dihilangkan , jadi tenaga kita hanya terfokus ke kaki dan tangan yang sedang mengangkat benda itu , wajah dan yang lainnya , terutama bagian yang tidak perlu diberi tenaga , yaa nggak usah ikutan , wajah – leher – dubur jadi rileks , karena tenaga hanya mengaliri bagian yang diperlukan untuk bekerja . Semua adalah teknik , untuk apa dibantu mahluk lemah yang namanya Jin . Dengan begitu kita memaksimalkan energy yang kita pakai , jadi bisa untuk menghancurkan benda keras dengan tangan kosong , karena tenaga terfokus . “

    PR : “ Ahh…itu sih pembenaran anda , apapun akan dikatakan untuk pembenaran-pembenaran “

    KD : “ Lalu pembenaran anda yang menuduh Tenaga Dalam dibantu Jin itu apa…? “

    PR : “ Karena tidak mungkin manusia bisa mematahkan baja atau menghancurkan batu kali dengan tangan kosong , itu pasti dibantu Jin , apalagi itu dilakukan oleh perempuan , nggak mungkin lah itu “

    KD : “ Anda bisa melihat Jin atau anda bisa mendengar Jin ? “

    PR : “ Yaa nggak bisa lah…Jin itu kan perkara Ghoib , jadi tidak bisa dilihat , manusia itu tidak mungkin bisa melihat Jin “

    KD : “ Kalau anda tidak bisa melihat atau mendengar Jin , berarti tuduhan itu berdasarkan angan-angan kosong dan kecurigaan yang tidak beralasan . Bagaimana mungkin menuduh seseorang hanya berdasarkan perkiraan dan angan-angan seperti itu . Tuduhan itu harus berdasarkan bukti yang jelas dan nyata , bagaimana bisa membuktikan , kalau anda sendiri tidak pernah melihat bukti – buktinya . Seorang polisi ketika menangkap penjahat harus disertai bukti yang meyakinkan dan nyata , seorang hakim memberikan vonis bersalah kepada seorang pesakitan harus berdasarkan bukti yang nyata , seorang jaksa ketika menuntut harus berdasarkan bukti yang jelas juga . Nah , sekarang kalau benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin , tolong munculkan Jin nya . Buat si Jin itu jadi berwujud nyata , agar semua orang bisa melihat bukti – nya , kalau memang benar LSBD Hikmatul Iman itu dibantu Jin . Sekali lagi jangan menuduh berdasarkan angan – angan atau perkiraan saja . Jangan – jangan perkiraan dan angan – angan itu muncul dari syaitan , karena di dalam surat An-Nisa 120 Allah berfirman bahwa syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka , padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka . Jadi hati-hati , karena siapa tahu itu dari syaitan yang hendak mengadu domba . “

    PR : “ Bagaimana kalau untuk membuktikannya anda kami ruqyah ? “

    KD : “ Sudah terlalu sering anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , dan semua nya merasa biasa saja ketika mendengarkan ayat-ayat Allah SWT . Tidak pernah ada anggota kami yang mengamuk atau kesurupan , malahan jadi membantu orang lain yang kesurupan karena dibacakan ruqyah . Saya nanti akan upload video ketika para anggota LSBD Hikmatul Iman di ruqyah , di video itu juga diperlihatkan yang kesurupan nya , dan itu tak satupun anggota kami . Juga pernah ada satu kejadian ketika di ruqyah massal , malah pe-ruqyah nya yang kesurupan . Dikatakan oleh pe-ruqyah yang lain , itu adalah Jin nya yang belum bersih betul dari tubuh si pe-ruqyah itu . Satu hal lagi , Jin itu tidak bisa di ruqyah . Maksudnya , Jin itu tidak akan kepanasan kalau dibacakan ayat-ayat Al Qur’an . Sebagaimana yang ada di QS Al Jin ayat 1 dan 2 Allah SWT berfirman , Katakanlah ( Hai Muhhamad ) , telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan Jin ( akan Al Qur’an ) lalu mereka berkata , sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan , yang memberikan petunjuk kepada jalan yang benar , lalu kami beriman kepadanya . Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan tuhan kami . Lalu di QS Al Jin ayat 13 , Dan sesungguhnya tatkala kami mendengar petunjuk ( Al Qur’an ) , kami beriman kepadanya . Barang siapa beriman kepada tuhan nya , maka ia tidak takut pada pengurangan pahala dan ( tidak takut pula ) akan penambahan dosa dan kesalahan . Jadi kalau berdasarkan surat itu , ketika Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat Al-Qur’an , nggak ada tuh Jin yang kepanasan , lalu ngamuk – ngamuk . Level Rasulullah SAW saja ketika membacakan ayat Al-Qur’an , tidak pernah bikin Jin jadi kepanasan . Malah mereka takjub dan terkagum-kagum , lalu mereka beriman . Di ayat itu dikatakan , sekumpulan Jin mendengarkan dulu , baru mereka beriman , jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an . “

    PR : “ Mereka kan Jin yang sudah beriman , maka mereka tidak kepanasan “

    KD : “ Sekali lagi baca itu ayat dengan teliti , mereka para jin itu mendengarkan dahulu , baru mereka beriman . Jadi mereka baru beriman setelah mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an , sebelum itu , mereka belum beriman. Sudah jelas sekali ayat itu sebetulnya , jadi jangan dibalik-balik artinya . Orang yang mengerti tata bahasa pasti tahu , kecuali mereka yang tidak mengerti , yaa harus dimaklumi . Bagaimana anda bisa membedakan kalau itu kesurupan atau gangguan psiklogis ? “

    PR : “ ?????? “

    KD : “ Saya pernah mengutus seorang anggota LSBD HI untuk pura-pura kesurupan , dan waktu itu di Jakarta Ruqyah Center. Anggota kami itu memang pandai acting , jadi setelah kami bayar untuk pendaftaran , mulailah dia di ruqyah . Sesuai rencana awal , dia mulai ber-acting kesurupan , dan dengan susah payah para pe-ruqyah itu “ mengurus ” dia , yang kalau kata saya sih itu penyiksaan , ditekan ini , dipukul itu , dan sebagainya . Sampai akhirnya mereka menyerah , dan mengatakan bahwa Jin nya banyak sekali . Kami hanya tertawa di dalam hati . Mereka tidak bisa membedakan yang kesurupan dengan yang pura-pura . Banyak masyarakat yang tidak percaya pada kami , tetapi setelah kami suruh membuktikan sendiri , dan mereka pura-pura kesurupan , akhirnya mereka mengakui , bahwa tidak ada gunanya di ruqyah . “

    PR : “ Lalu bagaimana anda yakin kalau senam pernapasan yang anda ajarkan itu tidak ada infiltrasi Jin “

    KD : “ Kalau begitu saya tanya juga pada anda , dari mana anda yakin kalau ketika anda menghirup udara tidak ada infiltrasi Jin ? apakah ada bukti bahwa oksigen itu mengandung Jin ? Sampai sejauh mana penelitian anda mengenai hal ini ? apakah anda sudah menemukan alat yang bisa membuktikan kalau di dalam oksigen itu mengandung Jin ? Bagaimana anda tahu kalau ketika anda melakukan shalat tidak ada gangguan Jin ? Saya kira pertanyaan itu tidak perlu dijawab . Jin yang sudah jadi teman Iblis atau yang sudah jadi syaitan , pasti selalu mengganggu manusia ketika dia sedang melakukan apapun , termasuk ketika sedang mengaji , shalat , zakat , Haji , dan banyak lagi kegiatan , tanpa kita sadari . Apakah ada manusia yang terbebas dari godaan syaitan , baik itu Jin atau manusia ? Saya terus terang heran , mengapa anda tidak mengerti hal sekecil ini . Satu pertanyaan lagi , apakah ada ayat atau hadist yang mengatakan kalau Tenaga Dalam itu dibantu Jin ? “

    PR : “ ????? “

    KD : “ Kalau hadist yang menyatakan bahwa Ruqyah itu syirik ada , yaitu Ibnu Mas’ud menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; Sesungguhnya Ruqyah , tamimah dan tiwalah adalah syirik . ( HR. Akhmad dan Abu Dawud ) . “

    PR : “ Hadist itu tidak shahih , hadist itu lemah “

    KD : “ Apa buktinya kalau hadist itu lemah ? apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu ? “

    PR : “ ????? “

    KD : “ Kalau dilihat dari sejarah , mengapa yang berkembang justru kedokteran , dan bapaknya dunia kedokteran adalah Ibnu Sina , dunia islam lah yang mengembangkan kedokteran . Sudah jelas disini bahwa ruqyah itu tidak efektif , makanya kenapa yang berkembang adalah kedokteran , yang sudah jelas-jelas keilmiahan nya terbukti . Orang orang islam yang mau berpikir pada zaman dahulu , sudah mengetahui kalau ruqyah itu jauh dari segi ilmiah dan unsur subjektif nya terlalu tinggi , jadi tidak mengembangkan hal seperti ini . “

    PR : “ Saya baca di diktat LSBD Hikmatul Iman , tentang anda dan perguruan anda “

    KD : “ Maksudnya Diktat Intern perguruan kami ? “

    PR : “ Benar “

    KD : “ Diktat itu adalah untuk anggota LSBD Hikmatul Iman , bukan untuk pihak asing atau pihak luar , siapa yang mengijinkan anda untuk membaca diktat itu ? “

    PR : “ Salah seorang anggota anda “

    KD : “ Siapa namanya dan dari ranting mana ? “

    PR : “ Saya rahasiakan namanya , untuk mengamankan dia “

    KD : “ Kalau begitu anda bukan orang yang punya etika , karena mencuri-curi lihat diktat perguruan lain yang sebetulnya sudah kami pesan pada anggota agar tidak diperlihatkan pada selain anggota , karena mereka tidak akan mengerti , dan ketidakmengertian mereka bisa mengundang fitnah . Diktat yang anda baca itu photo copy – an atau yang asli ? “

    PR : “ Photo copy – an “

    KD : “ Saya tanya kepada anda , apakah yang namanya photo copy – an bisa dijadikan barang bukti atau alat bukti ? “

    PR : “ Tidak bisa “

    KD : “ Apakah anda yakin pada isi diktat itu ? “

    PR : “ Justru itu saya tanya pada anda , apakah benar isinya atau tidak “

    KD : “ Kalau begitu tolong bawa diktat itu pada saya , berikut orang yang membocorkan diktat itu ke pihak luar . Karena siapa tahu diktat itu sudah berubah , siapapun bisa merubah isi diktat photo copy-an dan akan kita bandingkan dengan aslinya . Bisa saja orang itu mengaku anggota LSBD Hikmatul Iman , untuk menjelek-jelekkan kami , dan kemudian mengadu domba . “

    PR : “ Itu tidak mungkin saya lakukan “

    KD : “ Kalau begitu tidak usah diperpanjang hal ini , karena saya juga tidak tahu diktat yang anda baca , apakah benar keluaran LSBD Hikmatul Iman atau bukan . Sekarang giliran saya yang bertanya , mengapa ketika orang di ruqyah suka jadi kesurupan , terutama orang yang lemah , bisa lemah mental juga bisa lemah iman ? “

    PR : “ Yaa…karena Jin yang ada di dalam tubuh orang itu bereaksi pada bacaan ruqyah dan mereka kepanasan dan mengamuk “

    KD : “ Berdasarkan bukti apa tahu bahwa itu Jin ada di tubuh orang yang mengamuk itu ? “

    PR : “ Berdasarkan bukti mengamuk nya itu , kalau yang kosong kan nggak ada pengaruh apa-apa , atau mereka yang bersih nggak akan terpengaruh “

    KD : “ Kalau begitu bisa saja kan sebetulnya si Jin datang dari luar kemudian masuk ke mereka karena ada ritual ruqyah ini “

    PR : “ Itu tidak mungkin “

    KD : “ Lalu apa buktinya itu kalau tidak mungkin , toh gejalanya sama , kalau dilihat dari gejala yaa…seperti mengamuk , teriak-teriak , dan sebagainya . Apakah hanya dari gejala itu saja kita sudah bisa memastikan bahwa mereka kesurupan karena banyak jin di dalam dirinya ? “

    PR : “ ?????? “

    KD : “ Bagaimana kalau sebetulnya , ketika proses ruqyah lah , orang yang tadinya baik-baik saja , tiba-tiba kesurupan . Karena mereka datang dengan kondisi baik-baik saja , tapi ketika di ruqyah mereka mengamuk . Jangan – jangan justru proses ruqyah inilah yang membuat si Jin pada datang dan memasuki tubuh mereka yang lemah “

    PR : “ Tidak mungkin “

    KD : “ Sekali lagi , apa buktinya kalau itu tidak mungkin . Sekali lagi juga , mereka datang dengan baik , dan justru pulang dengan sakit , dan membawa masalah bahwa di dirinya ada jin . Apakah itu adalah keinginan si Jin , agar kita lebih takut pada mereka ? “

    PR : “ ????? “

    KD : “ Coba pikirkan sekali lagi deh . Sudah dulu yaa….kelamaan menggunakan HP tidak baik untuk otak ada penelitiannya soal itu . Gelombang elektromagnetik membuat gangguan pada sistem DNA kita , jangan –jangan Jin nggak masuk , malah kanker lagi yang datang . “

    PR : “ He..he..he…kalau begitu terima kasih Kang atas semua jawabannya .Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberi kita petunjuk dan kebenaran . Amiinn. Wassalamu’alaikum . “

    KD ; “ Amiiinn. Wa’alaikum salam “

    Suka

  17. al mubarok Agustus 29, 2009 pukul 10:12 am Reply

    salam,,
    klo ga boleh pake mediasi kenapa ALLAH SWT, nyuruh kita-2 sholat menghadap ka’bah ? hti2 klain jangan terjebak keadaan, ilmu yg kita terima tuh cuma sedikit, oke,, org mah udah fhinish ini malah baru setar,,,

    Suka

    • hamidzul Agustus 20, 2010 pukul 3:36 pm Reply

      insya Allah ampir semua muslim mahfum bahwa ka’bah bukan mediasi/perantara. Melainkan acuan arah/kiblat

      Suka

  18. Teguh September 6, 2009 pukul 11:39 am Reply

    Setahu saya, ruqyah (pembersihan energi negatif dari manusia) diperbolehkan, dengan syarat : si target (yang dibersihkan) dan ustadz yang melakukan punya keyakinan yang sama, bahwa segala kebaikan berasal dari Allah semata.

    Mengenai jin, kesurupan, dll itu adalah hal ghaib dan sebagai umat islam, wajib mempercayainya. Hanya pertanyaannya, seberapa jauh pemahaman kita akah hal gaib? Al-Quran sendiri 99%nya adalah samar, jadi tidak pantas jika diterjemahkan mentah-mentah dengan pemahaman yang dangkal.

    Mengikuti pengobatan yang danjurkan nabi itu boleh, tapi ingat, nabi hidup pada jaman dahulu, dengan segala keterbatasannya, model pengobatannya ya seperti itu. Untuk jaman sekarang, bisa dikembangkan terus, asal dengan pemahaman ayat YANG BENAR, bukan TERTULIS lalu divonis BENAR. Apa klau jaman dulu nabi bepergian menggunakan onta, sekarang kita, misal dari jawa timur mau ke jakarta juga pake onta ?? Liat2lah jaman…

    Suka

  19. zaki Desember 3, 2009 pukul 10:12 am Reply

    Ruqyah ada dua syar”iyyah (yg sesuai syariat yg dicontohkan oleh nabiyullah Muhammmad saw) ini yg dibolehkan dan diwajibkan!, adapun yg diharamkan adalah ruqyah syirkiyyah, yg tdk ada landasan syar’i dan tdk pernah diajarkan oleh rosulullah ( tidak mengambil bacaan dari AlQur’an dan Assunnah). akhi kariem kalo bikin judul tolong jangan menyesatkan umat!!!!!!!!!!!!!!!! silahkan antum semua baca buku Wirid Doa & Dzikir mengobati guna-guna dan sihir sesuai alQuran dan assunnah penulis: Ust.Yazid Jawas penerbit: Pustaka Imam Syafi’i

    Suka

  20. zaki Desember 3, 2009 pukul 10:18 am Reply

    KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA

    Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam Tubuh Manusia.

    Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi rahimahullah berkata, “Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya.” (lihat: Tafsir al-Qurtubi, 30/230)

    Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu Abban binti al-Wazi’ dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang kesurupan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Dekatkan ia kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul punggungnya seraya berkata, ‘Keluarlah wahai musuh Allah !,’ kemudian ia pun kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh).”

    Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh darah.”

    Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin)

    Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya: Syaikh Wahid Abdus Salam Bali):

    Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut.

    Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di lubang atau selainnya.

    Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa sebab, sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu.

    Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi.

    Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala secara terus-menerus dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta’ala, setan pun akan semakin jauh dari manusia.

    Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi berikut:

    a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi.

    b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan air panas atau melempar sesuatu yang berat.

    c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi.

    3. Berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang lainnya.

    4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah memohon dengan nama Allah Ta’ala agar dia mau keluar.

    5. Tidak mendengarkan lagu dan musik.

    6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang diharamkan Allah Ta’ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat) karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan.

    7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama’ah.

    8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi, kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari.

    9. Membiasakan berjama’ah dan tidak menyendiri seperti ketika bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala dan memohon perlindungan kepadaNya.

    10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan menggunakan tulang atau kotoran binatang.

    11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur serta meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala.

    12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala dan mendekatkan dirinya kepada setan.

    Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan.

    Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan.

    Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan dengan tartil ayat-ayat (al-Qur’an) yang dapat mengusir setan, seperti membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah; al-Mu’awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan “dapat mengusir setan”.

    Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan.

    Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu wajib atasnya hal-hal berikut :

    Menjaga shalat berjamaah.

    Berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap waktu, khususnya pada waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan).

    Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi.

    4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu.

    5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur’an dan membacanya.

    Peringatan-peringatan Bagi Penerapi

    Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil, menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta’ala dan bacakanlah pula kepadanya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah.”

    Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu marah.

    Jin terkadang berkata kepadamu, “Kamu adalah seorang lelaki yang shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu,” maka katakan kepadanya, “Saya adalah hamba Allah Ta’ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata karena ketaatanmu kepada Allah Ta’ala dan rasulNya shallallahu ’alaihi wasallam.”

    Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta’ala. Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta’ala.

    Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu’ dan dengan suara yang terdengar.

    Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ’alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi semata-mata hanya menaati Allah Ta’ala. Dan jika jin tersebut menyuruh kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah dia hukuman atas hal itu.

    Jika Allah Ta’ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada Allah Ta’ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan kezhaliman ini.

    Apabila Allah Ta’ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, “Aku telah mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya”, akan tetapi katakanlah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang telah menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta’ala lah yang telah mengeluarkannya.” Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub), sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang paling besar.

    Oleh : Abu Nabiel
    SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin Muhammad bin Mahdi al-Qarni

    Suka

  21. zaki Desember 3, 2009 pukul 10:23 am Reply

    SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?
    SUDAHKAH ANDA BERLINDUNG DARI SYETAN ?

    Allah Ta’ala telah menyebutkan di dalam banyak ayat dalam al-Qur`an bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi kita. Di antaranya firman Allah Ta’ala, artinya, “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168).

    Dan Allah Ta’ala juga telah menjelaskan, betapa syetan sangat berambisi untuk menyesatkan hamba-hamba Allah Ta’ala dari jalanNya, memalingkan mereka agar tidak beribadah kepada Allah Ta’ala semata (mentauhidkannya). Bahkan syetan menakut-nakuti manusia dan mengganggu mereka di setiap hal dan di setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Maka tidak heran kalau kita mendapatkan fenomena kesurupan (kemasukkan jin) yang acap kali terjadi pada seseorang yang berakhir dengan tragedi yang menyedihkan seperti orang tersebut menjadi gila atau dijemput ajalnya yang disebabkan oleh gangguan jin tersebut. Dan sekaligus menunjukkan betapa kita ini lemah, sehingga butuh kepada perlindungan yang dapat melindungi kita dari gangguan syetan ini. Dan tidak kita ragukan lagi bahwa tidak ada perlindungan yang dapat melindungi kita dari itu semua melainkan meminta perlindungan tersebut dari Dzat Yang Maha kuasa Allah Ta’ala yang menciptakan syetan tersebut.

    Ibnu al-Qayyim rahimahullah menyebutkan di dalam kitab Bada`i’u al-Fawa`id pada akhir juz ke dua, sepuluh sebab yang dengannya seorang hamba berlindung dari syetan, yakni:

    1) Perlindungan Pertama: mengucapkan, Isti’adzah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.). Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    Kemudian beliau menyebutkan dalil-dalilnya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala , artinya, “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-A’raf: 200)

    Dan tidak diragukan lagi, bahwa Isti’adzah (memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala) merupakan seutama-utamanya pendekatan diri (kepada Allah Ta’ala). Isti’adzah (itu sendiri) artinya, adalah perlindungan dan penjagaan sedangkan hakikatnya adalah pergi dari sesuatu yang anda takuti kepada orang (dzat) yang dapat melindungi anda.

    Orang yang berlindung kepada Allah Ta’ala, sungguh dia telah pergi dari apa yang menyakitinya, membahayakannya atau membinasakannya kepada Rabbnya dan pemiliknya (rajanya), dan ia pergi kepadaNya serta menyerahkan diri di hadapanNya, berlindung kepadaNya, memohon pertolonganNya dan menyandarkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Dan inilah penjelasan dan pemahamannya, jika tidak, maka apa yang diyakini dengan hati berupa menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala, berlindung kepadaNya, dan menyerahkan diri di hadapanNya, merasa butuh kepadaNya, serta merasa hina di hadapannya merupakan perkara yang tidak tercakup oleh suatu ungkapan/penjelasan. Maka kapan pun seseorang merasakan bahwa setan memeranginya, menipunya, dan berusaha membinasakannya, sedangkan dia mengetahui bahwa Rabbnya yang memberikan kekuasaan kepadanya dan dialah yang memiliki kekuatannya dan yang mampu mengusirnya serta menghinakannya, maka dia menyandarkan diri kepada Rabbnya dan merasa akan kelemahannya untuk melawannya, dan dia pun meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala berupa kebenaran dan keikhlasan. Sesungguhnya Rabbnyalah yang melindunginya dan menolak semua tipu daya setiap penipu.

    2) Perlindungan ke dua: Membaca dua surat al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).

    Sesungguhnya kedua surat ini (al-Falaq dan an-Nas) memiliki pengaruh yang dahsyat dalam menjaga atau melindungi seorang hamba yang ikhlas dari kejahatan syetan dan tipu dayanya yang lemah. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, “Tidaklah berlindung orang-orang yang meminta perlindungan dengan yang lebih utama dari keduanya” (Surat al-Falaq dan Surat an-Nas)”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, maukah kamu kuberitakan tentang sesuatu perlindungan yang paling utama yang dengannya orang-orang berlindung?. Dia menjawab, “Ya, wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Qul A‘udzu bi Rabbi al-Falaq’ (surat al-Falaq) dan ‘Qul A’udzu bi Rabbi an-Nas’ (surat an-Nas), kedua surat ini.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albani). Karena pada keduanya terdapat permohonan perlindungan kepada Allah Ta’ala dari semua kejahatan/ keburukan. Ibnu Qayyim rahimahullah menguatkan, bahwa gangguan (was-was) berasal dari jin dan manusia.

    3) Perlindungan ke tiga: Membaca ayat kursi.

    Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, “Apabila kamu hendak berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi, maka niscaya Allah Ta’ala akan senantiasa menjagamu dan syetan pun tidak akan mendekatimu sampai waktu pagi tiba.” (HR. al-Bukhari). Dan banyak sekali dalil-dalil dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaannya.

    4) Perlindungan ke empat: Membaca surat al-Baqarah.

    Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya tidak akan dimasuki oleh syetan.” (HR. Muslim)

    5) Perlindungan ke lima: Penutup/ dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah.

    Sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih yang marfu’, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah dalam satu malam niscaya keduannya menjaganya dari segala kejahatan.” (Muttafaq ‘alaih). Dan dalam hadits yang lain, “Dan jika keduanya tidak dibacakan (dua ayat terakhir surat al-Baqarah) di dalam suatu rumah selama tiga malam, maka niscaya syetan akan mendekatinya.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani).

    6) Perlindungan ke enam: Membaca awal surat Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai firman Allah Ta’ala, “Hanya kepada-Nyalah tempat kembali (semua makhluk)” dan ayat kursi.

    Dalilnya adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa membaca Haa Miim (surat al-Mu’min) sampai (firman Allah Ta’ala), “KepadaNya lah tempat kembali” dan ayat kursi di waktu pagi niscaya dia akan terjaga dengan keduanya sampai dia berada di sore hari dan barangsiapa yang membaca keduanya di waktu sore niscaya dia akan terjaga dengan keduanya hingga dia berada di pagi hari.”

    7) Perlindungan ke tujuh: Membaca,

    (لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ), artinya, “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” sebanyak seratus kali.

    Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca, (لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ) “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti/ sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan atau dosa dan ia menjadi pelindung baginya dari godaan syetan pada hari itu sampai ia berada di sore hari, dan tidak ada seorang pun yang membawa sesuatu yang lebih utama dari apa yang dibawa olehnya kecuali seorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    8) Perlindungan ke delapan: Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala.

    Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut, dan sungguh benar, bahwa syetan lari, apabila mendengar adzan dikumandangkan dan begitu juga pada semua dzikir. Di antara hadits-hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku menyuruh kalian untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala, sesungguhnya perumpamaan hal itu seperti perumpamaan seorang yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sampai ia mendatangi sebuah benteng yang kokoh, lalu melindungi dirinya dari mereka. Begitu pun seorang hamba tidak lah ia menjaga atau melindungi dirinya dari godaan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits Hasan Gharib Shahih”).

    9)Perlindungan Ke sembilan: Melakukan wudhu dan shalat.

    Dan ini merupakan seagung-agungnya penjagaan atau perlindungan.

    Ketika dalam keadaan marah dan syahwat, maka sungguh keduanya adalah api sedangkan wudhu dan shalat dapat memadamkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan, sedangkan syetan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api hanyalah dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

    10) Perlindungan Ke sepuluh: Menahan pandangan, ucapan, makan, dan berinteraksi dengan manusia secara berlebihan.

    Hal ini dilarang karena syetan masuk bersamaan dengan sikap berlebihan ini. Dan karena pandangan merupakan salah satu panah Iblis. Dan sungguh Ibnu al-Qayyim rahimahullah telah menjelaskan secara panjang lebar tentang sikap berlebihan ini. Allah Ta’ala a’lam.

    Oleh : Abu Nabiel
    Sumber: Bada`i’u al-Fawa`id, Ibnu al-Qayyim rahimahullah dan An-Nuqath al-‘Asyarah adz-Dzahabiyah, Abdur Rahman bin ‘Ali ad-Dusari.

    Suka

  22. najwa Desember 3, 2009 pukul 10:43 am Reply

    hati-hati bisa jadi Attheis ! buktinya ga percaya ghoib tuh, ghoib itu ada harus kita imani bukan ditakuti, yg syiriknya kita sepakat harus dibasmi.bid’ahnya juga. apalagi pemahaman yg keliru para pakar persis ini. ikuti pemahaman yang benar pemahaman sahabat nabi, merekalah murid-murid terbaik nabi. nabi tidak pernah mengajarkan bermadzhab apalagi fanatik golongan. yang nabi ajarkan adalah mengajak kaum muslimin untuk fanatik kpa Allah dan Rosulnya. satukan kaum muslimin dalam aqidah dan pemahaman yang benar yg diajarkan Allah dan Rosulnya. para pakar kayaknya antum semua harus pada belajar lagi tafsir surat albaQoroh ayat 1 sampe 3. ingat ! sesui pemahaman yg nabi pahami dan ajarkan kepada Sahabat-sahabatnya.(Rodhi Allohu anhum wa Rodhu anhu. INGAT !

    Suka

  23. Mochammad Noor Desember 28, 2009 pukul 11:07 am Reply

    Orang yang mengatakan tidak adanya kesurupan Jin maka itu adalah bathil !!!

    Firman Allah :
    “ Orang-orang yang memakan ( mengambil ) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila…”(Al Baqarah : 275 )
    Al Hafizh Ibnu Katsir berkata: “Orang-orang yang memakan riba…” yakni mereka tidak dapat berdiri kecuali seperti orang-orang kesurupan ketika mengalami kesurupan dan kemasukan syetan, yaitu dia berdiri secara tidak normal” ( Tafsir Ibnu Katsir, 1/326 )

    Kedua: Dalil dari Sunnah
    Dari Atha’ bin Abi Rabbah ia berkata: telah berkata kepadaku Ibnu Abbas: “Maukah kutunjukkan kepadamu wanita ahli surga?”. Saya berkata: ”Ya”. Ibnu Abbas berkata: “Wanita hitam ini datang kepada Rasulullah seraya berkata, sesungguhnya aku terserang penyakit gila sehingga terbuka pakaian saya, maka doakanlah untukku”. Nabi bersabda: “ Jika engkau suka bersabarlah dan bagimu surga, dan jika engkau suka pula aku akan berdoa kepada Allah semoga menyembuhkanmu. Wanita itu berkata: “Aku bersabar, tetapi doakanlah kepada Allah agar aku tidak terbuka pakaian.” Lalu Nabi berdoa untuknya. ( HR. Bukhari, 6/114 dan Muslim 16/131 )
    Wanita ini namanya Ummu Zufar, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Shahihya dari Atha’(Shahihul Bukhari, Kitabul Mardha, bab Fardhu man Yushro’u minar riih.) Nampaknya, penyakit gila yang dialami oleh wanita tersebut adalah dari gangguan jin.
    Ketika menjelaskan hadits ini Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: Dalam riwayat Al Bazzar dari jalan lain dari Ibnu Abas tentang kisah seperti ini disebutkan bahwa wanita itu berkata: “Au takut si jahat itu akan menelanjangiku”.( Fathul Bari, 10/115 )
    Si jahat ( al khabits ) adalah syetan. Oleh sebab itu, setelah menyebutkan beberpa jalan hadits tersebut Al Hafizh berkata: Dari beberapa jalan hadits yang telah saya sebutkan tadi dapat disimpulkan bahwa yang dialami oleh Ummu Zufar adalah kesurupan jin bukan ayan. (Fathul Bari, 10/115).

    Ketiga: Dalil Aqliah
    Muhammad Al Hamid berkata: Jika jin berjasad halus maka secara akal ataupun agama tidak mustahil bisa masuk ke dalam tubuh manusia, karena yang halus bisa masuk ke dalam yang tebal, seperti udara bisa masuk ke dalam tubuh kita, atau api bisa merasuk di dalam bara atau listrik mengalir di kabel bahkan seperti air di dalam tanah, pasir, dan pakaian padahal dia tidak sehalus udara dan listrik.
    Sikap ahlul haq ialah menerima nash-nash yang memberitahukan bahwa jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Kenyataan mengenai hal ini pun telah banyak kita saksikan sehingga kita tidak boleh menolaknya. Bahkan wahyu telah memberitahukan hal ini. Kita dituntut menerimanya tanpa ta’wil naif yang akan membawa nash-nash tersebut keluar dari jalannya yang benar kepada berbagai kebengkokan yang tidak dapat dibenarkan oleh Islam dan aqidah yang benar. Sikap mengimani inilah yang akan menyelamatkan dari keabadian di neraka kelak.
    Kenyataan-kenyataan tentang masuknya jin ke dalam tubuh manusia ini sangat banyak dan bisa disaksikan . Orang yang mengingkarinya karena saking banyaknya peristiwa ini, akan bertabrakan dengan kenyataan-kenyataan empirik yang sekaligus menyatakan kesalahan pendapatnya tersebut. ( Rududun’alaa Abathil, 2/135)

    Pendapat para Ulama
    1. Telah kami sebutkan pendapat para Imam tafsir seperti Thabari, Qurthubi, Ibnu Katsir dan Al Alusi.
    2. Al Asy’ari di dalam Maqalatu Ahlis Sunnah Wal Jama’ah menyebutkan bahwa mereka berpendapat, jin bisa masuk ke dalam jasad orang yang kesurupan, sebagaimana firman Allah:
    “ Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri kecuali seperti beririnya orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila ”. ( Al Baqarah : 275 ) ( Risalatul Jinni , hal. 6 )
    3. Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata: “ Aku berkata kepada bapakku: “ Sesungguhnya orang-orang berpendapat bahwa jin tidak dapat masuk ke dalam jasad manusia, lalu beliau menjawab: “ Wahai anakku, mereka berdusta. Dia itu berbicara melalui lidahnya ”.( Risalatul Jinni, hal. 8 )
    4. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
    “ Eksistensi jin dinyatakan oleh Al Qur’an, Sunnah dan kesepakatan para ulama salaf dari umat ini. Demikian pula bisa masuknya jin ke dalam jasad manusia, dinyatakan dengan kesepakatan para Imam Ahlus Sunnah. Ia adalah hal yang bisa disaksikan dan dirasakan bagi orang yang mentadaburkannya. Ia ( jin ) bisa masuk ke dalam jasad orang yang kesurupan lalu orang tersebut berbicara dengan pembicaraan yang tidak diketahui dan tidak disadarinya. Bahkan dipukul dengan pukulan yang sangat keras pun tidak mereasakannya. Firman Allah: “ Seperti orang yang kemasukan syetan lantaran ( tekanan ) penyakit gila”, hadits Rasulullah: “ Sesungguhnya syetan mengalir ada diri anak Adam seperti aliran darah” ( Diriwayatkan oleh Bukhari, 4/282, dan Muslim, 14/155 ) dan nash-nash lainnya telah membenarkan hal ini ( Mukhtasharul Fatawa Al Mishriyah, hal. 584 ).
    5. Ibnul Qayyim berkata: Kesurupan ada dua: kesurupan karena ruh-ruh jahat dan rendah dan kesurupan karena tabiat-tabiat yang jelek ( Ath Thibbun Nabawi, hal. 51 )
    6. Ibnu Hazm berkata: Benar bahwa syetan bisa masuk ke dalam jasad manusa sebagaimana ditegaskan oleh Al Qur’an, lalu membangkitan tabiat-tabiatnya yang hitam dan asap yang naik ke otak sebagaimana dikatakan oleh setiap orang yang kesurupan, lalu pada saat itu Allah menjadikannya kesurupan sebagaimana kita saksikan. Itulah nash Al Qur’an dan kenyataan yang ada.

    Untuk Kabayan !!!

    KD : “ Saya pernah mengutus seorang anggota LSBD HI untuk pura-pura kesurupan , dan waktu itu di Jakarta Ruqyah Center. Anggota kami itu memang pandai acting , jadi setelah kami bayar untuk pendaftaran , mulailah dia di ruqyah . Sesuai rencana awal , dia mulai ber-acting kesurupan , dan dengan susah payah para pe-ruqyah itu “ mengurus ” dia , yang kalau kata saya sih itu penyiksaan , ditekan ini , dipukul itu , dan sebagainya . Sampai akhirnya mereka menyerah , dan mengatakan bahwa Jin nya banyak sekali . Kami hanya tertawa di dalam hati . Mereka tidak bisa membedakan yang kesurupan dengan yang pura-pura . Banyak masyarakat yang tidak percaya pada kami , tetapi setelah kami suruh membuktikan sendiri , dan mereka pura-pura kesurupan , akhirnya mereka mengakui , bahwa tidak ada gunanya di ruqyah . “

    Bilangin buat Kang Dicky-nya suruh Istighfar n banyak2 sholat taubat….
    masa mengatakan Ruqyah tidak efektif dan tidak ada gunanya ?! seandainya ada gangguan sihir, gangguan jin, penyakit baik jasmani maupun rohani maka itu akan menjadi obat dan kita telah menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah saw,kalaupun tidak ada maka ketika kita mendengarkan bacaan al-Qur’an maka kita akan mendapatkan pahala.

    Suka

  24. pemberants bidah April 14, 2010 pukul 1:54 pm Reply

    asalamualaikum
    bagamna nih PERSIS.kamu terlalu BIDAH..masa RUQYAH mengunakan alQURAN dan HADIS tidak boleh?
    saya dulu orang persis tulen tpi setelah mengetahui kesesatan ajaran persis saya keluar

    Suka

    • hfh Agustus 12, 2010 pukul 8:12 am Reply

      weleh… isinya cuma perdebatan.. iris kuping gw ga bakal ada yng menang yang pasti ancur semua karena perpecahan

      Suka

  25. hamidzul Agustus 20, 2010 pukul 3:14 pm Reply

    1. Ruqyah (yang syar’iyyah) pernah dicontohkan nabi. So, simpel aja, silakan diamalkan. for everything. Mo untuk orang kena gangguan/sakit apa aja. Lha wong ruqyah itu bacaan Qur’an or do’a sunnah kok. Mo ada reaksi atau kagak, kenapa pusing mikirin?Mo lebih ringan ato sembuh dari gangguan/sakit, ya itu urusan Allah lah. Kenapa musti sewot.
    2. Tentang tenaga dalam, saya tidak ahli. Yang saya tahu, sejauh yang saya tahu, tidak ada sunnah tentang itu. Kemungkinan tenaga dalam disusupi anasir jin, woo ya mungkin saja. Lha wong jin–kafir yang jadi pesuruh syetan itu kerjaan n kreativitasnya macem-macem. Ruqyah yang syar’yyahpun dalam praktek peruqyahnya, dimungkinkan dia (jin cecunguk syethan) pelintir/gelincirkan mencadi ruqyah syirkiyyah. Ini mah salah/kelemahan manusia peruqyahnya saja. Bukan salah ruqyah syar’iyyahnya.
    3. Orang berobat atas keluhan gangguan/sakitnya, ya monggo to pake ikhtiar apa aja. Yang penting dijaga jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal yang melanggar agama. Mo ke dokter, herbalis, diruqyah ya silakan. Ke dukun, eit jangan. Paranormal aneh-aneh, mending tidak lah yaw. Pake tenaga dalam?Saya tidak merekomendasikan lho ya.
    Lha wong semua sakit dan gangguan kalo kita pasif diemin saja bukan karena takut efek sakit bahkan kematian dalam proses pengobatan, biaya tinggi atau malas usaha; melainkan karena ridha dengan ujian Allah berupa sakit/gangguan plus memposisikannya sebagai kafarat dosa-dosa kita or berharap sebagai pengganti azab siksa neraka bagi kita, ndak pa-pa kok.

    Begitu kira-kira urun rembug saya dalam forum yang mulia ini.
    Semoga bermanfaat.
    Salam ukhuwah

    Suka

  26. abah tea Agustus 21, 2011 pukul 8:49 am Reply

    ktnya jin kfir tkut sm bcan alquran?aneh ah.klw jin pd tkut sm bc an alquran psti g d jin kfir yg mw msuk islam,bru dgr z lgsung kpnasan..aneh ah..rosul g prnh ngjrin bc alquran bnyk2 smpai jntor tuk ksurupan atw skit,tu sdh ada sblm dia,klw sakit y brdoa sdkit g bnyk2 N smpurnakn ikhtiar dgn mnum obat jmu..mmang alquran jg sbgai pnawar atw obat tp obat dsini bkn ditulis atw dbc bnyk2 py dower..cik mkir ath euy jgn dngkal pmikiran.mtak nyesat keun eta th!

    Suka

  27. abah tea Agustus 21, 2011 pukul 8:50 am Reply

    ktnya jin kfir tkut sm bcan alquran?aneh ah.klw jin pd tkut sm bc an alquran psti g d jin kfir yg mw msuk islam,bru dgr z lgsung kpnasan..aneh ah..rosul g prnh ngjrin bc alquran bnyk2 smpai jntor tuk ksurupan atw skit,tu sdh ada sblm dia,klw sakit y brdoa sdkit g bnyk2 N smpurnakn ikhtiar dgn mnum obat jmu..mmang alquran jg sbgai pnawar atw obat tp obat dsini bkn ditulis atw dbc bnyk2 py dower..cik mkir ath euy jgn dngkal pmikiran.mtak nyesat keun eta th!!

    Suka

  28. blackjyn Maret 26, 2013 pukul 7:25 am Reply

    dikit dikit haram dikit haram,… cckckck

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.210 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: